IKHSAN

Ikhsan adalah menyembah Allah Swt. seolah-olah melihat-Nya, dan jika ia tidak mampu membayangkan melihat-Nya, maka membayangkan bahwa sesungguhnya Allah Swt melihat perbuatannya.

Ayat al-Quran yang berkaitan dengan ikhsan

Al-Baqarah ayat 83
Al-Baqarah ayat 83

Artinya:
“Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah Swt., dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-oang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah salat, dan tunaikanlah zakat.” Tetapi kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

Hadits yang berkaitan dengan ikhsan

Hadits tentang ikhsan
Hadits tentang Ikhsan

Artinya:
Dari Syadad bin Aus, bahwa Rasulullah saw. bersabda:“Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat Ikhsan atas segala sesuatu, maka apabila kamu membunuh hendaklah membunuh dengan cara yang baik, dan jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah menajamkan pisaunya dan menyenangkan hewan sembelihannya”. (HR. Muslim).

Pihak-pihak yang berhak mendapatkan ikhsan ;

1. Ikhsan kepada Allah Swt.
Yaitu berlaku Ikhsann dalam menyembah/beribadah kepada Allah Swt., baik dalam bentuk ibadah khusus yang disebut ibadah mahdah (murni, ritual), seperti salat, puasa, dan sejenisnya, ataupun ibadah umum yang disebut dengan ibadah gairu mahdah (ibadah sosial), seperti belajar-mengajar, berdagang, makan, tidur, dan semua perbuatan manusia yang tidak bertentangan dengan aturan agama.

a. Beribadah kepada Allah Swt. seakan-akan melihat-Nya.
Keadaan ini merupakan tingkatan Ikhsan yang paling tinggi, karena dia berangkat dari sikap membutuhkan, harapan, dan kerinduan. Dia menuju dan berupaya mendekatkan diri kepada-Nya.

b. Beribadah dengan penuh keyakinan bahwa Allah Swt melihatnya.
Kondisi ini lebih rendah tingkatannya daripada tingkatan yang pertama, karena sikap Ikhsannya didorong dari rasa diawasi dan takut akan hukuman. Kedua jenis Ikhsan inilah yang akan mengantarkan pelakunya kepada puncak keikhlasan dalam beribadah kepada Allah Swt., jauh dari motif riya’.

2. Ikhsan kepada sesama ciptaan Allah
a. Ikhsan kepada orang tua
b. Ikhsan kepada kerabat
c. Ikhsan kepada anak yatim
d. Ikhsan kepada fakir miskin
e. Ikhsan kepada tetangga
f. Ikhsan kepada tamu
g. Ikhsan kepada karyawan
f. Ikhsan kepada sesama manusia
h. Ikhsan kepada hewan
i. Ikhsan kepada alam semesta

Penerapan Perilaku yang Mencermikan Ikhsan :

1. Melakukan ibadah ritual (salat, zikir, dan sebagainya) dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan.

2. Birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orangtua), dengan mengikuti semua keinginannya jika memungkinkan, dengan syarat tidak bertentangan dengan aturan Allah Swt.

3. Menjalin hubungan baik dengan kerabat.

4. Menyantuni anak yatim dan fakir miskin.

5. Berbuat baik kepada tetangga.

6. Berbuat baik kepada teman sejawat.

7. Berbuat baik kepada tamu dengan memberikan jamuan dan penginapan sebatas kemampuan.

8. Berbuat baik kepada karyawan/pembantu dengan membayarkan upah sesuai perjanjian.

9. Membalas semua kebaikan dengan yang lebih baik.

10. Membalas kejahatan dengan kebaikan, bukan dengan kejahatan serupa.

11. Berlaku baik kepada binatang, dengan memelihara atau memperlakukannya dengan baik.

12. Menjaga kelestarian lingkungan.