Perangkat Organisasi Koperasi Indonesia

40
perangkat organisasi koperasi

Sebagai badan hukum atau lembaga yang mampu menunjang perekonomian, pengelolaan koperasi harus dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. Pihak yang menjadi pengelola koperasi harus memahami nilai dan prinsip koperasi agar pelaksanaan pengelolaan koperasi berjalan sesuai aturan dan mampu memberikan manfaat maksimal bagi anggota dan masyarakat. Pengelolaan koperasi meliputi perangkat organisasi koperasi, anggota koperasi, modal, dan sisa hasil usaha (SHU).

Pengelolaan koperasi membutuhkan sumber daya manusia berkualitas. Pengelola koperasi tergabung dalam perangkat organisasi koperasi.

Adapun perangkat organisasi koperasi terdiri atas rapat anggota, pengurus, dan pengawas. Setiap perangkat memiliki tugas dan wewenang yang berbeda.

1. Rapat Anggota

Rapat anggota merupakan pemgang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. Rapat anggota menjadi wadah untuk menampung aspirasi anggota dan minimal diselenggarakan sekali dalam setahun (rapat anggota tahunan). Rapat anggota diselenggarakan pengurus dan dihadiri anggota, pengurus, dan pengawas koperasi.

Wewenang Rapat Anggota

  • Menetapkan kebijakan umum organisasi koperasi.
  • Mengubah dan menetapkan anggaran dasar.
  • Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengawas dan pengurus.
  • Menetapkan batas maksimum pinjaman yang dapat dilakukan oleh pengurus, untuk dan atas nama koperasi.
  • Menetapkan rencana kerja serta rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi.
  • Meminta keterangan dan mengesahkan pertanggungjawaban pengawas dan pengurus atas tugas yang telah dilaksanakan.
  • Menetapkan pembagian sisa hasil usaha (SHU).
  • Memutuskan penggabungan, peleburan, kepailitan, dan pembubaran koperasi.
  • Menetapkan keputusan lain berdasarkan undang-undang.

Pada rapat anggota, setiap anggota koperasi berhak mengemukakan pendapat, memilih atau dipilih menjadi pengurus koperasi, dan berhak menghadiri rapat anggota tersebut. Keputusan yang dihasilkan rapat anggota dianggap tidak sah dan tidak mengikat anggota jika jumlah minimal kuorum (setengah jumlah anggota koperasi ditambah satu orang) tidak terpenuhi.

2. Pengurus Koperasi

Pengurus dipilih dan diangkat oleh anggota koperasi dalam rapat anggota. Masa jabatan pengurus paling lama lima tahun dan dapat dipih kembali untuk periode berikutnya. Sesorang yang bukan termasuk anggota koperasi diperbolehkan menjadi pengurus koperasi.

Pihak yang bertugas menjadi pengurus koperasi harus mampu melaksanakan perbuatan hukum, berkemampuan mengelola koperasi, tidak pernah menjadikan badan usaha yang dikelaolanya dinyatakan pailit, tidak pernah dihukum, dan memenuhi anggaran dasar koperasi. Kualitas dari pengurus juga sangat memengaruhi keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya.

Tugas Pengurus Koperasi

  • Mengelola koperasi berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).
  • Memajukan usaha anggota koperasi.
  • Menyusun laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas untuk diajukan rapat anggota.
  • Menyusun rancangan rencana kerja serta anggaran pendapatan dan belanja koperasi untuk diajukan kepada rapat anggota.
  • Menyusun rencana pelatihan, pendidikan, dan komunikasi koperasi untuk diajukan di rapat anggota.
  • Menyelenggarakan pembukuan dan ineventaris secara tertib.
  • Menyelenggarakan pembinaan karyawan secara efektif dan efisien.
  • Memelihara buku daftar anggota, buku daftar pengawas, buku daftar pengurus, dan risalah rapat anggota.
  • Melayani upaya lain bagi kepentingan, kemanfaatan, dan kemajuan koperasi sesuai tanggung jawab dan keputusan rapat anggota.

Wewenang Pengurus Koperasi

  • Mewakili koperasi di dalam dan luar pengadilan.
  • Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru dan memberhentikan anggota sesuai anggaran dasar atau anggaran rumah tangga.
  • Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi sesuai tanggung jawab dan keputusan rapat anggota.

3. Pengawas Koperasi

Pada pengurus organisasi koperasi selanjutnya yaitu pengawas. Pengawas koperasi sangat dibutuhkan untuk kelancaran koperasi dalam mencapai tujuannya.

Tugas Pengawas Koperasi

  • Memberikan nasihat dan mengawasi pengurus.
  • Mengusulkan calon pengurus.
  • Mengawasi pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan koperasi oleh pengurus.
  • Melaporkan hasil pengawasan kepada rapat anggota.

Wewenang Pengawas Koperasi

  • Menetapkan penerimaan dan penolakan anggota baru.
  • Memberhentikan anggota sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.
  • Meminta dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dari pengurus dan pihak lain yang terkait.
  • Mendapatkan laporan berkala tentang perkembangan usaha dan kinerja koperasi dari pengurus.
  • Memberikan persetujuan atau bantuan kepada pengurus dalam melakukan perbuatan hukum tertentu yang ditetapkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi.
  • Memberhentikan pengurus untuk sementara waktu dengan menyebutkan alasan.

Baca Juga : Jenis-Jenis Koperasi

Sekian pembahasan mengenai materi perangkat organisasi koperasi. Semoga pembahasan materi yang diberikan dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.

Selamat Belajar !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here