Jika berbicara pranata agama kita harus mengetahui apa itu agama terlebih dahulu. Agama merupakan sesuatau teramat penting yang mengatur kehidupan manusia. Menurut pendapat Durkheim agama adalah suatu sistem terpadu dari kepercayaan dan praktik keagamaan yang berkaitan dengan hal-hal yang suci, yang dapat mempersatukan orang-orang beriman ke dalam kelompok atau komunitas moral yang disebut umat. Pendapat lain mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem keyakinan dan praktik keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan secara luas.

Menurut Talcott Parsons, faktor penyebab manusia membutuhkan lembaga agama antara lain sebagai berikut:

  • Manusia tidak mengerti dan tidak mampu dalam menghadapi masalah tertentu seperti bencana alam dan kematian.
  • Kelangkaan hal-hal yang dapat memberikan jawaban yang memusakan.

Di dalam agama diatur adanya hubungan vertikal dan horizontal dimana hubungan vertickal itu hubungan dengan Tuhan sedangkan horizontal itu hubungan antara manusia dengan manasuia.

Pengertian Pranata Agama

Pranata Agama adalah sebuah pranata yang memiliki andil pending dalam menuntun serta mengatur jalan hidup manusia. Agama adalah sebuah kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa, sistem budaya, serta pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan dari kehidupan dengan berbagai ajaran, larangan, anjuran dan juga kewajiban yang mengikat bagi umatnya. Karenanya agama lebih sering menggunakan istilah religi atau religiositas.

Pranata agama juga dapat dikatakan sebagai pranata religi (religious institutions). Religi atau religiositas ialah kepaduan suatu sistem antara keyakinan dan praktik yang erat kaitannya dengan hal-hal yang sifatnya suci. Religiositas memiliki dua unsur ajaran yang hakiki, yaitu sesuatu yang berada di dunia ini (imanen) dan sesuatu yang berada di luar jangkauan pengindraan manusia (transedental).

Pranata agama merupakan suatu petunjuk atau sistem yang mengatur tentang tata cara umat untuk beriman dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu, pranata agama juga mengatur tentang orde kaidah yang berhubungan dengan pergaulan antarumat manusia lalu lingkungannya. Bahkan, pada agama Islam, sebagai petunjuk yang dianut mengatur tentang keseluruhan ulah kehidupan manusia.

Peran Pranata Agama

1. Fungsi ajaran atau aturan

Memberi tujuan atau orientasi sehingga timbul rasa saling hormat antarsesama manusia. agama juga dapat menumbuhkan sikap disiplin, pengendalian diri, dan mengembangkan rasa kepekaan social. tiap-tiap ajaran agama pada dasarnya mengarah ke satu tujuan, yaitu kebaikan.

2. Fungsi hukum

Memberikan aturan yang jelas terhadap tingkah laku manusia akan hal-hal yang dianggap benar dan hal-hal yang dianggap salah.

3. Fungsi sosial

Sehubungan dengan fungsi hokum, aturan agama juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sosial manusia, yaitu sebagai dasar aturan kesusilaan dalam masyarakat, mislanya dalam masalah ekonomi, pendidikan, kesehatan, perkawinan, kesenian, arsitektur bangunan, dll.

4. Fungsi ritual

Ajaran agama memiliki cara-cara ibadah khusus yang tentu saja berbeda dengan agama lainnya. Seseorang yang telah menentukan agamanya, harus mau menjalankan ibadah sesuai yang diperintahkan Tuhan dengan ikhlas sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada kitab suci. Dengan memahami dan mendalami ajaran agama, seseorang akan mengetahui sanksi yang akan diterimanya jika ia melakukan pelanggaran. hal ini akan membuat orang melakukan pengendalian diri agar dapat selalu menjauhi larangan-Nya dan berusaha selalu melakukan perintah-Nya.

5. Fungsi transformatif

Agama dapat mendorong manusia untuk melakukan perubahan kea rah yang lebih baik. Misalnya dengan agama, ummat manusia mampu menciptakan karya-karya seni besa, seperti, candi, masjid, dan bangunan-bangunan lainnya, penyebab timbulnya penjelajahan samudra salah satunya didorong oleh keinginan menyebarkan agama. Pada umumnya, suatu agama memiliki aturan yang berbeda dengan ajaran agama lain. Oleh karena itu,kita harus dapat menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat agar tidak terjebak dalam fanatisme agama yang berlebihan.

Fungsi Pranata Agama

Fungsi pokok pranata Agama adalah memberikan pedoman bagi manusia untuk berhubungan dengan tuhannya. Fungsi lain memberikan dasar bagi perilaku ajeg (berpola) :

  1. Kepercayaan, Islam percaya ada Allah Swt, pada Kristen katolik dan Kristen portestan percaya adanya Tuhan yesus, agama Buddha percaya adanya adhi Buddha dan agama sinto percaya adanya dewi matahari amaterasu omikami.
  2. Simbol Agama, Agama memiliki berbagai simbol. Bagi umat islam dapat terlihat dari busana islam yang digunakan. Memakai peci putih adalah simbol bagi yang sudah manjalakan ibadah haji , bagi umat Kristen memakai jubah adalah simbol untuk pastor, pendeta dan para biarawan/barawati.
  3. Praktik Agama, Setiap agama mengenal praktik keagamaan seperti salat (islam) kebatian (Kristen), misa kudus (katolik), dan bersemandi (hindu).
  4. Pemeluk Agama, Tiap agama mempunyai pemeluk. Setiap pemeluk mengadakan pengelompokan sehingga menjadi komunitas, misalnya pengelompokan umat islam majelis taklim, muhammadiah dan remaja mesjid, dan bagi Kristen katolik mempuyai komunitas mudika (muda mudi katolik) serta menurut agama masing-masing.
  5. Pengalaman Agama, Setiap pemeluk agama mempunyai hubungan pribadi dengan tuhan menurut agamanya masing-masing. Oleh karena itu setiap pribadi mempunyai pengalaman secara khusus yang disebut panggilan. Bagi umat islam panggilan berarti undangan untuk menunaikan ibadah haji bagi yang mampu, bagi umat Kristen panggilan berarti menaggapi tawaran tuhan , ada panggilan menjadi pstor, pendeta guru, dan sebagainya.
  6. Mendorong tumbuhnya lembaga-lembaga keagamaan, seperti dibangunnya tempat-tempat ibadah (masjid, gereja, pura, wihara); tempat-tempat mempelajari agama (madrasah, pesantren, dll); beserta aparat-aparatnya (kyai, pendeta, santri, dll)
  7. Tetap terpeliharanya dan terjaganya norma-norma agama sebagai bagian dari sistem norma di masyarakat.
  8. Mengarahkan warga masyarakat untuk mencapai kesejahteraan dan kedamaian batin dan mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Peran pranata bagi Kehidupan dan Contohnya

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat penganut agama. Berbagai jenis agama dan kepercayaan tumbuh dan berkembang di masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut, maka diperlukan suatu pranata, yaitu norma yang mengatur hubungan antarmanusia, antara manusia dengan alam, dan antara manusia dengan Tuhan-Nya sehingga ketentraman dan kedamaian batin dapat dikembangkan.

Contoh Pranata Agama

1. Contoh positif

  • Menjalankan ibadah bersama umat beragam yang sama dengan agama kita seperti shalat berjamaah, kebaktian bersama, bersembahyang di pura.
  • Menghormati dan bekerja sama dengan sesama umat beragama yang sama ataupun berbeda agama.
  • Berdiskusi bersama mengenai masalah sosial kemasyarakatan.
  • Mengikuti kegiatan kemasyarakatan di kampung seperti karang taruna, PKK, dasawisma, posyandu, dan kerja bakti.
  • Menghormati antar sesama yang sedang melaksanakan ibadah.

2. Contoh negatif :

  • Menghina agama orang lain semaunya.
  • Mengangganggu ibadah agama lain.

Peran Pranata agama dalam masyarakat modern

Kehidupan beragama dalam masyarakat tradisional lebih kuat dan terasa bila dibandingkan dengan kehidupan beragama masyarakat modern. Bentuk-bentuk ritual keagamaan yang berhubungan dengan kehidupan tidak pernah terlupakan dan kadang-kadang pelaksanaannya disertai dengan serangkaian upacara adat yang dianggap mempunyai makna tertentu.

Oleh karena itu,kadang-kadang sulit dibedakan secara jelas mana yang termasuk adat istiadat dan mana yang termasuk agama. Keduanya dianggap sebagai satu kesatuan nilai yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Fungsi pranata agama bagi masyarakat tradisional adalah mengatur hubungan manusia dengan Yang Maha Pencipta, menjalankan perintahNya dan menjauhi larangan-Nya sesuai dengan norma agama yang dianut.