Klasifikasi Batuan – Dalam geologi pengertian dari batu (tunggal) dan batuan (jamak) adalah benda padat atau solid yang tebuat secara alami dari mineral dan atau mineraloid. Lapisan luar padat Bumi, litosfer, terbuat dari batuan. Dalam batuan umumnya terbagi menjadi tiga jenis, yaitu batuan beku, sedimen, dan metamorf. Adapun penelitian ilmiah mengenai batu-batuan disebut dengan istilah petrologi, dan petrologi merupakan komponen penting dari geologi.

Batuan memiliki banyak manfaat yang bisa digunakan manusia. Dalam bangunan batuan biasanya dipergunakan pada pondasi bangunan untuk bangunan dengan ketinggian kurang dari 10 meter. Batuan juga digunakan untuk memperindah fasade bangunan dengan memberikan warna dan tekstur unik dari batu alam.

Pada umumnya batuan diklasifikasikan berdasarkan komposisi mineral dan kimia, dengan tekstur partikel unsur dan oleh proses yang membentuk mereka. Ciri-ciri ini yang kemudian mengklasifikasikan batuan menjadi beku, sedimen, dan metamorf. Mereka lebih diklasifikasikan berdasarkan ukuran partikel yang membentuk mereka. Transformasi dari satu jenis batuan ke batuan yang lain digambarkan dalam model geologi.

Klasifikasi batuan ini dibuat dengan berdasarkan:

  • kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
  • tekstur batuan, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu
  • struktur batuan, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
  • proses pembentukan

Untuk lebih jelasnya mari kita telaah klasifikasi batuan menurut proses terjadinya.

Berdasarkan proses terjadinya batuan dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu:

1. Batuan Beku

Batuan beku terjadi dari magma (batuan cair) yang mengalami proses pendingingan, kemudian membeku.

Batuan Beku
  • Batuan Beku Dalam. Pembekuan batuan ini terjadi di dalam, jauh dibawah permukaan bumi. Proses pendinginannya sangatlah lambat. Hal ini kemudian mengakibatkan terbentuknya hablur-hablur mineral berukuran besar-besar dan sempurna serta kompak. Struktur mineral yang seperti itu disebut Struktur plutonik atau granites (holokristalin). Batuan beku dalam disebut juga batuan Abisis. Contohnya yaitu : batuan granit, diorit, sienit, dan gabro.
  • Batuan Beku Gang (Korok atau Hypoabyssis). Sisa magma yang masih cair meresap ke lapisan yang lebih atas dan menyusup ke sela-sela pipa-pipa dari gunung api, kemudian mendingin dan membeku. Proses pembekuannya sendiri relatif lebih cepat, sehingga hablur-hablur (kristal-kristal) yang terjadi tidak sekompak batuan beku dalam. Struktur batuan beku gang disebut juga Struktur porfirit. Contohnya yaitu: Granit, forfirit, diorit porfirit, sienit, dan forfirit.
  • Batuan Beku Luar atau Batuan Beku Effusive. Batuan beku jenis ini terjadi dari magma yang mencapai permukaan bumi, kemudian mengalami pembekuan. Proses pembekuannya sangat cepat, sehingga tidak sempat membentuk kristal (hablur). Contohnya yaitu: basalt, andesit, dan obsidian.

2. Batuan Sedimen

Batuan sedimen merupakan batuan beku yang tersingkap di permukaan bumi akan mengalami penghancuran oleh pengaruh cuaca, kemudian diangkat oleh tenaga alam seperti air, angin, gletser, dan diendapkan di tempat lain, sehingga terbentuk batuan sedimen.

Batuan Sedimen

Menurut proses terjadinya batuan sedimen dibedakan menjadi:

  • Batuan Klastik atau Mekanik merupakan yang terbentuk dari gumpalan batu besar yang diangkut dari lereng gunung melalui air hujan lalu diangkut oleh arusd sungai dan kemudian diendapkan di daereah hilir dalam bentuk pasai yang susunan kimiawinya masih sama dengan batuan asal.Ini berarti pengendapan itu melalui proses mekanik. Contoh batuan klatik yaitu : batu breksi, batu klonglomerat, pasir dan tanah liat.
  • Batuan sedimen kimiawi merupakan batuan yang terbentuk melalui proses kimiawi, seperti yang terjadi pada batu kapur pada bagian atap gua kapur. Batu kapur yang diresapi air hujan yang mengandung karbondioksida akan larut dalam bentuk larutan kapur. Sebagian larutan itu kemudian menetes dari atap gua dan jatuh kr dasar gua yang kering,sebagian lagi menempel pada bagian atas gua sehingga terbentuklah endapan kapur sebagai sisa penguapanair kapur pada saat larutan itu menetes.Terbentuklah stalaktit dan stalakmit yang merupakan contoh batuan kimiawi.
  • Batuan organis merupakan batuan yang terbentuk dari penumpukan sisa-sisa tumbuhan dan hewan.contoh batu karang

Berdasarkan tenaga pengangkutnya (medianya) batuan sedimen terbagi atas :

  • Sedimen akuatis, diendapkan oleh air. Contohnya yaitu batu pasir,tanah liat.
  • Sedimen aeolis (aeris), diendapkan oleh angin (udara). Contohnya yaitu tanah loss, tanah pasir.
  • Sedimen glasial, diendapkan oleh gletser. Contohnya yaitu batu-batu morena.

Berdasarlan tempat diendapkannya, batuan sedimen dapat dibedakan menjadi:

  • Sedimen terestris diendapkan didarat. Contohnya batu tuf, batu pasir, tanah loss.
  • Sedimen marine diendapkan di laut. Contohnya batu karang,batu garam
  • Sedimen fluvial diendapkan disungai. Contohnya pasir, tanah liat.
  • Sedimen limnis diendapkan di danau/rawa. Contohnya tanah rawa dan tanah gambut.
  • Sediemn glasial diendapkan di daerah ber es. Contihnya batu morena dan batu lim.

3. Batuan Metamorf (Malihan)

Faktor penyebab perubahan bentuk batuan adalah suhu dan tekanan tinggi, dalam jangka waktu yang lama. Dalam proses pembentukannya dimasuki zat lain, pada batuan induknya.

Batuan Metamorf

Batuan metamorf dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Batuan metamorf kontak merupakan batuan yang terjadi akibat adanya pengaruh suhu yang tinggi. Misalnya saja karena letaknya yang berdekatan dengan magma. Contohnya yaitu batuan kapur yang karena pengaruh suhu yang tinggi menjadi cair, kemudian setelah mengalami proses pendinginan berubah batuan kapur tadi menjadi batu pualam (marmer).
  • Batuan metamorf dinamo merupakan batuan yang terjadi akibat pengaruh tekanan yang tinggi serta dalam waktu yang lama. Batuan metamorf dinamo ini disebut juga batuan metamorf kinetis. Contohnya yaitu batu tulis (sabak) berasal dari tanah liat.
  • Batuan metamorf pneumatolistis merupakan batuan yang proses terbentuknya disusup batuan unsur-unsur lain (zat lain). Contohnya yaitu kuarsa yang dalam proses metamornya disusupi unsur borium akan menghasilkan semacam batu permata yang disebut turmalin, sedangkan jiwa unsur penambahannya adalah florium akan menghasilkan topas, semacam permata berwarna kuning.

Baca Juga : Konsep Geografi

Sekian sedikit materi pembahasan mengenai klasifikasi batuan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan membantu proses belajar sobat semua.

Selamat Belajar