Teks Cerita Sejarah – materi bahasa indonesia kelas 12

97

TEKS CERITA SEJARAH

A. Struktur Teks Cerita Sejarah

1. Orientasi
Tahap pertama ini memberikan informasi tentang situasi cerita
sejarah yang diangkat dalam teks.

2. Urutan cerita sejarah
Tahap ini terdiri dari beberapa paragraf yang menyediakan rekaman peristiwa
berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah tersebut.

3. Reorientasi
Tahap ini bertujuan untuk menghadirkan kembali peristiwa sejarah
tersebut pada masa kini.

B. NOMINA

1. Nomina modifikatif (mewatasi)
Contoh: rumah besar, dua botol, ruang makan, ikan tongkol dll.

2. Nomina koordinatif (tidak saling menerangkan)
Contoh: lahir batin, sandang pangan, saran prasarana, adil dan makmur, dll.

3. Nomina apositif (diselipkan)
Contoh: Sinta, teman sekelasku, pergi berlibur ke Bali.

C. Verba

1. Verba modifikatif

2. Verba koordinatif

3. Verba apositif

D. Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal merupakan konjungsi
yang mengacu pada waktu dan sekaligus sebagai sarana kohesi teks.

Konjungsi temporal dibagi 2 yaitu:

1. Konjungsi temporal sederajat
Contoh: apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala, dsb.

2. Konjungsi temporal tidak sederajat
Contoh: Sebelumnya dan sesudahnya.

E. Afiks Pembentuk Nomina

1. Sufiks –an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas.
Contoh:
➠ Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.
(verba [V] à nomina [N])
➠ Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.
(Adjektiva [A] à nomina [N])
➠ Maman S. Mahayana adalah seorang kritikus sastra yang terkenal.
(nomina [N] à nomina [N])

2. Prefiks ke-, pe-, dan se-.
Contoh:
➠ Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.
(Ajektiva [A] à nomina [N])
➠ Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
(verba [V] à nomina [N])
➠ Saya sekelas dengan Sadewa.
(nomina [V] à nomina [N])

3. Konfiks ke-an, pe-an, dan per-an.
Contoh:
➠ Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undangundang.
(verba [V] à nomina [N])
➠ Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
(verba [V] à nomina [N])
➠ Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
(ajektiva [A] à nomina [N])

4. Infiks -el- dan -er-.
Contoh:
➠ Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.
(ajektiva [A] à nomina [N])
➠ Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.
(verba [V] à nomina [N])
➠ Seruling itu terbuat dari bambu.
(nomina [N] à nomina [N])

5. Kombinasi afiks pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pemberan, pemer-an, penye-an, perse-an, dan perseke-an.
Contoh:
➠ Keberhasilan tidak bisa diraih tanpa usaha yang keras.
(dari bentuk ber- + dasar [D])
➠ Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan kepercayaan.
(dari bentuk ter- + dasar [D])
➠ Daerah kumuh perlu dipugar untuk penyerasian dengan daerah sekitarnya.
(dari bentuk menye-kan)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here