Pendudukan Jepang di Indonesia | materi sejarah indonesia kelas 10

37

PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA

romusha
Penjajahan Jepang

 

PETA KONSEP

🔖 Kedatangan Jepang di Indonesia

1. Penguasaan Kepulauan Indonesia
a. Pendaratan Jepang di Indonesia
b. Kapitulasi Kalijati

2. Pembentukan Pemerintahan Militer

3. Pembentukan Pemerintahan Sipil

🔖 Organisasi Pergerakan pada Masa Pendudukan Jepang

1. Organisasi sosial kemasyarakatan
a. Gerakan 3 A
b. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
c. MIAI dan Masyumi
d.Jawa Hokokai

2. Organisasi Semimiliter dan Militer

a. Seinendan
b. Keibondan
c. Barisan Pelopor
d. Hizbullah
e. Heiho
f. Pembela Tanah Air (Peta)

🔖 Penindasan Jepang dan Perlawanan

1. Ekonomi Perang

2. Pengendalian di Biang Pendidikan dan Kebudayaan

3. Romusha

4. Perlawanan terhadap Jepang
a. Perlawanan  Aceh
b. Perlawanan  Singaparna
c. Perlawanan Indramayu
d. Perlawanan Kalimantan
e. Perlawanan Papua
f. Perlawanan Peta di Blitar

🔖 Dampak Pendudukan Jepang

1. Dampak di Berbagai Bidang
2. Janji Kemerdekaan

🔖 Kedatangan Jepang di Indonesia

1. Penguasaan Kepulauan Indonesia
Awalnya usaha jepang mengusai Indonesia yaitu serangan ke pangkalan Amerika Serikat yaitu Pearl Harbour. Tujuan penyerangan tersebut untuk mempermudah penguasaan Jepang terhadap negara-negara Asia Tenggara.

a. Pendaratan Jepang di Indonesia
Setelah menghancurkan Pearl Harbour, Jepang bergerak ke Indo-Cina untuk merebut wilayah bagian selatan. Jepang datang ke Indonesia dan menguasai daerah penghasil minyak di Kalimantan. Selanjutnya, Jepang menyerang Palembang, Jawa, dan daerah lainnya.

b. Kapitulasi Kalijati
Dalam serangan Jepang, Belanda kewalahan sehingga pasukan sekutu yaitu ABDACOM ikut membantu Belanda. Namun paskuan Jepang lebih besar sehingga pasukan Belanda dan sekutu kalah.
Pada tanggal 8 Maret 1942 terjadi perundingan antara Jepang dipimpin H. Imamura dan Belanda dipimpin H. Terpoorten di Kalijati sehingga disebut kapitulasi kalijati. Hasilnya adalah kapitulasi tanpa syarat angkatan perang Hindia Belanda kepada Jepang.
 

2. Pembentukan Pemerintahan Militer
Jepang membagi Indonesia menjadi 3 pemerintahan militer.
a. Pemerintahan militer Angkatan Darat yaitu Tentara ke-25 yang menguasai Pulau Sumatra pusatnya di Bukit Tinggi.
b. Pemerintahan militer Angkatan Darat yaitu Tentara ke-16 menguasai Madura pusatnya di Jakarta.
c. Pemerintahan militer Angkatan Laut yaitu Armada Selatan ke-2 menguasai Sulawesi, Kalimantan, dan Maluku pusatnya di Makassar.

3. Pembentukan Pemerintahan Sipil
a. Syu (karesidenan)
b. Syi (kota praja)
c. Ken (kabupaten)
d. Gun (kawedanan)
e. Son (kecamatan)
f. Ku (desa)

🔖 Organisasi Pergerakan pada Masa Pendudukan Jepang

Kaum nasionalis lebih menerima Jepang dibanding Belanda yang nonkooperatif. Selain itu rakyat Indonesia  percaya bahwa kebangkitan bangsa Timur di awali oleh kebangkitan Jepang.

1. Organisasi sosial kemasyarakatan

a. Gerakan 3 A
Gerakan Tiga A memiliki 3 semboyan yaitu Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia, Nippon Pemimpin Asia. Tugas utama yokoh-tokohnya adalah untuk melakukan propaganda agar penduduk Indonesia mendukung sepenuhnya di belakang pemerintah Jepang.

Gerakan Tiga A tidak bertahan lama karena kurang mendapat simpati masyarakat Indonesia.

b. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)
Dibentuk tanggal 9 Maret 1943 akibat pembubaran Grakan Tiga A. Tujuannya adalah agar rakyat Indonesia tetap mendukung Jepang. Putera dipimpin tokoh empat serangkai yaitu Soekarno, Moh Hatta, Ki hajar Dewantara, dan K.h. Mas Mansur.

Dalam perkembangannya, Putera berhasil ikut mempersiapkan rakyat secara mental mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia. Karena dianggap tidak menguntungkan Jepang, Putera dibubarkan.

c. MIAI dan Masyumi
MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) satu-satunya organisasi yang tidak dibubarkan karena dinilai anti-Barat. Selain itu Jepang berusaha menarik simpati penduduk Indonesia yang mayoritas Islam.

Tugas dan tujuan MIAI adalah:
– menempatkan umat islam pada kedudukan yang layak dalam masyarakat Indonesia.
– mengharmoniskan umat islam dengan tuntunan perkembangan zaman.
– Ikut membantu Jepang dalam Perang Asia Timur Raya.

Pada bulan Oktober 1943 MIAI dibubarkan dan digantikan organisasi baru bernama Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi). Meskipun organisasi bentukan Jepang, namun Masyumi tetap menunjukkan ketegasannya menolak seikerei (membungkuk ke arah tokyo menghormati Kaisar Jepang).

d.Jawa Hokokai
Dibentuk tanggal 1944 dan diprakasai oleh Letnan Jendral Kumakichi harada. Latar belakang pembentukannya adalah karena semakin gentingnya perang sehingga Jepang perlu mempersiapkan kekuatan rakyat lahir dan batin.

2. Organisasi Semimiliter dan Militer

a. Seinendan
– Dibentuk 29 April 1943
– Dibawah Gunseikan
– Anggota berumur 15-25 tahun
– Barisan cadangan pengaman garis belakang

b. Keibondan
– Dibentuk 29 April 1943
– Di bawah Gunseikan
– Anggota berumur 20-35 tahun
– Syarat masuk sehat, kuat, dan berkelakuan baik.
– Tugasnya membantu polisi

c. Barisan Pelopor
– Dibentuk tanggal 1 November 1944
– Dipimpin Soekarno
– Di bawah Jawa Hokokai
– Dibentuk agar masyarakat tetap membantu Jepang.

d. Hizbullah
– Dilatarbelakangi Masyumi ingin membentuk pasukan untuk mempersiapkan kemerdekaan
– Pasukan cadangan Jepang

e. Heiho
– Dibentuk April 1943
– Anggota berumur 18-25
– Ditempatkan dalam organisasi militer Jepang
– Mendapat latihan militer yang ketat

f. Pembela Tanah Air (Peta)
– Saran Kumakichi Harada
– Muncul tokoh besar

Sistem kepangkatan Peta:
+ Daidanco (komandan batalion) : dipilih dari orang terkemuka
+ Chudanco (komandan kompi) : dari kalangan pekerja
+ Shodanco (komandan peleton) : dari kalangan pelajar sekolah lanjutan
+ Budanco (komandan regu) : lulusan sekolah dasar
+ Giyuhei (prajurit sukarela) : lulusan sekolah dasar

🔖 Penindasan Jepang dan Perlawanan

1. Ekonomi Perang

Arti ekonomi perang adalah segala kegiatan ekonomi dilakukan untuk kepentingan perang.
Tujuan ekonomi perang:
– menguasai sumber bahan mentah terutama minyak bumi untuk melanjutkan perang.
– memotong garis suplai musuh yang bersumber dari Indonesia.

Jepang membentuk badan pengawas perkebunan yaitu Sibi Kigyo Kanrikodan (SKK). Badan ini melakukan rehabilitasi terutama pada perkebunan kina dan tebu. Biji kina dimanfaatkan sebagai obat malaria.

Dengan pola ekonomi perang, setiap wilayah harus melaksanakan sistem autarki, yaitu setiap daerah harus dapat memenuhi kebutuhan perang.

Namun, akibat ekonomi perang ini sandang pangan semakin menipis sehingga Jepang membuka hutan untuk pertanian secara besar-besaran. Kebun kopi dan teh di rombak jadi tanaman padi dan jagung.

Selanjutnya, Jepang menentukan kuota setoran beras yang harus diserahkan berupa setoran wajib. Pembagiannya yaitu 40% untuk petani, 30% untuk Jepang, dan 30% untuk lumbung padi.
 

2. Pengendalian di Biang Pendidikan dan Kebudayaan

Pada masa pendudukan Jepang, pendidikan di Indonesia semakin mundur dibanding masa Belanda.

Kebijakan yang diterapkan yaitu:
– Menata kembali pendidikan berdasarkan persamaan kelompok dan etnik.
– Menghapus pengaruh Belanda melalui sekolah.
– Pendidikan sebagai alat untuk memasukkan doktrin “Kemakmuran Asia Timur Raya” di bawah pimpinan Jepang

Sementara itu, pada pendidikan islam kebijakan Jepang lebih longgar.

Dalam bidang kebudayaan, bahasa Indonesia dijadikan sebagai bahasa pengantar di seluruh sekolah ditingkat dasar hingga perguruan tinggi.

3. Romusha

Jepang mengartikan romusha sebagai tentara pekerja. Tetapi dalam pelaksanaanya tidak lebih dari pekerja paksa. Naimubu menetapkan bahwa romusha harus berusia 16-45 tahun.

Seiring berjalannya waktu, perekrutan romusha semakin sulit karena sudah menjadi rahasia umum bahwa romusha memperlakukan pekerja dengan sangat buruk.

Jepang mendengungkan kampanye dengan memberikan julukan pekerja romusha sebagai Prajurit Ekonomi atau Pahlawan Pekerja.

4. Perlawanan terhadap Jepang

a. Perlawanan  Aceh

Dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil yang dilatarbelakangi oleh kebijakan seikerei yang diterapkan Jepang karena dianggap melanggar ajaran Islam.

Lalu, perlawanan dilanjutkan oleh pasukan Giyugun yang dipimpin oleh Teuku Hamid yang tidak setuju dengan praktik eksploitasi Jepang terhadap tanah pertanian rakyat.

b. Perlawanan  Singaparna

Dipimpin oleh K. H. Zainal Mustafa yang dilatar belakangi kebijakan seikerei. Beliau membentuk pasukan bernama “Pasukan Tempur Sukamanah”.

c. Perlawanan Indramayu

Dipimpin oleh Haji Madriyan dan dilatarbelakangi akibat pemaksaan penyetoran sebagian hasil padi dan pelaksanaan romusha.

d. Perlawanan Kalimantan

Dilkukan oleh suku Dayak di bawah pimpinan Pang Suma. Latar belakangnya adalah tidak setuju dengaan kebijakan penindasan Jepang dan tidak setuju dengan rekrutmen mata-mata yang dilakukan oleh Jepang.

e. Perlawanan Papua

Dipimpin oleh L. Rumkorem dengan gerakan bernama Gerakan Koreri di Biak yang dilatarbelakangi kesewenang-wenangan dan penindasan Jepang kepada masyarakat Papua. Dalam pertempuran tersebut Jepang berhasil ditaklukan.

f. Perlawanan Peta di Blitar

Pada tanggal 14 Februari 1945 dibawah pimpinan Supriyadi. Latarbelakangnya adalah pasukan Peta yang pulang kampung melihat penderitaan masyarakat ditambah lagi pasukan peta ditugaskan mengawasi romusha.

Pertempuran terbuka antara Peta dan pasukan Jepang terjadi pada 29 februari 1945. Pasukan Peta dibujuk kembali ke asramanya, sebagian bersedia dan sebagian masih tetap melawan. Namun, Jepang melakukan strategi tipu muslihat dan akhirnya berhasil mengalahkan Peta.

🔖 Dampak Pendudukan Jepang

1. Dampak di Berbagai Bidang

a. Bidang Politik dan Pergerakan Nasional
– Jepang menjalin hubungan dengan tokoh nasionalis Indonesia.
– Jepang membubarkan semua organisasi pada masa kolonial Belanda kecuali organisasi keagamaan.
– Jepang menambah orang-orang Indonesia yang masuk dalam pemerintahan untuk menarik simpati.

b. Bidang Birokrasi dan Militer
– Jepang membuat struktur pemerintahan yaitu syu, syi, ken, gun, son, dan ku.
– Rakyat Indonesia mendapat banyak manfaat dalam bidang militer.
– Jepang memberiakn pelatihan-pelatiha  militer.

c. Bidang ekonomi
– Tujuan ekonomi jepang di Indonesia untuk menopang perang.
– Di Jawa produksi padi di eksploitasi oleh Jepang dan juga mengenalkan beberapa sistem pertanian.
– Jepang menetapkan mata uang Hinia Belanda sebagai satu-satunya mata uang yang berlaku.

d. Bidang Sosial
– Jepang melakukan mobilisasi massa sebagai tenaga romusha.
– Mobilisasi massa untuk menunjang perang
– Pengerahan tenaga kerja menimbulkan penderitaan rakyat.

e. Bidang Pendidikan dan Budaya
– Berbagai jenis sekolah dibuka.
– Pendidikan di Indonesia mengalami penurunan.
– Pendidikan pada masa Jepang untuk menanamkan militerisme dan kesetiaan pada Jepang.
– Bahasa Indonesia berkembang
– Memasukkan unsur Jepan dalam kebudayaan.

Kewajiban siswa pada masa pendudukan Jepang:
1) Belajar bahasa Indonesia dan bahasa Jepang.
2) Memberi hormat dengan membungkuk ke arah matahari (seikerei).
3) Menghormati adat kebiasaan Jepang.
4) Latihan kemiliteran
5) Kerja bakti (kinrohosyi)
6) Menyanyikan lagu kebangsaan Jepang.
7) Melakukan gerak badan (Taiso).

2. Janji Kemerdekaan

a. Janji Kaiso
Pada tanggal 7 September 1944, Perdana Menteri Kaiso memberi janji kemerdekaan bagi Indonesia. Janji tersebut bertujuan agar rakyat Indonesia bersedia membantu Jepang pada perang Pasifik.

b. Persiapan Kemerdekaan oleh BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai)
Dibentuk pada tanggal  1 Maret 1945 yang dipimpin oleh Radjiman Wediodiningrat. Sidang pertama berlangsung pada 29 Mei-1 Juni 1945 untuk membahas dasar negara.

c. Persiapan Kemerdekaan oleh PPKI (Dokuritsu Junbi Inkai)
Dibentuk tanggal 7 Agustus 1945. Anggotanya berjumlah 21 orang dengan ketua Ir. Soekarno. Tugas PPKI adalah melanjutkan pekerjaan BPUPKI untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan  pelaksanaan kemerdekaan atau pemindahan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here