Kedatangan Bangsa Inggris Ke Indonesia

kedatangan inggris

Kedatangan Bangsa Inggris Ke Indonesia – Perlu dipahami bahwa setelah Portugis berhasil sampai di kepulauan Maluku dan aktif mengadakan perdagangan dengan penduduk setempat. Kedatangan Portugis ini telah mendorong perdagangan rempah-rempah semakin meluas. Jalur perdagangan antara timur (Indonesia, Maluku) dengan Eropa semakin berkembang. Bahkan Lisabon dalam waktu singkat berkembang menjadi pusat perdagangan rempah-rempah di Eropa Barat.

Dalam kaitan ini Inggris dapat mengambil keuntungan besar dalam perdagangan rempah-rempah. Inggris dapat memperoleh rempah-rempah secara bebas dan relatif murah di Lisabon. Rempah-rempah itu kemudian diperdagangkan di daerah-daerah Eropa Barat bahkan sampai di Eropa Utara. Tetapi karena Inggris terlibat konflik dengan Portugis dan Spanyol apalagi setelah Portugis berada di bawah kekuasaan Spanyol, maka Inggris pun mulai tidak bebas untuk mendapatkan rempah-rempah di Lisabon.

Oleh karena itu, Inggris berusaha mencari sendiri negeri penghasil rempah-rempah. Banyak anggota masyarakat, para pelaut dan pedagang yang tidak melibatkan diri dalam perang justru mengadakan pelayaran dan penjelajahan samudra untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah.

Pencarian Rempah-Rempah

Dalam pelayarannya ke dunia Timur untuk mencari daerah penghasil rempah-rempah, Inggris pertama kali sampai ke India pada tahun 1498 dengan mengikuti rombongan Portugis yang dipimpin oleh Vasco da Gama. Untuk memperkuat daya saing para pedagang Inggris perdagangannya di dunia timur ini kemudian dibentuk kongsi dagang yang diberi nama East India Company (EIC) pada tahun 1600.

Dalam melakukan penjelajahan samudra, Bangsa Inggris meniru jejak Bangsa Spanyol, yaitu dengan berlayar ke arah barat. Rombongan penjelajahan Inggris pertamakali diimpin oleh Francis Drake. Rombongan Inggris berangkat pada tahun 1577 dan mendapat dukungan penuh dari Ratu Elizabeth I.

Kedatangan Bangsa Inggris Ke Indonesia

Dalam memimpin rombongan penjelajahan ini, Francis Drake dibantu oleh Thomas Cavendis. Rombongan Inggris berhasil mencapai Ternate pada tahun 1579. Sesampainya di sana, rombongan tersebut memborong rempah-rempah untuk dibawa pulang ke Inggris. Rombongan Francis Drake kembali ke Inggris pada tahun 1580.

Penjelajahan samudera yang dilakukan oleh Bangsa Inggris mendatangkan keuntungan yang sangat melimpah. Sejak melakukan penjelajahan ke dunia timur, Inggris telah berhasil menanamkan pengaruhnya di beberapa wilayah di Asia. Tak hanya itu, Inggris juga memiliki keinginan untuk merebut wilayah Indonesia dari Belanda dan Portugis. Wilayah ini nantinya tidak hanya dijadikan sebagai ladang monopoli dagang, akan tetapi juga dijadikan wilayah kekuasaan pilitik.

Kedatangan Inggris pada awal abad ke-17 ditujukan guna memperluas kekuasaan politik Inggris di wilayah Asia. Kedatangan Inggris kali ini bertepatan dengan kekacauan yang terjadi di daerah Jayakarta.

Inggris Memasuki Banten

Pada saat itu, Jayakarta tengah berseteru dengan Banten akibat politik adu domba yang dilakukan oleh VOC. Penguasa Jayakarta yang menyadari kelicikan VOC mengizinkan Ingris untuk membangun gudang kayu di dekat kantor dagang VOC. Tindakan yang dilakukan penguasa Jayakarta membuat VOC geram dan segera melancarkan serangan ke arah pusat pemerintahan Jayakarta. Penguasa Jayakarta pada saat itu, Wijayakrama meminta bantuan Inggris untuk menghadapi serangan VOC.

Pada tahun 1619 terjadilah perang laut yang merupakan puncak perseteruan antara Jayakarta dan VOC. Dalam perang laut ini Jayakarta mendapatkan bantuan pasukan dari tentara Inggris. Armada perang Inggris terdiri atas lima belas kapal laut yang dipimpin oleh Sir Thomas Dale melakukan intervensi terhadap kapal-kapal VOC di perairan Jawa. Meskipun dalam peperangan ini Jayakarta memperoleh kemenangan, akan tetapi kemenangan ini hanya berlangsung sehari. Selanjutnya, VOC berhasil menguasai Jayakarta.

Pada tahun 1628 Inggris berhasil menjalin kerja sama dengan Banten. Kerja sama ini dibuktikan dengan Banten mengizinakan Inggris untuk mendirikan pangkalan dagang utama Asia Tenggara di Banten. Pembangunan benteng Inggris bertujuan untuk menjamin perdagangan lada dan keamanan wilayah akibat blokade VOC di Banten.

Sekian pembahasan tentang kedatangan bangsa Inggris ke Indonesia. Semoga materi yang disajikan dapat bermanfaat.

Terimakasih.

Seorang penulis yang ingin berbagi ilmu dan bermanfaat bagi khalayak luas