Modal Koperasi di Indonesia

37
modal koperasi

Modal Koperasi – Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Seperti halnya badan usaha lain, koperasi membutuhkan modal untuk melaksanakan dan mengembangkan kegiatan usahanya. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, modal koperasi dapat bersumber dari modal sendiri dan modal pinjaman.

1. Modal Sendiri

Modal sendiri adalah modal yang berasal dari dalam atau internal koperasi, yaitu modal yang bersumber dari anggota koperasi yang bersangkutan. Permodalan sendiri koperasi dapat berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib, dana cadangan, dan hibah.

Simpanan Pokok

Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan anggota koperasi pada saat bergabung sebagai anggota koperasi. Simpanan pokok yang disetorkan tiap-tiap anggota koperasi memiliki nilai yang sama besar dan tidak dapat diambil kembali selama anggota yang bersangkutan masih berstatus sebagai anggota koperasi.

Simpanan Wajib

Simpanan wajib adlaah sejumlah uang yang wajib disetorkan anggota koperasi pada waktu dan jumlah tertentu. Simpanan wajib tiap-tiap anggota koperasi berbeda-beda. Simpanan wajib hanya dapat diambil dengan cara dan waktu yang telah ditentukan. Simpanan wajib tidak bisa diambil disaat masih berstatus sebagai anggota koperasi. Simpanan wajib dibayarkan pada waktu tertentu, misalnya setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan.

Simpanan Sukarela

Simpanan sukarela adalah sejumlah uang yang dibayarkan pada waktu dan jumlah tidak ditentukan. Simpanan sukarela memiliki fungsi sebagai tabungan anggota dan akan dibagikan kepada anggota berdasarkan ketentuan yang telah disepakati.

Dana Cadangan

Dana cadangan adalah permodalan koperasi dari sisa hasil usaha (SHU) yang tidak dibagikan. Dana cadangan digunakan untuk memupuk modal sendiri dan menutup kerugian koperasi jika dibutuhkan. Dana cadangan bermanfaat untuk mengatasi kesulitan keuangan yang dihadapi koperasi.

Hibah

Hibah adalah pemberian bantuan dana dari pihak lain (donatur) kepada koperasi secara sukarela dan tidak mengharap balas jasa. Hibah dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha koperasi.

2. Modal Pinjaman

Modal pinjaman dapat diperoleh oleh pemilik modal setelah dilakukan survei kelayakan usaha suatu koperasi. Survei tersebut dilakukan oleh pihak yang akan meminjamkan modal, misal anggota koperasi terkait, koperasi lain atau anggota koperasi lain, dan bank atau lembaga keuangan lain.

Modal pinjaman seharusnya tidak dijadikan modal utama sehingga prinsip kemandirian koperasi dapat terus dilaksanakan.

Sumber Modal Pinjaman

  • Anggota koperasi yang bersangkutan.
  • Koperasi lain atau anggota koperasi lain.
  • Bank atau lembaga keuangan lain.
  • Penerbitan obligasi dan surat utang lain. Modal yang diperoleh melalui penerbitan obligasi dan surat utang lainnya harus didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Modal penyertaan. Modal penyertaan merupakan modal yang digunakan untuk memperkuat modal koperasi. Modal penyertaan bisa berasal dari pemerintahan ataupun masyarakat, bukan berasal dari anggota dalam bentuk investasi. Pemilik modal penyertaan tidak memiliki hak suara dalam rapat anggota dan tidak berhak menentukan kebijakan koperasi. Akan tetapi, pemilik modal penyertaan dapat diikutsertakan dalam mengelola dan mengawasi usaha investasi yang didukung oleh modal penyertaannya sesuai perjanjian.
  • Sumber lain yang sah. Sumber lain yang sah adalah pinjaman dari bukan anggota yang dialakukan tidak melalui penawaran secara umum.

Baca Juga : Keanggotaan Koperasi

Sekian pembahasan materi dari Synaoo.com tentang permodalan organisasi koperasi. Semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan tentang koperasi.

Selamat Belajar !!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here