7 Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank

jenis lembaga keuangan bukan bankjenis lembaga keuangan bukan bank

Lembaga keuangan bukan bank (LKBB) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang secara langsung maupun tidak langsung menghimpun dana dari masyarakat dengan mengeluarkan suratsurat berharga dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk investasi. Semua kegiatan lembaga keuangan bukan bank diatur dalam Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan. Berikut ini adalah jenis-jenis lembaga keuangan bukan bank (LKBB).

1. Pegadaian

Pegadaian didirikan oleh pemerintah Indonesia untuk mendapatkan dana dengan mengeluarkan dana obligasi/surat utang, dan menggunakannya dengan tujuan memberikan pinjaman kepada nasabah dengan jaminan harta bergerak. Pegadaian memiliki pengaruh besar terhadap lingkungan sosial masyarakat karena bertujuan menghindarkan masyarakat dari rentenir.

Ciri-Ciri Pegadaian

Ciri-ciri pegadaian yaitu barang yang digadaikan adalah termasuk barang berharga, nasabah akan memperoleh pinjaman yang besarnya tergantung pada barang yang digadaikan, dan barang yang telah digadaikan oleh nasabah dapat ditebus kembali. Peminjam yang terlambat melunasi pinjamannya akan diberi peringatan dan kesempatan selama tiga minggu untuk melunasi pinjaman. Jika tidak dilunasi, barang jaminan akan dilelang.

Jasa Pegadaian

Pegadaian tidak hanya sebagai tempat menggadaikan barang berharga, tetapi menyediakan jasa Iain. Jasa yang diberikan pegadaian sebagai berikut.

  • Melayani jasa penaksiran barang berharga.
  • Memberikan jasa penyimpanan barang berharga agar masyarakat merasa aman.
  • Bagi karyawan berpenghasilan tetap, pegadaian dapat memberikan pinjaman atau kredit.
  • Pegadaian dapat berkerja sama dengan pihak ketiga untuk melaksanakan kegiatan usaha tertentu.
  • Memberikan jasa sertifikasi batu mulia. Pegadaian memberikan layanan pemeriksaan batu mulia seperti identifikasi spesies dan varitas, treatments, serta inclusion mapping sebagai identitas bagi batu permata nasabah agar tidak tertukar dengan batuan lain sejenis.

2. Perusahaan Asuransi

Jenis lembaga keuangan bukan bank yang kedua yaitu Perusahaan Asuransi. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian asuransi dapat disimpulkan yaitu perjanjian antara penanggung dan tertanggung yang mewajibkan tertanggung membayar sejumlah premi untuk memberikan penggantian atas risiko kerugian, kerusakan, kematian, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin terjadi atas peristiwa yang tak terduga.

Tujuan Asuransi

Tujuan asuransi adalah memberikan rasa aman nasabah dan menghindari risiko kerugian.

Jenis Asuransi

Jenis asuransi antara lain asuransi jiwa, asuransi kebakaran, asuransi kendaraan bermotor, dan asuransi pendidikan.
Semakin meningkatnya permintaan asuransi, masalah yang akan dihadapi perusahaan asuransi akan semakin tinggi. Perusahaan asuransi membebani premi kepada pihak tertanggung. Perjanjian asuransi terdapat dalam polis asuransi. Apablia masa pertanggungan teriadi risiko, perusahaan asuransi harus ikut membayar sesuai perianiian yang teiah disepakati. Perusahaan asuransi sangat penting bagi masyarakat karena nasabah akan memperolah manfaat atas jasa asuransi.

Manfaat Asuransi Bagi Nasabah

  • Dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat; menyediakan simpanan yang dapat ditarik saat jatuh tempo
  • Menghindarkan dari risiko kerugian atau kehilangan; memperoleh pendapatan pada masa yang akan datang
  • Memperoleh penggantian atas kerusakan atau kehilangan.

Manfaat Asuransi Bagi Perusahaan Asuransi

  • Mendapat keuntungan atas premi yang dibebankan kepada nasabah memperoleh manfaat atas hasil penyertaan modal pada perusahaan lain.
  • Memperoleh keuntungan atas hasil bunga yang berasal dari investasi suratsurat berharga.

3. Koperasi Simpan Pinjam

Jenis lembaga keuangan bukan bank yang selanjutnya yaitu koperasi simpan pinjam. Koperasi Simpan Pinjam Berdasarkan UndangUndang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi dapat menghimpun dana dan menyalurkannya melalui kegiatan usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota koperasi yang bersangkutan dan koperasi lain dan atau anggotanya. Keanggotaan koperasi bersifat terbuka artinya, siapa pun dapat menjadi anggota koperasi, Koperasi dijalankan berdasarkan prinsip kekeluargaan. Salah satu jenis koperasi adalah koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam berperan dalam menjaga stabilitas perekonomian rakyat.

Koperasi simpan pinjam dimaksudkan agar anggota tidak terlibat dengan rentenir ketika memerlukan sejumlah uang serta mendorong anggota untuk menabung dan hidup hemat. Koperasi memperoleh sumber dana dari modal awal dan modal lain. Keuntungan yang diperoleh dari kegiatan koperasi berupa SHU (sisa hasil usaha), dibagikan kepada anggota berdasarkan jasa tiap-tiap anggota. Koperasi simpan pinjam mendapat keuntungan dari bunga pinjaman anggota, biaya administrasi yang dibebankan kepada peminjam, dan investasi lain di luar kegiatan pokok.

4. Leasing

Leasing adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang penyaluran dana untuk pengadaan barangbarang modal yang dibutuhkan oleh nasabah. Perusahaan atau pihak yang memerlukan barangbarang modal, tetapi tidak mempunyai dana yang cukup dapat melakukan sewa guna usaha ke perusahaan asing. Leasing akan membeli barang-barang tersebut kemudian menyewakan kegunaan barang tersebut kepada konsumen selama beberapa tahun. Jenis barang yangdibutuhkan nasabah antara lain traktor, mesin-mesin, kendaraan, dan peralatan kantor. Barang-barang tersebut dapat dipindah kepemilikannya setelah konsumen melunasi utang.

Pihak yang Dilibatkan dalam Pembiayaan Leasing

  • Lessor, yaitu perusahaan leasingyang membiayai keinginan nasabah untuk memperoleh barang-barang modal.
  • Lessee, yaitu nasabah yang mengajukan permohonan leasing kepada lessoruntuk mendapatkan barang modal yang dibutuhkan.
  • Supplier, yaitu pedagang yang menyediakan barang yang akan disewagunakan sesuai perjanjian antara lessor dengan lessee, dalam hal ini supplier juga dapat bertindak sebagai lesser.
  • Asuransi, yaitu perusahaan yang menanggung risiko atas perjanjian antara lessordan lessee.

Jenis Usaha Perusahaan Leasing

Perusahaan leasing dapat dikelompokan menjadi tiga jenis usaha, yaitu independent leasing (perusahaan leasing yang berdiri sendiri dapat sekaligus berperan sebagai supplieratau membeli barang-barang modal dari supplierlain untuk disewagunakan); captive lessol (perusahaan leasing yang produsen atau suppliermendirikan perusahaan leasing dan barang yang disewa gunakan adalah barang-barang milik sendiri); serta lease broker (perusahaan yang hanya mempertemukan keinginan lease untuk memperoleh barang modal kepada pihak lessor untuk disewagunakan).

5. Perusahaan Penjaminan/Anjak Piutang

Anjak piutang (factoring) merupakan suatu perusahaan yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam pembelian dan/atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan.

Jasa yang Disediakan Perusahaan Anjak Piutang

  • Jasa Pembiayaan (Financing Service) Perusahaan penjaminan/anjak piutang melakukan pembayaran di awal kepada kreditor dengan kesepakatan bersama antara perusahaan anjak piutang dan kreditur. Besar pembiayaan pada jasa ini sekitar 60-80% dari total piutang setelah kontrak dan menyerahkan bukti penjualan.
  • Jasa Non-pembiayaan (Non-financing Service) Perusahaan anjak piutang memberikan jasa pengelolaan administrasi kredit, seperti analisis kelayakan . kredit, administrasi kredit, pengawasan dan pengendalian kredit, serta perlindungan risiko kredit.

6. Modal Ventura

Modal ventura menyediakan jasa pembiayaan investasi yang mengandung risiko tinggi dan berjangka panjang. Modal ventura memiliki tujuan, yaitu membiayai suatu usaha berisiko tinggi. Terkadang modal ventura membantu dalam pengembangan atau pendirian perusahaan. Perusahaan yang pembiayaannya berasal dari modal ventura disebut perusahaan pasangan usaha (PPU) atau investee company.

Jenis-jenis Pembiayaan yang Disediakan Oleh Modal Ventura

  • Equity financing, yaitu jenis pembiayaan yang dalam hal ini perusahaan modal ventura melakukan penyertaan langsung kepada Perusahaan Pasangan Usaha (PPU) dengan cara mengambil sebagian saham milik PPU.
  • Semiequity financing, yaitu jenis pembiayaan dengan membeli obligasi konversi yang diterbitkan olehperusahaan pasangan usaha.
  • Perusahaan modal ventura dengan perusahaan pasangan usaha mendirikan perusahaan baru.
  • Pembiayaan yang ditujukan kepada badan usaha kecil yang belum memiliki badan usaha perseroan. Tidak menutup kemungkinan apabila terjadi kesepakatan antara modal ventura dan kreditor, jenis pembiayaan ini dapat diberikan kepada perseroan.

Perusahaan modal ventura membutuhkan dana cukup untuk melakukan penyertaan modal. Sumber dana dapat berasal dari dalam perusahaan seperti setoran modal pemegang saham, cadangan laba tidak terpakai, laba ditahan, serta modal dari luar perusahaan, seperti investor, pinjaman dari pihak lain (bank, perusahaan asuransi, dan perusahaan dana pensiun). Manajemen modal ventura diharapkan dapat memilih sumber dana , yang paling menguntungkan serta dapat mengelola sumber dana secara bertanggung jawab dan transparan.‘

7. Dana Pensiun

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 1 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun, perusahaan dana pensiun menghimpun dana peserta dan mengembalikannya berdasarkan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian yang telah disepakati. Pengembalian dana dilakukan setelah peserta memasuki masa pensiun karena sudah tidak bekerja atau sebab lain. Dana yang dikembalikan akan digunakan peserta untuk memenuhi kebutuhan pada masa pensiun.

Pengelompokan perusahaan dana pensiun berdasarkan status badan hukum sebagai berikut.

a. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)

Dana pensiun pemberi kerja (DPPK) merupakan lembaga pemberi dana pensiun yang didirikan oleh perusahaan tempat karyawan peserta bekerja.

b. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)

Dana pensiun lembaga keuangan merupakan Iembaga pemberi dana pensiun yang didirikan oleh bank dan perusahaan asuransi jiwa. DPLK memberikan layanan kepada masyarakat umum dan sebagai penyelenggara program iuran pasti.

Dana pensiun bertujuan memberikan penghasilan tertentu pada saat karyawan tidak lagi bekerja atau telah memasuki masa pensiun tertentu bagi pemberi kerja. Tujuan tersebut memiliki maksud tertentu bagi pemberi kerja, pekerja, ataupun perusahaan pengelola dana pensiun.

a. Perusahaan Pemberi Kerja

Bagi pemberi kerja, tujuan penyelenggaraan program dana pensiun sebagai berikut.

  • Perusahaan pemberi kerja mempunyai kewajiban moral untuk memberikan rasa aman kepada karyawan ketika mereka memasuki masa pensiun.
  • Loyalitas karyawan terhadap perusahaan akan meningkat dengan terjaminnya masa pensiun.
  • Memberikan kompensasi berupa dana pensiun kepada karyawan akan memberikan dalam persaingan di pasar tenaga kerja. Perusahaan akan mendapatkan karyawan yang berkualitas karena perusahaan menjamin keperluan karyawan pada masa pensiun.
  • Karyawan akan meningkatkan produktivitas kerja sehingga akan menghasnkan dampak pOSItlf dalam perusahaan.
  • Perusahaan atau penyelenggara program dana pensiun akan mendapatkan citra atau kesan positif.

b. Perusahaan Pengelola Dana Pensiun

Tujuan penyelenggaraan program dana pensiun bagi perusahaan pengelola dana pensiun sebagai berikut.

  • Pengelolaan dana pensiun dapat diwujudkan dalam bentuk investasi agar perusahaan pengelola dana pensiun mendapat keuntungan.
  • Perusahaan pengelola dana pensiun berperan aktif dalam menyukseskan program pemerintah, seperti dukungan terhadap pembangunan ekonomi.
  • Bentuk tanggung jawab sosial perusahaan pengelola dana pensiun bagi pekerja.

c. Bagi Pekerja

Manfaat dana pensiun bagi pekerja sebagai berikut.

  • Menjaga kesinambungan penghasilan pada saat masa pensiun.
  • Pekerja dapat lebih disiplin dalam membayar iuran setiap bulan.
  • Memberikan rasa aman kepada pekerja karena pekerja mendapat jaminan keuangan ketika memasuki masa pensiun
  • Pekerja dapat termotivasi untuk meningkatkan

Pemberian dana pensiun memberikan dampak positif bagi banyak pihak, seperti perusahaan pemberi kerja, perusahaan pengelola dana pensiun, dan bagi pekerja. Selain pihak-pihak tersebut, pemerintah merasakan dampak penyelenggaraan program dana pensiun dalam pelaksana pembangunan ekonomi. Program penyelenggaraan dana pensiun juga mendorong masyarakat Iebih mandiri secara ekonomi meskipun sudah memasuki masa pensiun.

Baca Juga : Materi Perbankan di Indonesia

Sekian pembahasan mengenai jenis lembaga keuangan bukan bank (LKBB) dari Synaoo.com. Semoga materi yang dibagikan mudah dipahami dan dapat bermanfaat.

Selamat belajar

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"