7 Kebijakan Perdagangan Internasional

perdagangan internasional

Kebijakan Perdagangan Internasional – Seiring dengan perkembangan perdagangan internasional, negara akan mengalami keadaan yang kurang menguntungkan bagi perekonomian dalam negeri disebabkan kurang mampu bersaing dengan negara lain. Oleh karena itu, negara perlu mengeluarkan kebijakan untuk melindungi perekonomian negara. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain sebagai berikut.

Kebijakan-Kebijakan Perdagangan Internasional

  1. Penetapan Tarif
  2. Kuota Impor
  3. Larangan Ekspor dan Impor
  4. Subsidi
  5. Premi
  6. Dumping
  7. Devaluasi
  8. Pengekangan Ekspor Sukarela
  9. Hambatan-Hambatan Birokrasi

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya beserta contoh dari kebijakan-kebijakan perdagangan internasional.

1. Penetapan Tarif

Tarif adalah pajak yang dikenakan atas barang-barang yang melewati batas suatu negara. Tujuan diadakannya tarif adalah untuk mengisi kas negara, dan melindungi industri dalam negeri.

Jenis-jenis tarif di antaranya terdiri atas tarif ekspor, tarif transito, dan tarif impor. Tarif ekspor dikenakan terhadap barang yang diekspor ke negara lain. Tarif transito dikenakan terhadap barang yang melintasi wilayah suatu negara dengan ketentuan barang tersebut tujuan akhirnya adalah negara lain. Tarif impor dikenakan terhadap barang-barang yang diimpor dari negara lain.

Tarif sendiri dibedakan menjadi dua yaitu tarif spesifik dan tarif old valerom. Tarif spesifik (Specific Tariffs) dikenakan sebagai beban tetap untuk unit barang yang diimpor. Misalnya saja 6 dolar untuk setiap barel minyak). Tarifold Valorem (od Valorem Tariffs) adalah tarif pajak yang dikenakan berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor (Misalnya, tariff 25 persen atas mobil yang diimpor). Dalam kedua kasus dampak tarif akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.

2. Kuota Impor

Kuota impor merupakan suatu kebijakan untuk membatasi jumlah barang impor yang masuk ke dalam negeri. Dibatasinya jumlah produk impor mengakibatkan harga barang impor tetap mahal dan produk dalam negeri dapat bersaing dan laku di pasaran.

Pembatasan kuota impor ini biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan. Contohnya saja, Amerika Serikat membatasi impor keju. Hanya perusahaan-perusahaan dagang tertentu yang diizinkan untuk mengimpor keju, masing-masing yang diberikan jatah untuk mengimpor sejumlah tertentu setiap tahun, tidak boleh melebihi jumlah maksimal yang telah ditetapkan. Besarnya kuota impor untuk setiap perusahaan didasarkan pada jumlah keju yang diimpor tahun-tahun sebelumnya.

3. Larangan Ekspor dan Impor

Larangan ekspor merupakan kebijakan pemerintah yang melarang barang dan jasa dijual keluar melewati batas negara karena alasan-alasan tertentu. Contohnya, pelarangan ekspor kulit binatang melata dan tumbuh-tumbuhan yang dilindungi.

Adapun larangan impor adalah kebijakan perdagangan internasional yang melarang secara mutlak impor komoditas tertentu karena alasan-alasan tertentu. Misalnya, Indonesia memberlakukan kebijakan pelarangan impor beberapa jenis plastik bekas.

4. Subsidi

Subsidi adalah bantuan yang diberikan pemerintah kepada produsen dalam negeri agar dapat menjual barang lebih murah sehingga dapat bersaing dengan barang impor. Dengan adanya subsidi, biaya produksi suatu produk menjadi murah hingga harga jualnya menjadi lebih murah dari pada produk impor. Subsidi biasanya diberikan pemerintah dalam bentuk modal, keahlian, mesin-mesin, peralatan, keringanan pajak, pengembalian pajak, fasilitas kredit, dan subsidi harga.

5. Premi

Premi merupakan pemberian dana (dalam bentuk uang) kepada produsen yang berhasil mencapai target produksi seperti yang ditentukan oleh pemerintah. Adanya premi dan subsidi mendorong produsen dalam negeri untuk terus meningkatkan hasil produksi dengan harga jual yang terjangkau.

6. Dumping

Dumping adalah kebijakan yang menetapkan harga jual di luar negeri lebih murah dibandingkan dengan harga di dalam negeri. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan daya saing produk dan menguasai pasaran di luar negeri.

7. Devaluasi

Devaluasi merupakan kebijakan pemerintah untuk menurunkan nilai mata uang dalam negeri (rupiah) terhadap mata uang asing. Kebijakan devaluasi membuat harga barang yang ekspor ke luar negeri menjadi lebih murah jika diukur dengan mata uang asing dengan tujuan meningkatkan daya beli di pasar internasional.

8. Pengekangan Ekspor Sukarela

Bentuk lain dari pembatasan impor ialah pengekangan sukarela (Voluntary Export Restraint), yang juga dikenal dengan kesepakatan pengendalian sukarela (Voluntary Restraint Agreement=ERA). Pengekangan sukarela merupakan suatu pembatasan Kuota atas perdagangan yang dikenakan oleh pihak negara pengekspor dan bukan pengimpor. Pengekangan sukarela memiliki keuntungan-keuntungan politis dan legal yang membuatnya menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang lebih disukai dalam beberapa tahun belakangan. Namun dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela persis sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing sehingga sangat mahal bagi negara pengimpor. Pengekangan sukarela selalu lebih mahal bagi negara pengimpor dibandingan dengan tariff yang membatasi impor dengan jumlah yang sama. Perbedaannya apa yang menjadi pendapatan pemerintah dalam tariff menjadi (rent) yang diperoleh pihak asing dalam VER, sehingga VER nyata-nyata mengakibatkan kerugian.

9. Hambatan-Hambatan Birokrasi (Red Tape Barriers)

Terkadang pemerintah berkeinginan membatasi impor tanpa melakukannya secara formal. Untungnya atau sayangnya, begitu mudah untuk membelitkan standar kesehatan, keamanan, dan prosedur pabean sedemikian rupa sehingga menjadi perintang dalam perdagangan. Contoh klasiknya ialah Surat Keputusan Pemerintah Perancis 1982 yang mengharuskan seluruh alat perekam kaset video melalui jawatan pabean yang kecil di Poltiers yang secara efektif membatasi realiasi sampai jumlah yang relatif amat sedikit.

10. Deskriminasi Harga

Pengertian deskriminasi harga ialah penetapan harga yang berbeda antar negara atau 2 pasar yang berbeda atau yang sama.

Tujuannya yaitu untuk mengawasi harga jual dan beli sehingga bisa diketahui elastisitas permintaan dan memaksimalkan keuntungan. Di sisi lain juga bisa menekan negara tertentu agar menurunkan harga.

Sekian pembahasan mengenai kebijakan-kebijakan perdagangan internasional. Semoga pembahasan materi yang dibagikan mudah dipahami dan dapat bermanfaat.

Selamat Belajar !

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"