Perbedaan Al-Quran Dengan Hadits Qudsi

perbedaan alquran dengan hadits qudsi

Al-Quran dan Hadits merupakan peninggalan utama Nabi Muhammad SAW yang menjadi pedoman utama bagi umat Islam. Al-Quran merupakan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Sedangkan hadits merupakan segala perkataan, perbuatan, dan pernyataan nabi Muhammad SAW.

Salah satu jenis hadits yang hampir mirip dengan al-quran akan tetapi berbeda yaitu hadits qudsi.

Perbedaan Al-Quran dengan Hadits Qudsi

  1. Al Quran Al Karim adalah kalam Allah yang diwahyukan kepada Rasulullah dengan lafadznya. Dengan kalam Allah itu pula, orang Arab ditantang untuk membuat yang serupa dengannya, sepuluh surat yang serupa itu, bahkan satu surat, tetapi mereka tidak mampu membuatnya. Tantangan itu tetap berlaku karena Al Quran adalah mukjizat yang abadi hingga hari kiamat, sedangkan hadits qudsi tidak digunakan untuk menantang dan tidak pula untuk mukjizat.
  2. Al Quran Al Karim hanya dinisbatkan kepada Allah sehingga dikatakan, “Allah ta’ala telah berfirman”, sedangkan pada hadits qudsi terkadang diriwayatkan dengan disandarkan kepada Allah sehingga nisbat hadits qudsi kepada Allah merupakan nisbat yang dinubuatkan. Maka dikatakan, “Allah telah berfirman atau Allah berfirman.” Terkadang pula diriwayatkan dengan disandarkan kepada Rasulullah SAW., tetapi nisbatnya adalah nisbat khabar. Karena Nabi yang menyempaikan hadits itu dari Allah, dikatakan Rasulullah SAW mengatakan mengenai apa yang diriwayatkan dari Tuhannya.
  3. Seluruh isi Al Quran dinukil secara mutawatir sehingga kepastiannya sudah mutlak. Hadits-hadits qudsi kebanyakannya adalah khabar ahad sehingga kepastiannya masih merupakan dugaan. Ada kalanya hadis qudsi itu sahih, terkadang hasan, dan terkadang pula dhaif.
  4. Al Quran Al Karim dari Allah, baik lafadz maupun maknanya maka Al Quran adalah wahyu, baik dalam lafadz maupun maknanya. Adapun hadis qudsi, maknanya saja yang dari Allah, sedangkan ladznya dari Rasulullah SAW. Hadis qudsiadalah wahyu dalam makna, tetapi bukan dalam lafal. Oleh karena itu, menurut sebagian besar ahli hadis, diperbolehkan meriwayatkan hadis qudsi dengan maknanya saja.
  5. Membaca Al Quran Al Karim merupakan ibadah sehingga dibaca di dalam shalat. Sedangkan hadis qudsi tidak disuruh dibaca di dalam shalat. Allah memberikan pahala membaca hadis qudsi secara umum saja. Membaca hadis qudsi tidak akan memperoleh pahala seperti yang disebutkan dalam hadits mengenai membaca Al Quran bahwa pada setiap huruf terdapat kebaikan.

Sekian pembahasan singkat mengenai perbedaan Al-Quran dengan hadits qudsi. Semoga pembahasan yang dipaparkan dapat bermanfaat bagi saudaraku sekalian.

Terimakasih.

Sumber : Buku Ulumul Hadis Karya Drs. M. Agus Solahudin, M.Ag. dan Agus Suryadi, LC. M.Ag.

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"