Pada postingan kali ini kita akan belajar tentang pengertian kepribadian, unsur-unsur kepribadian, dan faktor-faktor kepribadian. Berikut ini adalah pembahasan selengkapnya.

A. Pengertian Kepribadian

Kepribadian adalah gambaran secara umum dari perilaku seorang individu yang sangat khas yang mana dapat terlihat dari perilaku sehari-harinya. Wujud nyata dari kepribadian dapat berupa banyak hal diantaranya perangai, sikap, atau perilaku, tutur kata, persepsi, kegemaran, keimanan, dan lain sebagainya.

Kepribadian merupakan perpaduan antara warisan biologis yang diterima seseorang dari leluhurnya dengan pengaruh lingkungan melalui proses interaksi dan proses sosialisasi sejak lahir hingga dewasa.

Pengertian Kepribadian Menurut Para Ahli

  1. Koentjaraningrat, Kepribadian ialah susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku tiap manusia, atau kepribadian adalah ciri-ciri watak seseorang yang konsisten sebagai identitas dirinya yang khusus.
  2. Allport, Kepribadian ialah organisasi dinamis dari sistem psikofisis dalam diri individu yang menentukan keunikan penyesuaian diri terhadap lingkungan.
  3. Yinger, Kepribadian ialah keseluruhan perilaku seseorang dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi atau perpaduan yang utuh dari sikap, sifat, pola pikir, emosi, dan nilai-nilai yang memengaruhi seseorang agar berbuat sesuai dengan norma yang diharapkan.
  4. M.A.W. Brower, Kepribadian ialah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang.
  5. Theodore R. Newcombe, Kepribadian ialah organisasi sikap-sikap (predispositions) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
  6. Cuber, Kepribadian ialah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

Dari beberapa definisi tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian adalah menunjuk pada pengaturan sikap-sikap seseorang untuk berbuat, berpikir, dan merasakan terutama ketika mengadakan interaksi sosial dengan orang lain.

B. Unsur-unsur Kepribadian

Terdapat banyak bagian atau unsur pembentuk kepribadian sebagai bagian dari pemahaman tentang kepribadian. Adapun unsur-unsur pembentuk kepribadian sebagai berikut:

1. Pengetahuan

Setiap manusia berusaha untuk mengisi pemikiran-pemikirannya dengan berbagai macam pengetahuan yang ada di lingkungannya. Segala hal yang telah dipelajari sebagai pengetahuan direkam dalam otak dan dicerna atau direspon melalui bentuk-bentuk perilaku tertentu.

2. Perasaan

Perasaan merupakan bentuk penilaian seseorang terhadap sesuatu hal yang berupa perasaan positif ataupun negatif sehingga penilaian ini akan memberikan respon yang positif maupun negatif. Setiap perilaku yang didasari atas perasaan memiliki penilaian yang subjektif karena setiap manusia mempunyai penilaian terhadap seseorang itu berbeda-beda.

3. Dorongan Naluri

Dorongan naluri adalah keinginan yang ada pada diri seseorang bersumber dari panca indra sebagai aksi yang kemudian dicerna dan diwujudkan dalam bentuk reaksi. Setiap dorongan naluri merupakan perwujudan dari keinginan manusia untuk menanggapi rangsangan tersebut.

Terdapat tujuh dorongan naluri dalam diri manusia, yaitu:

  • Dorongan untuk mempertahankan hidup.
  • Dorongan seksual.
  • Dorongan untuk mencari makan.
  • Dorongan untuk bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia.
  • Dorongan untuk meniru tingkah laku sesamanya.
  • Dorongan untuk berbakti.
  • Dorongan akan keindahan bentuk, warna, suara, dan gerak.

C. Faktor-faktor Kepribadian

Dari bagian-bagian pembentuk kepribadian tersebut dapat terlihat bahwa kepribadian yang tumbuh dan berkembang dalam diri individu dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:

1. Warisan Biologis

Adanya persamaan biologis dalam diri setiap manusia membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang. Semua manusia yang normal dan sehat memiliki persamaan biologis tertentu seperti mempunyai dua tangan, dua kaki, panca indra, otak, dan sebagainya. Selain itu setiap warisan biologis membentuk karakter kepribadian yang unik karena tidak semua orang mempunyai karakter fisik yang sama meskipun anak kembar pasti ada perbedaannya.

Hal serupa yang terkait dengan biologis adalah kematangan biologis. Kematangan biologis yaitu misalnya seorang anak berusia 2 tahun yang dipaksa belajar membaca dan menghitung tentu saja mengalami kesulitan. Ini bukan karena anaknya yang bodoh akan tetapi karena pada umur 2 tahun otot mata belum berkembang dengan sepenuhnya.

Cobalah anati perbedaan orang gemuk dan orang kurus. Apakah penilaian terhadap karakter kepribadian mereka berbeda, misalnya orang kurus pasti periang sedangkan orang gemuk suka marah? Sebuah penelitian menyebutkan bahwa karakter fisik seseorang selalu didefinisikan secara sosial dan kultural oleh setiap masyarakat sehingga orang gemuk tidak bisa diartikan sebagai orang yang pemarah. Ini hanya penilaian sosial masyarakat saja memberikan cap negatif kepada orang yang gemuk.

2. Lingkungan Fisik

Faktor lain yang memengaruhi kepribadian ialah lingkungan fisik seperti iklim, topografi dan sumber alam. Akan tetapi menurut para ahli sosiologi faktor ini tidak dianggap cukup penting dalam memengaruhi kepribadian seseorang. Misalnya saja bagaimana suku Aborigin (Australia) harus berjuang dengan gigih untuk tetap hidup, padahal bangsa Samoa hanya memerlukan sedikit waktu setiap harinya untuk mendapatkan makanan.

3. Kebudayaan Khusus

Coba kalian perhatikan masyarakat petani dengan masyarakat kota di lingkungan sekitar kalian. Apakah mereka memiliki kepribadian yang berbeda? Kita mengetahui bahwa setiap masyarakat selalu memiliki karakter yang khusus dan berbeda satu sama lain. Karakter yang khas ini bisa disebut sebagai kebudayaan khusus yang hanya dapat ditemui dalam suatu masyarakat tertentu.

4. Pengalaman Kelompok

Sangatlah jelas sekali bahwa anggota kelompok yang lain memiliki pengaruh yang penting bagi kepribadian individu.

Adapun kelompok tersebut dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

  1. Kelompok Acuan (Reference Group). Merupakan suatu kelompok yang diterima sebagai panutan atau model untuk penilaian atau tindakan seseorang. Pembentukan kepribadian seseorang sangatlah ditentukan oleh pola hubungan dengan kelompok referensinya di tahun-tahun pertama yaitu dalam lingkungan keluarga. Dan seiring perkembangannya kelompok referensinya juga akan berkembang dan berpencar sesuai dengan keinginannya.
  2. Kelompok Majemuk. Kelompok ini timbul karena mengingat kompleksnya sebuah masyarakat. Sesuatu yang harus ditegakkan bisa saja dianggap tidak perlu oleh anggota masyarakat lainnya. Dalam keadaan seperti ini maka seseorang harus berusaha dengan keras untuk mempertahankan haknya untuk menentukan sendiri apa yang dianggapnya baik dan bermanfaat bagi diri dan kepribadiannya, sehingga tidak terhanyut dalam arus perbedaan pada kelompok majemuk tempat tinggalnya.
  3. Pengalaman Unik. Menurut Paul Horton, kepribadian tidak dibangun dengan menyusun peristiwa di atas peristiwa lainnya. Arti dan pengaruh suatu pengalaman tergantung pada pengalaman-pengalaman yang mendahului. Pengalaman-pengalaman yang unik akan memengaruhi kepribadian seseorang karena setiap pengalaman seseorang berbeda-beda dan tidak ada yang dapat menyamai sehingga kepribadian seseorang juga berbeda-beda.