Beranda Pendidikan Agama Islam Pengertian Jujur, Manfaat, Dalil, Contoh dan Pembagiannya

Potingan Terkait

Pengertian Jujur, Manfaat, Dalil, Contoh dan Pembagiannya

Kejujuran merupakan fondasi atas tegaknya suatu nilai-nilai kebenaran karena jujur identik dengan kebenaran.

Orang yang beriman perkataannya harus sesuai dengan perbuatannya karena sangat berdosa besar bagi orang-orang yang tidak mampu menyesuaikan perkataannya dengan perbuatan, atau berbeda apa yang di lidah dan apa yang diperbuat.

Pengertian Jujur

Dalam bahasa Arab, kata jujur semakna dengan “as-sidqu” atau “siddiq” yang berarti benar, nyata, atau berkata benar. Lawan kata jujri adalah dusta, atau dalam bahasa Arab ”al-kazibu”.

Secara istilah, jujur atau as-sidqu bermakna:

  • kesesuaian antara ucapan dan perbuatan.
  • kesesuaian antara informasi dan kenyataan.
  • ketegasan dan kemantapan hati.
  • sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan.

Pembagian Sifat Jujur

Imam al-Gazali membagi sifat jujur atau benar (śiddiq) sebagai berikut.

1. Jujur dalam niat atau berkehendak, yaitu tiada dorongan bagi seseorang dalam segala tindakan dan gerakannya selain dorongan karena Allah Swt.

2. Jujur dalam perkataan (lisan), yaitu sesuainya berita yang diterima dengan yang disampaikan. Setiap orang harus dapat memelihara perkataannya. Ia tidak berkata kecuali dengan jujur. Barangsiapa yang menjaga lidahnya dengan cara selalu menyampaikan berita yang sesuai dengan fakta yang sebenarnya, ia termasuk jujur jenis ini. Menepati janji termasuk jujur jenis ini.

3. Jujur dalam perbuatan/amaliah, yaitu beramal dengan sungguh sehingga perbatan dahirnya tidak menunjukkan sesuatu yang ada dalam batinnya dan menjadi tabiat bagi dirinya.

Baca Juga : Menutup Aurat dan Berbusana Muslim

Ciri-Ciri Orang Berperilaku Jujur

1. tidak pernah berbohong

2. bersikap tegas

3. bicara apa adanya

4. menjalankan kepercayaan orang lain

5. tidak membohongi diri sendiri

6. memulangkan barang yg bukan miliknya

7. tidak berpura-pura

8. takut akan dosa

9. mengakui kesalahan dirinya

10. tak merugikan orang lain

Manfaat Berperilaku Jujur

1. Dicintai oleh Allah Swt. dan rasul-Nya

2. Selamat dari azab dan bahaya

3. Mendapat pahala yang besar

4. Dalam menjani kehidupan sehari-hari tidak merasa terbebani apapun

5. Timbul sikap positif, tidak ada suap menyuap dalam kehidupan

6. Menimbulkan rasa percaya diri dalam diri kita

7. Meemiliki rasa optimis dalam kehidupan

8. Sikap jujur dalam keluarga tentunya membuat anggota keuarga tersebut menjadi nyaman. Karena antara keluarga dapat berinteraasi tanpa beban dan saling membantu bila salah satu keluarganya dalam keadaan kesusahan.

9. Dengan sikap kejujuran pada seorang pelajar dapat menimbulkan semua tugas atau pekerjaannya cepat selesai dan mudah dalam mengerjaan. Dan tidak ada masalah yang menghadang.

10. Mendapat kepercayaan dari siapapun (orang tua, guru, atasan, bawahan, teman, lawan)

Contoh Perilaku Jujur

1. Di lingkungan Keluarga

  • Tidak berpura-pura tidur atau berpura-pura belajar ketika diamanahi oleh orangtua.
  • Menyampaikan hasil ujian kepada orangtua apa adanya.
  • Tidak melebihkan uang membayar buku tidak sebagaimana mestinya.
  • Mengembalikan uang kembalian belanja sebagaimana mestinya.
  • Berkata terus terang apabila kita melakukan kesalahan seperti memecahkan perang.

2. Di lingkungan Sekolah

  • Tidak menyontek ketika ujian.
  • Tidak melakukan titip absen kepada temannya demi bisa membolos.
  • Tidak malu bertanya kepada guru apabila belum memahami materi pembelajaran yang disampaikan.
  • Membayar harga barang yang dibeli sesuai ketentuan kantin sekolah.
  • Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakan sesuai tenggang waktu yang ditentukan.

3. Di lingkungan Masyarakat

  • Tidak melakukan suap kepada polisi ketika kena tilang.
  • Tidak melebihkan takaran timbangan harga agar mendapatkan keuntungan berlebih.
  • Berjualan makanan menggunakan bahan-bahan yang aman bagi tubuh manusia.
  • Tidak memilih pemimpin yang melakukan aksi “serangan fajar” maupun bagi-bagi sembao (BLT) terhadap rakyatnya agar dipilih kembali.
  • Tidak melanggar rambu-rambu lalu lintas.

Contoh Bukti Kejujuran Nabi Muhammad saw.

Ketika Nabi Muhammad hendak memulai dakwah secara terbuka dan terang-terangan, langkah pertama yang dilakukan misalnya, Rasulullah saw. berdiri di atas bukit, kemudian memanggil-manggil kaum Quraisy untuk berkumpul, “Wahai kaum Quraisy, kemarilah kalian semua. Aku akan memberikan sebuah berita kepada kalian semua!”

Mendengar panggilan lantang dari Rasulullah saw., berduyun-duyun kaum Quraisy berdatangan, berkumpul untuk mendengarkan berita dari manusia jujur penuh pujian.

Setelah masyarakat berkumpul dalam jumlah besar, beliau tersenyum kemudian bersabda, “Saudara-saudaraku, jika aku memberi kabar kepadamu, jika di balik bukit ini ada musuh yang sudah siaga hendak menyerang kalian, apakah kalian semua percaya?” Tanpa ragu semuanya menjawab mantap, “Percaya!”

Kemudian, Rasulullah kembali bertanya, “Mengapa kalian langsung percaya tanpa membuktikannya terlebih dahulu?” Tanpa ragu-ragu orang yang hadir di sana kembali menjawab mantap, “Engkau sekalipun tidak pernah berbohong, wahai al-Amin. Engkau adalah manusia yang paling jujur yang kami kenal.”

Dalil Tentang Kejujuran

1. Q.S. al-Māidah/5:8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

2. Q.S. at-Taubah/9:119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt., dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.”

3. Hadis dari Abdullah bin Mas’ud ra.

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه عن النبي صلعم قال : ان الصدق يهدى الى البر وان البر يهدى الى الجنة وان الرجل ليصدق حتى يكتب عند الله صديقا ان الكذب يهدى الى الفجور وان الفجور يهدى الى النار وان الرجل ليكذب حتى يكتب عند الله كذابا { متفق عليه }

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah saw. bersabda, “Hendaklah kamu berlaku jujur karena kejujuran menuntunmu pada kebenaran, dan kebenaran menuntunmu ke surga. Dan sesantiasa seseorang berlaku jujur dan selalu jujur sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai orang yang jujur. Dan hindarilah olehmu berlaku dusta karena kedustaan menuntunmu pada kejahatan, dan kejahatan menuntunmu ke neraka. Dan seseorang senantiasa berlaku dusta dan selalu dusta sehingga dia tercatat di sisi Allah Swt. sebagai pendusta.” (H.R. Muslim)

4. Hadits dari Abu Bakar Assidiq

عَنْ اَبِى بَكْرٍ الصِّدِّيْقِ ر.ض. قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ, فَاِنَّهُ مَعَ البِرَّ وَهُمَا فِى الْجَنَّةِ, وَاِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ, فَاِنَّهُ مَعَ الْفُجُوْرِوَهُمَافِى النَّار. ابن حبان فى صحيحه

Artinya : Dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA ia berkata, “ Rasulullah saw. bersabda: “ Wajib atasmu berlaku jujur, karena jujur itu bersama kebaikan, dan keduanya di Surga. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, Karena dusta itu bersama kedurhakaan, dan keduanya di neraka”. ( HR. Ibnu Hibban di dalam shahihnya)

Penerapan Perilaku Jujur dalam Kehidupan

1. Meminta izin atau berpamitan kepada orang ketika akan pergi ke mana pun.

2. Tidak meminta sesuatu di luar kemampuan kedua orang tua.

3. Mengembalikan uang sisa belanja meskipun kedua orang tua tidak mengetahuinya.

4. Melaporkan prestasi hasil belajar meskipun dengan nilai yang kurang memuaskan.

5. Tidak memberi atau meminta jawaban kepada teman ketika sedang ulangan atau ujian sekolah.

6. Mengatakan dengan sejujurnya alasan keterlambatan datang atau ketidakhadiran ke sekolah.

7. Mengembalikan barang-barang yang dipinjam dari teman atau orang lain meskipun barang tersebut tampak tidak begitu berharga.

8. Memenuhi undangan orang lain ketika tidak ada hal yang dapat menghalanginya.

9. Tidak menjanjikan sesuatu yang kita tidak dapat memenuhi janji tersebut.

10. Mengembalikan barang yang ditemukan kepada pemiliknya atau melalui pihak yang bertanggung jawab.

11. Membayar sesuatu sesuai dengan harga yang telah disepakati.

5 KOMENTAR

  1. Sasti Ayu Nuraini

    Menarik dan mudah dipahami

  2. Javana Muhammad

    Terima kasih ilmunya, sangat bemanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Kategori