Kata mobilitas berasal dari bahasa latin, mobilis yang artinya mudah dipindahkan atau banyak gerak. Jadi, yang dimaksud mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan seseorang atau kelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain. Gerak perpindahan tersebut dapat mengakibatkan naik-turunnya kelas sosial. Dalam mobilitas sosial, ada yang namanya saluran mobilitas, yang memungkinkan seseorang untuk mencapai peningkatan dalam status sosialnya. Pada artikel kali ini kita akan belajar tentang saluran-saluran mobilitas sosial yang ada dalam masyarakat.

SALURAN-SALURAN MOBILITAS SOSIAL

Menurut Pitirim A. Sorokin, keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, lambang keagamaan, militer, dan organisasi keahlian adalah saluran-saluran terpenting dalam mobilitas sosial. Untuk lebih jelasnya, perhatikan uraian berikut!

1. Keluarga

Keluarga terbentuk melalui proses perkawinan. Perkawinan dapat menjadi saluran mobilitas sosial karena orang dari lapisan menengah atau bawah yang menikah dengan anggota keluarga dari lapisan atas masyarakat dapat naik kedudukan sosialnya. Sebaliknya, orang dari lapisan atas atau menengah yang menikah dengan anggota keluarga dari lapisan bawah masyarakat dapat turun kedudukan sosialnya.

Baca Juga : Bentuk-Bentuk Mobilitas Sosial

Lebih dari itu, pekerjaan dan status orang juga berkaitan dengan peluang anak-anaknya memasuki pekerjaan tertentu. Hal itu terjadi karena status pekerjaan ayahnya mungkin berhubungan dengan keragaman atribut anak- anaknya, seperti: pendidikan, kecerdasan, dan ras yang pada gilirannya akan mempengaruhi bidang pekerjaan anak-anaknya itu dan status pekerjaan orang tua mungkin mempengaruhi bidang pekerjaan anak-anaknya. Secara langsung, pengalaman kerja ayah mungkin mempengaruhi minat pekerjaan anak-anaknya dan membantu anak-anaknya dengan pengetahuan pengalaman insentif dan peluang-peluang khusus untuk memasuki pekerjaan ayah atau pekerjaan lainnya.

2. Pendidikan

Pendidikan merupakan anak tangga mobilitas yang penting dan utama. Lembaga pendidikan, seperti: sekolah, perguruan tinggi, lembaga kursus, dan pelatihan tertentu memainkan peranan penting dalam menyiapkan warga masyarakat menapaki jenjang pelapisan sosial yang ada.

Walaupun latar belakang pendidikan tidak sama pentingnya bagi semua jenis pekerjaan namun tetap saja bekal pendidikan lebih memungkinkan oranguntuk memperoleh pekeijaan yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tak berbekal pendidikan.

3. Ekonomi

Mobilitas sosial berkaitan erat dengan perolehan pekerjaan. Organisasi-organisasi ekonomi, baik yang bergerak di bidang produksi maupun distribusi, termasuk juga organisasi-organisasi penyedia jasa, semuanya menyediakan lapangan pekerjaan.

4. Politik

Organisasi yang menjalankan fungsi-fungsi politik seperti partai politik, LSM, lembaga legislatif (DPR, MPR, DPRD), lembaga eksekutif (lembaga kepresidenan, kabinet, dan birokrasi pemerintahan) maupun lembaga yudikatif (MA, MK) memberi peluang bagi warga masyarakat untuk memperoleh mobilitas sosial. Seorang anggota Parpol yang berprestasi dan pandai berorganisasi dapat terpilih dalam Pemilu untuk menjadi anggota DPR, atau bahkan terpilih sebagai presiden. Tokoh atau kader politik yang dipandang berprestasi juga dapat ditunjuk sebagai menteri atau pejabat tinggi negara lainnya. Tampak bahwa politik juga merupakan saluran bagi teijadinya mobilitas sosial.

5. Lembaga keagamaan

Agama menjadi saluran mobilitas sosial melalui dua cara. Pertama, ajaran agama apa pun pasti mewajibkan pemeluknya agar membela kaum lemah atau dengan kata lain meningkatkan kedudukan orang-orang dari lapisan terendah dalam masyarakat. Kedua, para pemimpin agama umumnya menduduki kedudukan sosial yang cukup terhormat di masyarakatnya.

6. Militer

Militer memainkan peran penting dalam masyarakat dengan pemerintahan otoriter/totaliter yang mengandalkan militer sebagai kekuatan pemaksa. Militer juga memainkan peran penting jika negara dalam keadaan perang. Jasa seorang prajurit dalam memenangkan peperangan akan dihargai tinggi oleh masyarakat, terlepas dari kedudukan sosial prajurit itu sebelumnya. Seorang prajurit yang sebelumnya berkedudukan rendah dapat menaikkan kedudukannya ke jenjang yang lebih tinggi karena jasa-jasanya yang-besar.

7. Organisasi Keahlian

Organisasi-organisasi keahlian, seperti: ikatan saijana di bidang keilmuan tertentu, persatuan sastrawan, komunitas seniman, dan sejenisnya dapat pula menjadi saluran mobilitas sosial. Pekerjaan-pekerjaan tersebut ada yang termasuk pekerjaan berstatus tinggi dan ada pula yang berstatus rendah. Walaupun belum diadakan survei secara ilmiah, kita merasa bahwa pekerjaan sebagai dokter, pilot pesawat

terbang, dan dosen di Indonesia termasuk pekerjaan yang berprestise tinggi. Pekerjaan-pekerjaan sebagai kasir bank, sekretaris, dan perawat termasuk pekerjaan yang berprestise sedang. Sementara pekerjaan sebagai supir truk, tukang batu, dan pelayan toko termasuk pekerjaan yang berprestise rendah.

8. Organisasi Keolahragaan

Selain saluran-saluran mobilitas sosial yang telah disebutkan di atas, organisasi keolahragaan juga termasuk di dalamnya. Dengan organisasi keolahragaan, seseroang akan dapat meningkatkan nilai status sosialnya ke jenjang yang lebih tinggi tentunya melalui bidang olahraga. Contohnya saja, seseorang yang ahli dalam bidang sepak bola, ketika ia bermain bagus dengan timnya dan mencetak banyak gol di pertandingan, maka secara otomatis juga akan meningkatkan status sosialnya di masyarakat.

Baca Juga : Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

Itulah beberapa penjeelasan tentang saluran-saluran mobilitas sosial dari Synaoo.com. Semoga materi yang dibagikan dapat bermanfaat untuk sobat semua.

Terimakasih.