Macam-Macam Norma Dalam Masyarakat

Norma adalah aturan-aturan yang dilengkapi dengan sanksi-sanksi kepada orang yang melakukan pelanggaran aturan tersebut. Atau pengertian lainnya dapat dikatakan norma adalah seperangkat tatanan baik yang tertulis maupun tidak tertulis, yang berlaku, dan merupakan pedoman sehari-hari dalam masyarakat. Dalam pelaksanaan, norma berlaku di segala bidang kehidupan misalnya kesenian, keagamaan, adatistiadat, dan pendidikan.

Macam-macam norma dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan resmi tidaknya norma dan daya ikat norma. Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya.

Dilihat dari resmi tidaknya norma tersebut dan ditilik dari kekuatan sanksinya, dibedakan dua macam-macam norma, yaitu sebagai berikut.

1. Norma Tidak Resmi (Nonformal)

Norma tidak resmi merupakan patokan yang dirumuskan secara tidak jelas di dalam masyarakat dan pelaksanaannya tidak diwajibkan bagi warga yang bersangkutan. Norma tersebut tumbuh dari kebiasaan bertindak yang seragam dan diterima oleh suatu masyarakat. Meskipun tidak diwajibkan, tetapi semua anggota memiliki kesadaran, bahwa patokan tidak resmi itu harus ditaati dan mempunyai kekuatan memaksa yang lebih besar daripada patokan resmi. Norma tidak resmi dapat dijumpai dalam kelompok primer seperti keluarga, kumpulan tidak resmi, dan paguyuban.

2. Norma Resmi (Formal)

Norma resmi merupakan patokan yang dirumuskan dan diwajibkan dengan jelas dan tegas oleh yang berwenang kepada semua warga masyarakat. Keseluruhan norma formal ini merupakan suatu badan hukum yang dimiliki masyarakat modern. Jalan untuk memperkenalkan kaidah formal atau peraturan-peraturan yang telah dibuat dan disepakati secara resmi harus disebarluaskan. Pembuatan peraturan tersebut tidak semata-mata hanya berdasar pada kebiasaan yang sudah ada, tetapi lebih sesuai dengan prinsip susila (etika) dan prinsip ”baik dan buruk”. Dari sumber moral itu dibuatlah perundang-undangan, keputusan, peraturan, dan sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan pertimbangan rasional yang masak mengenai tujuan yang hendak dicapai dan faktor-faktor yang dapat menghalangi keberhasilannya.

Berdasarkan daya mengikat dan sanksi yang tersedia bagi para pelanggarnya, norma utama dibagi atas enam golongan, yaitu norma
kelaziman, norma hukum, norma kesusilaan, norma agama, norma kesopanan, dan mode.

1. Norma Kelaziman/Folkways

Norma kelaziman, yaitu norma yang diikuti tanpa melalui berpikir panjang, melainkan hanya didasarkan atas tradisi atau kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Folkways ini, lebih luas dari Custom. Custom, yaitu cara-cara bertindak yang telah diterima oleh masyarakat, contohnya: cara mengangkat topi, cara duduk, cara makan, cara-cara peminangan, dan lain-lainnya.

Volkways dan Custom keduanya tidak memerlukan adanya sanksi (ancaman hukuman untuk berlakunya). Biasanya orang-orang yang menyimpang dari kelaziman dianggap aneh, gila, ditertawakan, diejek, dan hal negatif lainnya. Misalnya: cara makan, minum, berpakaian, bersepatu, berbicara, tertawa, menerima tamu, memberi salam, dan sebagainya. Kesemuanya mengikuti contoh-contoh Volkways atau Custom. Penyimpangan terhadap kelaziman tersebut tidak mendatangkan kekacauan di masyarakat.

2. Norma Hukum

Norma hukum, yaitu norma yang berasal dari pemerintah berupa peraturan, instruksi, ketetapan, keputusan, dan undang-undang. Norma hukum dapat dibedakan menjadi 2 macam.

  • Yang tertulis misalnya: hukum pidana dan hukum perdata.
  • Yang tidak tertulis misalnya: hukum adat.

Adanya aturan-aturan ini, kepada orang yang melanggarnya akan mendapat sanksi atau hukuman.

3. Norma Kesusilaan/Mores

Norma kesusilaan adalah norma yang berasal dari kebiasaan yang dibuat manusia sebagai anggota masyarakat misalnya sopan santun dan tingkah laku.

Barang siapa melanggar kesusilaan, biasanya tidak ada hukumnya secara langsung. Si pelanggar biasanya diisolir (diasingkan) oleh masyarakat dan menjadi pembicaraan masyarakat. Masyarakat biasanya mengamat-amati kepada anggotaanggotanya, apakah ada yang menyimpang dari kesusilaan atau tidak. Bila ternyata ada penyimpangan maka mereka berani melancarkan ejekan-ejekan, sindiran-sindiran, atau memaksa dan mengusir orang itu untuk meninggalkan tempat tinggalnya. Tindakan-tindakan masyarakat yang demikian itu disebut social pressure (social control).

4. Norma Agama

Norma agama ialah norma yang berasal dari Tuhan, berisi perintah, larangan, dan anjuran yang menyangkut hubungan antarmanusia, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

5. Norma Kesopanan

Norma kesopanan ialah norma yang berasal dari hati nurani tiap manusia dalam masyarakat. Wujud norma kesopanan itu berupa aturan dan kebiasaan yang dilakukan manusia sebagai anggota masyarakat agar dipandang baik, tertib, dan menghargai sesamanya. Misalnya berpakaian rapi, berlaku jujur, dan sebagainya.

6. Mode (Fashion)

Mode biasanya dilakukan dengan meniru atau iseng saja. Biasanya mode ini di dalam masyarakat berkembangnya sangat cepat. Pada dasarnya orang mengikuti mode untuk mempertinggi gengsi menurut pandangan pribadi masing-masing. Contoh: Mode rambut, mode celana, mode pakaian mini, mode tarian, mode rumah, mode lagu, mode mobil, mode sepeda motor, dan lain-lain.

Masyarakat kadang-kadang senang meniru cara dan gaya hidup yang digunakan orang lain. Dari segi mental, kadang-kadang kita belum siap menerimanya. Akhirnya, terjadilah cultural lag (kesenjangan budaya). Contoh: Di kota banyak didirikan tempat rekreasi atau tempat peristirahatan yang menyediakan hiburan dengan suasana alam. Dalam kenyataannya masyarakat belum memahami bahwa kebersihan merupakan bagian dari keindahan alam tempat rekreasi itu sehingga mereka membuang sampah di sembarang tempat, ada yang corat-coret. Mode berbeda dengan gaya (style) walaupun keduanya berhubungan. Mode banyak dipengaruhi oleh gaya. Gaya merupakan penjelmaan dari cita-cita dan konsep keindahan baru serta teknologi baru. Cita-cita dan konsepsi baru itu mempunyai dasar yang lebih dalam dan mencerminkan perubahan kemasyarakatan. Gaya umumnya dapat kita amati di bidang seni rupa, seni suara, literatur, arsitektur bangunan, dekorasi rumah, dan lain-lain.

Sekian pembahasan materi dari Synaoo.com tentang macam-macam norma beserta contohnya. Semoga pembahasan yang berikan mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi sobat.

Terimakasih.