Konferensi Asia Afrika (KAA)

konferensi asia afrika

Perdamaian merupakan suatu kondisi yang dicita-citakan oleh setiap manusia di dunia. Perdamaian juga menjadi sebuah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri. Dalam Pembukaan UUD 1945 disebutkan pula bahwa salah satu tujuan bangsa Indonesia adalah turut serta menciptakan perdamaian dunia. Upaya tersebut telah dirintis Indonesia melalui kerjasama antarnegara dalam Konferensi Asia-Afrika, Gerakan Non Blok (GNB), pengiriman Kontingen Garuda, dan ASEAN.

Konferensi Asia Afrika

Latar Belakang Konferensi Asia-Afrika

Setelah Perang Dunia II, Amerika serikat dan Uni Soviet tampil sebagai pemenang dan muncul kekuatan utama dunia. Kedua negara tersebut kemudian bersaing dalam perebutan pengaruh di negara-negara lain. Periode perebutan pengaruh tersebut dikenal sebagai periode perang Dingin. Pada periode tersebut terjadi sejak tahun akhir tahun 1945 hingga awal tahun 1990-an.

Dalam periode tersebut baik Amerika Serikat maupun Uni Soviet memainkan peran dominan dalam percaturan politik internasional. Kedua negara tersebut tidak pernah berkonfrontasi fisik secara langsung. Meskipun demikian, kedua negara tersebut selalu memiliki peran dalam konflik di sebuah kaawasan dengan tujuan menarik negara-negara agar menjadi pendukung mereka.

Timbulnya pergolakan di ounia tidak hanya disebabkan oleh perang Dingin, namun juga oleh dampak penjajahan bangsa Barat terutama di Benua Asia dan Afrika. Adanya senjata nuklir yang dikembangkan oleh Amerika dan Uni Soviet menjadi salah satu penyebab kekhawatiran negara-negara di dunia. Selain itu sejak tahun 1945, banyak negara di Asia dan Afrika baru saja meraih kemerdekaan dan berjuang meraih kemerdekaannya. Beberapa negara yang telah merdekapun masih harus menghadapi permasalahan akibat sisa-sia penjajahan Bangsa Barat seperti di India dan Pakistan serta Indonesia dengan masalah lrian Barat. Sementara itu, peran PBB sebagai badan internasional dinilai kurang optimal dalam membantu penyelesaian masalah negara-negara di dunia. Oleh karena itu lahir gagasan mengenai penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.

Pemrakarsa Konferensi Asia-Afrika

Pada bulan April 1954 diadakan pertemuan lima perdana menteri di Kolombo yang dihadiri oleh Sir John Kotelawala (Sri Lanka), Alisastroamidjojo (lndonesia), Jawaharlal Nehru (India), tjNu 1Birma1, dan Muhammad Ali Jinah (Pakistan). Dalam pertemuan yang dinamakan Konferensi Kolombo (28 April-2 Mei 1954) tersebut kelima perdana menteri dari lima negara merasa perlu diadakannya suatu konferensi yang membicarakan nasib negara-negara dunia ketiga.

Perasaan senasib akibat penjajahan bangsa Barat menjadi salah satu latar belakang perlunya negara-negara di Asia dan Afrika bersatu. Selain itu, perdamaian dunia menjadi suatu kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi setiap negara di dunia.

Kesepakatan menganai perlunya diadakan Konfereni Asia-Afrika tercapai pada “Konferensi Kolombo”. Pada tanggal 30 April 1954 Perdana Menteri Ali sastroamidjojo mengajukan lndonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan konferensi tersebut. Keempat perdana menteri yang hadir pada saat itu menyetujui usulan tersebut. Akhirnya, sesuai kesepakaian dalam Konferensi Kolombo, Ali Sastroamidjojo mulai menyusun program pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika bersama Menteri Luar Negeri, Mr. sunario. Kedua tokoh tersebut mulai menjajaki kemungkinan diadakannya Konferensi Asia-Afrika dengan menghubungi negara-negara di Benua Asia dan Afrika. Pada umumnya, sebagian besar negara-negara di Asia dan Afrika mendukung penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika.

Negara-negara di Asia dan Afrika menyambut baik inisiatif pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika. Atas dasar tersebut, pemerintah lndonesia kembali mengundang para perdana menteri peserta Konferensi Kolombo membicarakan persiapan Konferensi akhir pelaksanaan konferensi Asia-Afrika. Pada tanggal 28-30 Desember diadakan pertemuan di lstana Bogor untuk membicarakan persiapan akhir pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika. Pertemuan tersebut dinamakan Konferensi Bogor. Dalam Konferensi Bogor, kelima perdana menteri memastikan kembali peserta-peserta yang akan hadir dalam Konferensi Asia-Afrika. selain itu, disepakati pula waktu pelaksanaan Konferenii Asia Afrika yaitu pada bulan April 1955.

Tujuan Konferensi Asia Afrika

Berikut ini adalah tujuan diadakannya Konferensia Asia Afrika (KAA).

  1. Meninjau masalah-masalah hubungan sosial ekonomi dan kebudayaan dari negara-negara Asia dan Afrika
  2. Menjalin kerukunan antar umat beragama di wilayah Asia dan Afrika
  3. Memberikan sumbangan untuk memajukan perdamaian dan kerja sama dunia
  4. Mencanangkan gerakan politik untuk melawan kapitalisme asing
  5. Melawan kolonialisme dan neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet dan negara imprialis lainnya

Pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika

Konferensi Asia-Afrika terlaksana pada tanggal 18-24 April 1955. Sebagian besar negara tersebut merupakan negara-negara dunia ketiga dan negara- negara yang baru merdeka. Dalam konferensi tersebut dihasilkan keputusan yang dikenal sebagai Dasasila Bandung. Melalui Dasasila Bandung, negara-negara yang hadir dalam KAA menyatukan tekad dalam menciptakan perdamaian dunia yang terdiri atas aspek kemerdekaan, hidup berdampingan secara damai (peace-full coexistance), dan kerja sama untuk keuntungan bersama (mutual benefit).

Negara Peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Dalam pelaksanaan konferensi Asia Afrika, lndonesia, lndia, SriLanka, Birma, Pakistan bertindak sepagai negara sponsor sekaligus pengundang. Sementara itu, negara-negara yang diundang berjumlah 24 negara. Jadi, Konferensi Asia Afrika dihadiri 29 negara. Kedua puluh empat negara yang diundang terdiri atas delapan belas negara Asia dan enam negara Afrika.

Negara-negara Asia yang hadir yaitu Filipina, Thailand, Vietnam Utara, Vietnam Selatan, Laos, Turki, Jepang, Yordania, Kamboja, Nepal, Lebanon, Republik Rakyat Tiongkok, Afganistan, lrak, lran, Syiria, Arab Saudi, dan Yaman. Adapun enam negara Afrika yang hadir adalah Mesir, Sudan, Ethiopia, Libia, Liberia, dan Ghana. Sementara itu, Republik Bhodesia (Afrika Tengah) yang direncanakan hadir ternyata tidak bisa hadir karena negara tersebut sedang mengalami kemelut Politik dalam negeri.

Tanggal Pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Bandung

Pada tanggal 18 April 1955 Konferensi Asia-Afrika dilangsungkan, di Gedung Merdeka Bandung. Konferensi dimulai pada pukul 09.00 dengan pidato pembukaan oleh Presiden Republik lndonesia, lr. Soekarno. Sidang selanjutnya dipimpin oteh Ketua Konferensi yaitu Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo dan diteruskan oleh pidato-pidato kenegaraan dari delegasi tiap-tiap negara.

Melalui pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika, Kota Bandung menjadi dikenal oleh dunia internasional. Semangat perdamaian yang dicetuskan di Kota Bandung kemudian disebut Bandung Spirit atau Semangat Bandung. Hingga saat ini untuk megabadikan momen bersejarah tersebut, jalan protokoldi Kota Bandung yang terbentang di depan Gedung Merdeka dinamakan Jalan Asia Afrika.

Hasil Konferensi Asia Afrika

Hasil penting dari pelaksanaan Konferensi Asia Afrika dinamakan Dasasila Bandung yang mengandung 10 poin utama hasil Konferensi Asia Afrika.

Isi Dasasila Bandung :

  1. Menghormati hak-hak asasi manusia dan menghormati tujuan-tujuan dan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB.
  2. Menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah semua negara.
  3. Mengakui persamaan derajat semua ras serta persamaan derajat semua negara besar dan kecil.
  4. Tidak campur tangan di dalam urusan dalam negeri negara lain.
  5. Menghormati hak setiap negara untuk mempertahankan dirinya sendiri atau secara kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.
  6. (a) Tidak menggunakan pengaturan-pengaturan pertahanan kolektif untuk kepentingan khusus negara besar mana pun. (b) Tidak melakukan tekanan terhadap negara lain mana pun.
  7. Tidak melakukan tindakan atau ancaman agresi atau menggunakan kekuatan terhadap keutuhan wilayah atau kemerdekaan politik negara mana pun.
  8. Menyelesaikan semua perselisihan internasional dengan cara-cara damai, seperti melalui perundingan, konsiliasi, arbitrasi, atau penyelesaian hukum, ataupun cara-cara damai lainnya yang menjadi pilihan pihak-pihak yang bersangkutan sesuai dengan Piagam PBB.
  9. Meningkatkan kepentingan dan kerja sama bersama.
  10. Menjunjung tinggi keadilan dan kewajiban-kewajiban internasional.

Sekian pembahasan mengenai Konferensi Asia Afrika (KAA). Semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat dan mempermudah proses belajar sobat.

Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"