Teks Cerita Ulang : Pengertian, Struktur, Jenis, Ciri-Ciri dan Contoh

28
teks cerita ulang

Pada postingan artikel kali ini, Synaoo.com akan memberikan materi tentang Teks Cerita Ulang yang mungkin kalian temui dalam Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 11 Semester 1 Kurikulum 2013.

Berikut adalah materi selengkapnya mengenai Teks Cerita Ulang, meliputi pengertian, aspek penulisan, struktur teks, ciri-ciri kebahasaan, jenis, beserta contoh cerita ulang.

Pengertian Teks Cerita Ulang

Teks cerita ulang (recount text) adalah teks yang mendeskripsikan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi secara berurutan.

Teks tersebut menggambargan pertannyaan apa, kapan, dimana, mengapa, bagaimana, dan siapa dalam suatu peristiwa. Cerita ulang sebagai saran hiburan atau informasi.

Aspek-Aspek Menulis Cerita Ulang

Cerita ulang dapat disampaikan baik secara tertulis maupun secara lisan. Untuk penyampaian secara lisan harus memperhatikan beberapa aspek, diantaranya ekspresi, gestur, bahasa, dan kelancaran berbicara.

Sedangkan untuk cerita ulang yang disampaikan secara tertulis harus memperhatikan kaidah bahasa secara tepat supaya pembaca dapat memahami informasi yang disampaikan.

1. Tujuan

Penulis ceita ulanh harus memahami tujuan yang ingin dicapai dari tulisannya. Misalnya, penulis menyampaikan cerita ulang secara detail dengan tujuan untuk menginformasikan sesuatu kepada pembaca.

2. Pembaca

Penulis cerita ulang harus mampu mengidentifikasikan pembaca cerita ulangnya. Misalnya dari siswa, guru, atau khalayak umum. Dengan begitu, penulis dapat memilih cara tertentu untuk menyampaikan informasi dalam cerita ulangnya sesuai kategori pembaca.

3. Identitas

Penulis harus dapat mengenali dirinya sendiri. Misal sebagai seorang buruh atau seorang pejabat. Dengan begitu, sudut pandang cerita mampu terjaga dengan baik.

4. Sikap

Penulis harus mengetahui cara terbaik agar pembaca memiliki perasaan sama dengannya. Misal perasaan bahagia tau sedih. Jika pembaca memiliki perasaan yang sama adengan penulis, strategi penulis dianggap berhasil.

Struktur Teks Cerita Ulang

1. Orientasi (Orientation)

Orientasi berisi latar belakang informasi terkait apa, siapa, bagaimana, kapan, dimana dan mengapa suatu peristiwa terjadi.

2. Rangkaian Peristiwa (Events)

Rangkaian peristiwa merupakan pendeskripsian kejadian-kejadian secara berurutan atau kronologis. Peristiwa-peristiwa tersebut disusun dengan memperhatikan urut-urutan waktu.

Dalam rangkaian peristiwa dijelaskan apa, siapa, dimana, mengapa, bagaimana dan kapan.

3. Orientasi Ulang (Reorientation)

Orientasi ulang berisi kesimpulan atau opini penulis mengenai peristiwa yang terjadi. Akan tetapi, dalam teks cerita ulang orientasi ulang tidak selalu ada.

Ciri-Ciri Teks Cerita Ulang

  • Bersifat faktual/imajinatif
  • Menceritakan peristiwa masa lalu.
  • Menggunakan banyak pilihan kata.
  • Menceritakan kejadian yang bisa kita amati
  • Menceritakan seorang tokoh/terfokus pada obyek tertentu.
  • Menceritakan waktu dan tempat kejadian peristiwa.
  • Memaparkan kesan dan kesimpulan pada akhir paragraf.
  • Disusun secara kronologis

Ciri-Ciri Kebahasaan Teks Cerita Ulang

1. Menggunakan Keterangan Waktu

Keterangan merupakan salah satu unsur kalimat yang memberikan informasi tambahan. Keterangan dapat terletak di awal, akhir, atau tengah kalimat.

Cerita ulang merupakan jenis cerita yang dikisahkan berdasarkan pengalaman lampau. Oleh karena itu, jenis keterangan yang sering dipakai dalam teks cerita ualang ialah keterangan waktu seperti kemarin, minggu lalu, dua hari yang lalu, dan tahun lalu.

2. Menggunakan Konjungsi (Kata Hubung)

Konjungsi berfungsi untuk mengurutkan cerita. Karena cerita ulang biasanya berjenis narasi, maka konjungsi yang sering digunakan adalah sebelum, berikutnya, selanjutnya, kemudian, lalu, sesudah itu, dan setelah itu.

3. Menggunakan Verba (Kata Kerja)

Verba merupakan jenis kata yang menyatakan perbuatan. Dalam cerita ulang, verba digunakan untuk menyatakan tindakan-tindakan yang dilakukan tokoh.

Verba dibagi menjadi verba transitif dan verba intransitif. Verba transitif adalah verba yang membutuhkan objek, contohna mengantarkan dan membelikan. Sedangkan verba intransitif adalah verba yang tidak membutuhkan objek, contohnya berbicara dan pulang.

4. Menggunakan Pronomina (Kata Ganti)

Pronomina adalah jenis kata yang berfungsi untuk menggantikan nomina atau frasa nomina. Pronomina terdiri atas pronomina kata ganti orang, kata ganti pemilik, kata ganti penanya, kata ganti penunjuk, dan kata ganti tidak tentu.

Jenis-Jenis Teks Cerita Ulang

1. Cerita Ulang Personal

Cerita ulang personal adalah cerita ulang uang melibatkan penulis secara personal di dalam cerita.

Ciri-Ciri :

  • Berupa pengalaman penulis.
  • Ditulis secara subjektif.
  • Menggunakan kata ganti orang pertama dan orang ketiga.

Contoh cerita ulang personal yaitu anekdot, buku harian, surat pribadi, dan percakapan.

2. Cerita Ulang Fakta

Cerita ulang fakta adalah cerita ulang yang merekam suatu peristiwa berdasarkan kenyataan.

Ciri-Ciri :

  • Penulisan waktu dilakukan secara detail untuk memudahkan pembaca memahami urutan peristiwa.
  • Akhir cerita ulang dapat diketahui dari hasi aktivitas atau kejadian.
  • Pendeskripsian fakta dilakukan secara detail untuk menyediakan informasi lengkap.

Contoh : Catatan sejarah, biografi, autobiografi, laporan penelitian ilmiah, dan berita media massa.

3. Cerita Ulang Imajinasi

Cerita ulang imajinasi adalah cerita ulang yang diciptakan berdasarkan pengalaman imajinasi.

Ciri-Ciri:

  • Berdasarkan pengalaman atau imajinasi penulis.
  • Mengguakan gaya bahasa tertentu.

Contoh : cerita pendek atau cerpen dan novel.

Contoh Teks Cerita Sejarah

Salah Paham

Orientasi

Pada suatu sore, aku disuruh Ayah memfotocopy kartu keluarga untuk keperluan pembuatan KTP. Aku pun pergi ke toko buku di dekat rumah. Kebetulan, di toko buku tersebut juga disediakan layanan fotocopy. Sebenarnya, aku sering membeli sesuatu di toko tersebut. Akan tetapi, aku tidak mengenal semua karyawan di toko tersebut, karena sebagian besar perempuan.

Rangkaian peristiwa

Sambil menunggu giliran fotokopi, aku melihat-lihat etalase dan rak-rak yang berisi berbagai alat tulis. Secara tidak sengaja aku memergoki salah satu karyawan perempuan di toko itu mengamatiku. Ia pun tampak salah tingkah. Seketika aku pun berpikir Mungkin dia tertarik kepadaku. Mungkin dia kagum dengan ketampanan ku.

Gilang ku fotocopy pun tiba. Aku langsung menyerahkan kartu keluarga aku untuk difotokopi menjadi beberapa lembar. Sementara itu di belakangku ada beberapa orang yang sudah mengantri. Setelah membayar aku pun bergegas meninggalkan toko itu.

Namun Baru beberapa langkah keluar dari tokoh tersebut aku menyadari bahwa kartu keluarga yang asli tertinggal di toko tadi. Bukti kas masuk ke toko tadi. Karena karyawan yang melayani ku tadi sedang sibuk aku pun bertanya kepada karyawan yang lain.

Aku bertanya kepada karyawan yang sejak tadi memperhatikanku. Iya Bunda Mbak Salah Tingkah ketika melihat ku mendekatinya. Sambil menunjukkan fotokopian kartu keluarga aku aku bertanya kepada karyawan itu “Mbak aslinya mana? ”

Ia pun tampak gugup menjawab pertanyaanku” Bandung, mas.”

Sejenak aku terdiam. Lalu ku ulangi lagi pertanyaanku, “. Maksudku kartu keluargaku yang asli tertinggal di sini. Bisa tolong dicarikan?” ia pun semakin salah tingkah dan berusaha mencari kartu keluargaku yang terselip di antara tumpukan kertas. Kemudian ia langsung memberikannya kepadaku dengan menahan malu. Kulihat beberapa orang pelanggan tertawa kecil melihat peristiwa barusan. Setelah itu aku segera meninggalkan toko tersebut.

Orientasi Ulang

Itu tampak memalukan bagi karyawan toko. Aku tidak bisa membayangkan jika berada di posisinya. Bagiku peristiwa Itu sangat berkesan.

JENIS TEKS LAIN :

Sekian materi tentang Teks Cerita Ulang dari Synaoo.com. Semoga materi yang diberikan dapat memberikan manfaat dan membantu sobat Synaoo yang sedang belajar.

Selamat Belajar!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here