Beranda Prakarya dan Kewirausahaan Rangkuman Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Potingan Terkait

Rangkuman Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda merupakan materi dari mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan Kelas 10 Kurikulum Merdeka. Pada postingan ini Synaoo.com akan memberikan rangkuman materi ini agar mudah dipahami oleh sobat semua. Berikut ini adalah ringkasan materinya.

A. Karakteristik Kewirausahaan

Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha yang berarti pejuang yang pandai dalam mengenali dan membuat produk baru, mengatur permodalan, dan memasarkannya. Pelaku wirausaha disebut juga wirausahawan atau entrepreneur yang memiliki kemampuan inovatif dan kreatif. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, dan kemampuan untuk menciptakan produk baru dan meningkatkan efisiensi untuk memperoleh keuntungan lebih besar dengan mengambil risiko dan berpikir kreatif.

Sifat-Sifat Wirausahawan

Wirausahawan memiliki beberapa sifat yang penting untuk sukses dalam dunia bisnis, di antaranya adalah:

  1. Percaya Diri: Wirausahawan yang sukses memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan mampu menghadapi tantangan dengan positif.
  2. Berorientasikan Tugas dan Hasil: Wirausahawan yang sukses selalu fokus pada tugas dan hasil yang ingin dicapai, memiliki motivasi berprestasi, dan berorientasi pada laba.
  3. Berani Mengambil Risiko: Wirausahawan yang sukses berani mengambil risiko dan tidak takut menghadapi kegagalan dalam mencoba hal-hal baru dan inovatif.
  4. Kepemimpinan: Wirausahawan yang sukses memiliki sifat kepemimpinan yang baik, seperti memiliki visi jelas, integritas, kemampuan berkomunikasi yang baik, dan mampu memotivasi orang lain.
  5. Keorisinalitas/Keaslian: Wirausahawan yang sukses memiliki kemampuan berpikir kreatif dan berinovasi untuk menciptakan ide-ide baru yang orisinal dan berbeda.
  6. Berorientasi ke Masa Depan: Wirausahawan yang sukses mampu melihat peluang dan tantangan di masa depan, bukan hanya di saat ini, dan mampu menciptakan produk dan jasa yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha

Memulai sesuatu yang baru tidaklah mudah. Oleh karena itu, seorang wirausahawan harus berani mencoba dan mengambil risiko. Gagal dalam melakukan suatu hal adalah bagian dari proses untuk menuju kesuksesan. Kegagalan bisa menjadi kesuksesan yang tertunda. Jika Anda mencoba berwirausaha dalam suatu bidang dan mengalami kegagalan, jangan berkecil hati dan putus asa. Cobalah lagi! Sebelum memulai berwirausaha, lakukan perhitungan dan perencanaan yang matang.

B. Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Budaya Tradisional sebagai Sumber Inspirasi

Indonesia memiliki kekayaan budaya tradisional yang meliputi berbagai kelompok etnik atau suku bangsa, dengan lebih dari 1.300 suku bangsa yang merupakan jumlah terbanyak di Asia Tenggara. Budaya tradisional terdiri dari dua jenis yaitu budaya nonbenda dan artefak/objek budaya.

Budaya nonbenda meliputi berbagai bentuk seperti pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat. Sedangkan artefak/objek budaya meliputi pakaian daerah, wadah tradisional, senjata, dan rumah adat. Dalam kehidupan sehari-hari, kedua jenis budaya ini tidak terpisahkan dan saling melengkapi.

Produk budaya tradisional baik nonbenda maupun artefak/objek budaya dapat dijadikan sumber inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan. Setiap jenis budaya tradisi dapat menjadi inspirasi untuk diolah menjadi produk kerajinan yang khas. Saat ini, tercatat 4.156 warisan budaya nonbenda yang terdapat di seluruh Indonesia.

Kekayaan budaya tradisi Indonesia merupakan kearifan lokal (local genius) yang tidak terbatas, sehingga dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak habis untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan dengan ciri khas daerahnya masing-masing. Dalam hal ini, kekayaan budaya tradisional Indonesia merupakan potensi luar biasa yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan produk kreatif dalam bidang seni dan budaya.

Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Untuk mendukung kegiatan wirausaha, dibutuhkan sumber daya manusia, bahan, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan yang dikenal sebagai 6M (Man, Money, Material, Machine, Method, dan Market). Dalam wirausaha kerajinan yang terinspirasi dari budaya nonbenda, fokus dapat diberikan pada potensi bahan baku, keterampilan produksi, dan budaya lokal. Karya-karya kerajinan inovatif dapat ditawarkan kepada pasar yang menghargai kebudayaan tradisional. Kemampuan mengatur keuangan juga penting untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan usaha.

C. Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Perancangan dan produksi kerajinan berdasarkan data dari Tugas 2 dan 3 tentang Budaya Nonbenda, Material, dan Teknik produksi. Pengembangan budaya tradisional daerah dan material serta teknik khas daerah harus dilakukan untuk menjaga lestari dan memberi manfaat bagi daerah. Proses perancangan kerajinan dimulai dari pemilihan sumber inspirasi dan ide produk, sketsa, studi model, dan petunjuk produksi. Produk harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar. Perancangan kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda akan menerjemahkan sesuatu yang abstrak menjadi benda. Tahapan penerjemahan meliputi pemahaman terhadap makna simbol, kata kunci, dan ide-ide fungsi dan bentuk kerajinan.

1. Pencarian Ide Produk

Kita sudah mengenal beberapa kekayaan budaya tak berwujud di daerah setempat, seperti tokoh-tokoh dalam cerita rakyat, filosofi dari pantun, simbol-simbol, cerita rakyat, dan tarian tradisional. Memiliki pengetahuan dan apresiasi terhadap hal-hal tersebut dapat mendorong ide untuk membuat produk kerajinan. Ide bisa muncul secara acak atau tidak teratur, dan mungkin tidak lengkap, namun bisa juga muncul secara utuh. Seseorang di antara kita mungkin memiliki ide tentang suatu bentuk unik yang ingin dibuat. Ide tersebut akan memerlukan pemikiran tentang teknik yang tepat dan produk apa yang cocok untuk bentuk tersebut. Seseorang juga bisa mendapatkan ide atau bayangan tentang produk yang ingin dibuat, beserta material, proses, dan alat yang akan digunakan secara lengkap.

2. Membuat Gambar/Sketsa

Gambarkan sketsa ide produk kerajinan untuk membuat ide yang abstrak menjadi berwujud. Gunakan pensil, spidol, atau bolpoin, dan hindari penghapus. Tarik garis tipis-tipis terlebih dahulu, abaikan garis yang kurang tepat, dan buat garis lain di bidang kertas yang sama. Gambarkan ide sebanyak mungkin, termasuk variasi produk dengan fungsi yang sama namun dengan bentuk, warna, dan motif yang berbeda.

3. Pilih Ide Terbaik

Setelah kamu menghasilkan banyak ide dan menggambarkannya dengan sketsa, mulai pertimbangkan ide mana yang paling baik, menyenangkan dan memungkinkan untuk dibuat.

4. Prototyping atau Membuat Studi Model

Sketsa ide yang dibuat sebelumnya hanya berformat dua dimensi dan digambarkan pada bidang datar, sementara kerajinan yang akan dibuat memiliki bentuk tiga dimensi. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah melakukan studi bentuk dalam format tiga dimensi dengan membuat model. Studi model dapat dilakukan dengan menggunakan material asli atau tidak asli.

5. Perencanaan Produksi

Tahap selanjutnya adalah membuat perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut. Prosedur dan langkah-langkah kerja dituliskan secara jelas dan detail agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.

Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Produksi kerajinan berdasarkan inspirasi budaya lokal nonbenda mempertimbangkan daya dukung daerah setempat melalui tiga faktor utama: bahan baku, teknik produksi, dan sumber daya manusia. Persiapan produksi melibatkan pembuatan gambar teknik atau gambar pola sebagai patokan untuk pembelian dan persiapan bahan. Tahapan produksi terdiri dari pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing. Tahap pembahanan mempersiapkan bahan agar siap dibentuk, dilanjutkan dengan proses pembentukan, yang berbeda tergantung pada jenis material dan bentuk dasar material. Tahap finishing dilakukan sebelum produk dimasukkan ke dalam kemasan dan meliputi penghalusan dan/atau pelapisan permukaan. Produksi yang lancar bergantung pada K3 dan memerlukan alat keselamatan kerja serta sikap kerja yang rapi, hati-hati, teliti, dan penuh konsentrasi. Evaluasi terhadap produk kerajinan dilakukan sebagai tahap akhir.

Kemasan Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Kemasan kerajinan melindungi produk dan memudahkan pengiriman ke konsumen. Kemasan juga berfungsi sebagai identitas atau brand, didukung oleh pemilihan material, bentuk, warna, teks, dan grafis yang tepat. Produk yang mudah rusak membutuhkan material berstruktur dan pemilihan material disesuaikan dengan identitas produk. Kemasan dapat dibagi menjadi primer, sekunder, dan tersier. Kemasan primer melindungi produk dari benturan dan kotoran, menampilkan daya tarik produk, dan memudahkan distribusi. Setiap produk membutuhkan identitas, yang dapat berupa stiker atau selubung karton dengan nama dan keterangan. Produk dengan inspirasi budaya dapat ditambahkan label atau lembaran keterangan tentang budaya nonbenda yang menjadi inspirasi.

D. Penghitungan Biaya Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Biaya produksi terdiri dari bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Overhead mencakup biaya seperti listrik, bahan bakar minyak, dan biaya pendukung produksi lainnya, seperti sabun pembersih dan benang.

E. Pemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda

Pemasaran langsung merupakan promosi dan penjualan yang langsung ditujukan kepada konsumen tanpa melalui toko. Penjualan langsung dapat dilakukan melalui promosi dan demo produk kepada calon konsumen. Ada dua jenis sistem penjualan langsung: satu tingkat dan multitingkat. Penjualan satu tingkat merupakan cara paling sederhana yang dilakukan oleh wirausahawan langsung tanpa perlu toko atau pramuniaga. Produsen kerajinan dapat melakukan pemasaran produk dengan cara pemesanan atau membentuk kelompok penjual yang menjualkan produknya secara langsung kepada konsumen. Kelompok penjual dapat terdiri dari beberapa tingkat. Produk perusahaan yang melakukan penjualan langsung wajib memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung dari BKPM sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan No. 32 Tahun 2008.

Sekian rangkuman materi Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda yang dapat dibagikan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Kategori