Apa kepanjangan ASEAN? Apa pengertian ASEAN? Negara mana saja anggota organisasi ASEAN? Apa tujuan didirikannya ASEAN? Bagaimana sejarah berdirinya ASEAN? Eits sabar dulu. Tenang saja, pertanyaan sobat Synaoo akan di jawab secara lengkap melalui pembahasan ASEAN berikut ini.

Sebelum memasuki pembahasan mungkin kalian masih bertanya-tanya.

Apa Kepanjangan ASEAN?

Kepanjangan ASEAN adalah Association of South East Asia Nation. Kalau dalam bahasa Indonesia artinya adalah Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Perbara).

Pengertian ASEAN

ASEAN adalah sebuah perhimpunan atau organisasi geo-politik dan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Baca Juga : Peran Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia

Tujuan Pembentukan ASEAN

Adapun tujuan pembentukan ASEAN sebagai berikut.

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, sosial, dan kebudayaan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara.
  • Meningkatkan stabilitas dan keamanan regional dan mematuhi prinsipprinsip Piagam PBB.
  • Meningkatkan kerja sama bidang ekonomi, sosial, politik, administrasi, dan Iptek.
  • Saling membantu dalam kegiatan pelatihan dan penelitian bidang pendidikan, profesi, teknik, dan administrasi.
  • Bekerja sama daIam bidang pertanian, industri, perluasan perdagangan, transportasi, dan komunikasi.
  • Memelihara kerja sama bidang organisasi regional dan internasional.
  • Mengadakan pembahasan bersama mengenai permasalahan di kawasan Asia Tenggara khususnya, dan kawasan Asia pada umumnya.

Prinsip-Prinsip ASEAN

Berikut ini adalah beberapa prinsip utama ASEAN.
  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
  • Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
  • Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
  • Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
  • Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
  • Kerjasama efektif antara anggota

Sejarah ASEAN

1. Latar Belakang Berdirinya ASEAN

Kawasan Asia Tenggara pada zaman dahulu menjadi sasaran imperialisme dan kolonialisme bangsa Barat. Hampir seluruh negara di kawasan Asia Tenggara pernah merasakan penjajahan bangsa Barat. lndonesia, Malaysia, Filipina, dan Singapura merupakan beberapa negara yang mengalami penjajahan bangsa Barat.

Perasaan senasib di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara tersebut menghasilkan suatu inisiatif untuk membentuk kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Inisiatif pembentukan organisasi kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara juga didasari persamaan berikut.

  • Persamaan bidang kebudayaan, bahasa, adat, tata krama, dan pola kehidupan.
  • Persamaan senasib akibat kolonialisme bangsa asing.
  • Persamaan letak geografis yang strategis pada percaturan politik dan ekonomi dunia.
  • Berakhirnya konfrontasi di Asia Tenggara, yaitu antara lndonesia, Malaysia, dan Filipina.

2. Perkembangan ASEAN

Inisiatif pembentukan kerja sama regional antarnegara di kawasan Asia Tenggara akhirnya terwujud melalui pembentukan ASEAN. Pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, lima tokoh dari negara indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina mengadakan pertemuan yang menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan sebuah organisasi. Organisasi tersebut diharapkan mampu melindungi kepentingan negara-negara Asia Tenggara serta mampu meningkatkan kerja sama di antara negara-negara Asia Tenggara. Kesepakatan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan yang dinamakan Deklarasi Bangkok. Deklarasi Bangkok menjadi dasar pembentukan Association of South East Asia Nation (ASEAN).

3. Tokoh ASEAN

Deklarasi Bangkok ditandatangani oleh tokoh-tokoh berikut.

  • Adam Malik, Menteri Luar Negeri indonesia.
  • Tun Abdul Razak, Pejabat Perdana Menteri Malaysia.
  • S. Rajaratnam, Menteri Luar Negeri Singapura.
  • Thanat Khoman, Menteri Luar Negeri Thailand.
  • Narcisco Ramos, Menteri Luar Negeri Filipina.

Melalui penandatanganan Deklarasi Bangkok, ASEAN secara resmi terbentuk. Pembentukan ASEAN diharapkan mampu menjadi wadah yang menaungi bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara.

Anggota ASEAN

Pada awal pembentukannya, ASEAN hanya beranggotakan lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina. Dalam perkembangannya, negaranegara di kawasan Asia Tenggara tertarik untuk bergabung dalam ASEAN. Hingga saat ini, negara anggota ASEAN berjumlah sepuluh negara Negara anggota ASEAN dapat dilihat dalam tabel berikut.

Negera-Negara Anggota ASEAN

Negara ANggota Asean

Sejak dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967, ASEAN telah mengalami banyak perkembangan. Salah satu perkembangan tersebut ditandai dengan diadakannya Konferensi Tingkat Tinggi l ASEAN yang diadakan di Bali, Indonesia pada tanggal 23-25 Februari 1976. Dalam KTT yang dihadiri oleh Menteri Luar Negeri anggota-anggota ASEAN tersebut dihasilkan keputusan mengenai Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat. Dalam kesepakatan tersebut dihasilkan keputusan mengenai pembentukan Sekretariat ASEAN yang dikepalai seorang sekretaris jenderal. Sejak tanggal 7 Januari 1976 kedudukan Sekretariat ASEAN berada di kantor Departemen Luar Negeri lndonesia. Dalam perkembangannya, pada tahun 1981 diresmikan kantor sekretariat ASEAN di Jakarta.

Pada tahun 2011 indonesia terpilih sebagai ketua ASEAN. Pemerintah lndonesia mulai mengarahkan ASEAN untuk mencapai suatu komunitas ekonomi yang kukuh pada tahun 2015. Selain itu terdapat tiga prioritas utama yang ingin dicapai oleh ASEAN. Pertama, kemajuan yang signifikan dalam pencapaian komunitas ASEAN 2015. Kedua, pemeliharaan kondisi kawasan AsiaPasifik yang aman dan stabil. Ketiga, menggulirkan visi ASEAN untuk sepuluh tahun ke depan sesuai tema ”ASEAN Community In Global Community of Nations. ”

Bentuk Kerja Sama ASEAN

Layaknya sebuah organisasi kerja sama regional, ASEAN memiliki tujuan bersama yaitu melindungi 4 kepentingan setiap anggotanya. Demi meraih tujuan bersama tersebut, ASEAN telah menghasilkan berbagai bentuk kerja sama baik antarnegara anggota ASEAN maupun dengan negara di luar anggota ASEAN. Berbagai bentuk kerja sama dalam ASEAN digolongkan dalam beberapa bidang sebagai berikut.

1. Bidang Politik dan Keamanan

Kerja sama dalam bidang politik dan keamanan bertujuan memajukan perdamaian dan stabilitas kawasan dengan meningkatkan kemajuan kawasan. Dalam membangun kerja sama di bidang politik dan keamanan, para pemimpin ASEAN menyepakati dibentuknya ASEAN Community Security (ASC). Adapun tujuan ASC adalah menciptakan kawasan yang damai di antara negara-negara anggota ASEAN dan negaranegara lain serta menciptakan lingkungan yang demokratis dan harmonis. ASC juga bertujuan menciptakan kemajuan kawasan yang didasari semangat percaya diri, saling menghormati, dan solidaritas.

Kerja sama dalam bidang politik dan keamanan antarnegara tertuang dalam berbagai dokumen Adapun dokumen yang memuat kerja sama antarnegara ASEAN antara lain deklarasi Zone of Peace Freedom, and Neutrality (ZOPFAN) yang disepakati di Kuala Lumpur pada tanggai 27 Desember 1971, deklarasi ASEAN Bali Concord l dan II yang disepakati pada tanggal 24 Februari 1976 dan 7 Oktober 2003, serta deklarasi kawasan bebas senjata nuklir di kawasan Asia Tenggara atau Southeast Asia Nuclear Weapon Free Zone ( SEANWFZ) yang disepakati pada KTT ASEAN XIX tahun 2011.

2. Bidang Ekonomi

Pada awal pembentukan ASEAN, kerja sama bidang ekonomi merupakan prioritas utama yang disepakati oleh negara-negara ASEAN. Kerja sama ekonomi dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Penegasan kerja sama ekonomi antara negaranegara ASEAN kembali dipertegas dalam KTT ke-6 ASEAN di Singapura pada tahun 1992. Dalam KTT tersebut dihasilkan persetujuan kerangka kerja . pada peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Dalam hal ini, kerja sama ekonomi mengarah pada terbentuknya kawasan perdagangan bebas atau AFTA (ASEAN Free Trade Area) yang mulai berlaku sejak tahun 2003.

Faktor yang mendasari pembentukan kawasan perdagangan bebas (AFTA) sebagai berikut

  • Mencuatnya isu-isu ekonomi setelah berakhirnya tantangan politik dan militer yang dihadapi ASEAN pada masa Perang Dingin.
  • Kemajuan negara Singapura yang miskin sumber daya alam namun dapat mengandalkan sektor perdagangan sebagai sumber utama penghidupan
  • Keinginan menarik sebanyak mungkin investor asing.
  • Mengejar ketertinggalan dari kerja sama regional di kawasan lain yang telah terbentuk di Amerika dan Eropa.

Pada tahun 2015, negara-negara ASEAN sepakat membentuk suatu komunitas ASEAN (ASEAN Community). Komunitas ASEAN bertujuan memajukan negara yang lemah, bukan mengeruk keuntungan dari negara tersebut. Dampak dari Komunitas ASEAN adalah terciptanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

3. Bidang Sosial Budaya

Dalam Deklarasi Kesepakatan ASEAN (Declaration of ASEAN Concord) khususnya untuk bidang sosial budaya ditetapkan kerangka kerja sama antarnegara ASEAN. Dalam bidang sosial, kerja sama ditekankan pada penekanan kesejahteraan golongan berpendapatan rendah dan penduduk perdesaan, melalui perluasan kesempatan kerja yang produktif dengan pembayaran yang layak. Bantuan bagi ikut sertanya secara aktif semua sektor dan lapisan masyarakat ASEAN, terutama kaum wanita dan pemuda dalam usaha-usaha pembangunan. Intensifikasi dan perluasan kerja sama dilakukan untuk menanggulangi masalah perkembangan penduduk di wilayah ASEAN, pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotik, serta pengedaran obat-obatan terlarang.

Kerja sama lain di bidang sosial juga tampak dalam upaya negara-negara anggota ASEAN mempromosikan diri melalui ”lembaga pendidikan di setiap negara. Bantuan kepada para cendekiawan, penulis, artis, dan wakil media massa juga dilakukan oleh anggota-anggota ASEAN untuk memungkinkan mereka memainkan peranan yang lebih aktif dalam memupuk rasa kepribadian dan persahabatan regional Pembentukan Komunitas Sosial Budaya ASEAN (ASEAN Social Cultural Community/ASCC) dalam Bali Concord II untuk meningkatkan kepedulian antarbangsa di Asia Tenggara.

Baca Juga : Politik Luar Negeri Bebas Aktif Indonesia

Sekian pembahasan materi tentang ASEAN secara lengkap. Semoga materi yang disampaikan dapat bermanfaat dan mampu menambah pengetahuan kita.

Terimakasih.