Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional

Salam Synaoo,
Pada artikel ini, Synaoo.com akan menyajikan materi Ekonomi, yaitu Bab Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional.
Materi Versi PDF DOWNLOAD
Sebelum menginjak pada materinya alangkah lebih baik sobat baca analisa materi dan peta konsep berikut ini.
ANALISIS MATERI
Tingkat Kesulitan : Medium
PETA KONSEP
A. Perdagangan Internasional
– Teori Perdagangan Internasional
– Konsep Perdagangan Internasional
– Kebijakan Perdagangan Internasional
– Dampak Perdagangan Internasional
– Alat Pembayaran Internasional
– Neraca Perdagangan
B. Kerjasama Ekonomi Internasional
– Konsep Kerjasama Internasional
– Bidang-bidang Kerjasama Internasional
– Dampak Kerjasama Ekonomi Internasional
Nah,,, setelah sobat membaca analisa materi dan peta konsep di atas semoga sobat bisa memahami konteks bab kali ini.
Berikut adalah materi lengkap Bab Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional.

A.Perdagangan Internasional

1. Teori Perdagangan Internsional
a. Teori Keunggulan Mutlak
Teori keunggulan mutlak yaitu keuntungan yang diperoleh suatu negara karena mengkhuskan kegiatan produksi barang dengan efisiensi yang lebih tinggi dari negara lain. Teori ini dicetuskan oleh Adam Smith.
Catatan : Dimisalkan dua negara yaitu Malaysia dan Indonesia memproduksi produk otomotif dan pangan. Indonesia pada produk otomotif kalah dengan Malaysia, sedangkan pada produk pangan Indonesia lebih unggul. Berdasarkan hal tersebut Indonesia menjadikan produk pangan sebagai produk unggulan mutlak sedangkan Malaysia menjadikan produk otomotif sebagai produk unggulan mutlaknya.
b. Teori Keunggulan Komparatif
Teori kenggulan komparatif adalah keuntungan yang diperoleh suatu negarakarena melakukan spesialisasi dengan memproduksi barang yang memiliki hargarelatif atau harga dasar tukar domestik yang lebih rendah dari negara lain. Teori ini dicetuskan oleh David Ricardo John Stuart Mill.
c. Teori Heckscher-Ohlin
Teori ini menyatakan bahwa perbedaan produktivitas karena jumlah fakator produksi yang dimiliki tiap-tiap negara akan menimbulkan perbedaan harga barang faktor produksi.
2. Konsep Perdagangan Internasional
a. Manfaat
– Bagi negara pengimpor dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya, sedangkan bagi negara pengekspor mendapatkan keuntungan atas produk yang dihasilkan.
– Meningkatkan kerjasama antarnegara.
– Mengenalkan kebudayaan lokal ke negara lain.
– Memperkuat hubungan diplomasi dan mencari  dukungan negara lain.
– Meningkatkan kemampuan teknologi bagi negara berkembang.
– Memperkuat kerjasama persenjataan dan penjagaan perbatasan.
b. Faktor Pendorong
– Perbedaan sumber daya tiap negara.
– Perbedaan Teknologi.
– Memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri.
– Memperoleh keuntungan.
– Selera masyarakat pada suatu produk.
– Peningkatan kerjasama.
c. Faktor Penghambat
– Perbedaan mata uang.
– Kebijakan pada produk impor.
– Letak geografis yang menyebabkan lama pengiriman.
– Konflik di suatu negara.
– Standar kualitas SDM.
3. Kebijakan Perdagangan Internasional
a. Tujuan Kebijakan Perdangan Internasional
– Melindungi sektor produksi dalam negeri.
– Memperluas kesempatan kerja.
– Mengurangi defisit neraca perdagangan.
– Meningkatkan kualitas produksi.
– Menentukan harga di pasaran.
– Memperlancar perdagangan internasional.
– Menciptakan kestabilan ekonomi.
b. Komponen Kebijakan Perdagangan Internasional
– Tarif : Bea atas keluar masuk produk dari negara lain.
– Kuota : Pembatasan jumlah barang yang dapat diekspor atau diimpor.
– Larangan Ekspor Impor : Bertujuan untuk melindungi produsen dan konsumen dalam negeri.
– Subsidi dan premi : Pemberian hadiah/insetif dari pemerintah untuk membantu produsen dalam negeri.
– Devaluasi : Kebijakan menurunkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.
– Dumping : Kebijakan menjual barang di luar negeri dengan harga lebih rendah daripada di dalam negeri.
4. Dampak Perdagangan Intenasional
a. Dampak Positif
– Mendorong spesialisasi produksi.
– Meningkatkan ekspor.
– Mendorong pertumbuhan ekonomi.
– Terserapnya tenaga kerja.
– Menambah penerimaan negara.
b. Dampak Negatif
– Ancaman bagi industri dalam negeri.
– Timbul ketergantungan pada negara lain.
– Eksploitasi SDA berlebihan.
– Memicu persaingan tidak sehat.
5. Alat Pembayaran Internasional
a. Pembayaran Tunai
– Cek : surat perintah nasabah kepada bank untuk membayarkan uang langsung pada pihak yang namanya tertera pada cek.
– Wesel bank atas unjuk : surat wesel yang diterbitkan bank domestik di negara importir yang ditunjukkan kepada bank korespondennya di negara lain.
– Telegraphic transfer : cara pembayaran yang dilakukan bank antar negara agar membayarkan sejumlah dana dari rekening deposit.
b. Pembayaran Nontunai
– Open account : pembayaran yang dilakukan setelah barang diterima imortir dan tidak memerlukan surat perintah pembayaran.
– Commercial bill of exchange : surat dari penjual berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang tertentu pada masa mendatang.
– Letter of credit : surat yang diterbitkan bank atas permintaan importir ketika bank menyetujui akan mmbayarkan wesel kepada eksportir.
– Private compensation : pembayaran internasional yang melibatkan penduduk suatu negara dan penduduk negara lain tanpa berpindah tempat.
– Consignment : penjualan barang yang dititipkan oleh eksportir luar negeri sehingga importi dalam negeri hanya menyetor uang sejumlah barang yang terjual.
6. Neraca
a. Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah suatu catatan aliran keuangan yang menunjukkan nilai transaksi perdagangan dan aliran dana yang dilakukan suatu negara dengan negara lain pada tahun berjalan.
b. Neraca Perdagangan
Neraca perdagangan adalah neraca yang mencatat kegiatan ekspor dan impor barang.
c. Neraca Jasa
Neraca jasa adalah neraca yang mencatat kegiatan ekspor dan impor jasa.

B. Kerjasama Ekonomi Internasional

1. Konsep Kerjasama Ekonomi Internasional
a. Tujuan
– Meningkatkan ekonomi negara.
– Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
– Meningkatkan hubungan antarnegara.
– Mengisi kekurangan dan kebutuhan antarnegara.
– Memelihara perdamaian dunia.
b. Faktor yang Memengaruhi
– Letak geografis.
– Kondisi iklim dan kesuburan tanah.
– Perbedaan Sumber Daya.
– Terjadinya globalisasi.
– Keinginan memperoleh dukungan negara lain.
– Sistem ekonomi yang dianu suatu negara.
– Ideologi dan Sistem Politik.
c. Manfaat
– Meningkatkan investasi.
– Meningkatkan keuangan negara.
– Meningkatkan daya saing ekonomi.
– Menambah devisa.
– Menguatkan posisi perdagangan.
– Mendorong transfer teknologi.
d. Dampak
Dampak positif :
– Menambah sumber dana pembangunan.
– Investasi bertambah.
– Meminimalisir hambatan perdagangan internasional.
– Kesejahteraan masyarakat meningkat.
– Mendorong kemajuan IPTEK.
Dampak negatif :
– Ketergantungan dengan negara lain.
– Jumlah tenaga kerja asing meningkat.
– Perekonomian didominasi negara maju.
– Persaingan berat bagi perekonomian dalam negeri.
e. Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional
– Perdagangan : World Trade Organization (WTO)
– Produsen : Organization of the Petroluem Exporting Countries (OPEC) organisasi produsen minyak
– Keuangan : International Monetary Found (IMF)
– Pasar Bersama : ASEAN Free Trade Agreement AFTA
2. Bentuk Kerjasama Ekonomi Internasional
a. Kerjasama Bilateral : Kerjasama ekonomi melibatkan dua negara.
b. Kerjasama Regional : Kerjasama dalam antarnegara dalam satu kawasan.
c. Kerjasama Subregional : Kerjasama beberapa negara di subkawasan yang letaknya berdekatan.
d. Kerjasama Antarregional : Kerjasama beberapa negara suatu kawasan dengan kawasan berbeda.
e. Kerjasama Internasional : Kerjasama negara-negara di dunia.
3. Lembaga Kerja Sama Ekonomi Internasional.
a. Association of South East Asian Nations (ASEAN)
ASEAN merupakan lembaga kerjasama antarnegara se-Asia Tenggara.
b. ASEAN Free Trade Area (AFTA)
Merupakan kesepakatan kerjasama perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara.
c. Cina-ASEAN Free Trade Area (Cina-AFTA)
Merupakan lembaga kerja sama perdagangan antara Cina dengan negara-negara ASEAN.
d. Asia Pasific Economic (APEC)
Merupakan kerjasama negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
e. Asian Development (ADB)
Merupakan kerja sama di kawasan Asia yang memfalitasi perkembangan sosial dan ekonomi di kawasan Asia.
f. World Bank (Bank Dunia)
Bank dunia merupakan bank yang dibentuk dengan tujuan membantu pembangunan, memberikan pinjaman, dan perkembangan negara.
g. International Monetary Fund (IMF)
IMF adalah lembaga yang bertujuan mengatur pembayaran internasional.
h. Islamic Development Bank (IDB)
IDB bertujuan meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi negara anggota dan masyarakat muslim berdasar prinsip syariah.
i. Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
OPEC merupakan lembaga yang mengatur produksi dan pemasaran minyak untuk menghindari persaingan tidak sehat.
j. World Trade Organization (WTO)
Merupakan lembaga yang mengatur masala perdagangan antarnegara.