Apa saja Jenis-Jenis Inflasi? Jenis-Jenis inflasi dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat keparahan, penyebab, dan juga berdasarkan asal inflasi.

Sebelum membahas macam-macam inflasi, harus kita ketahui dahulu pengertian dari inflasi. Inflasi adalah kenaikan harga yang terjadi secara terus menerus. Secara umum yang menyebabkan terjadinya inflasi yaitu banyaknya jumlah uang yang bereda di masyarakat sehingga masyarakat semakin ingin membelanjakan uangnya. Jika jumlah barang di pasar tidak mampu memenuhi permintaan maka harga akan naik dan terjadilah inflasi.

Nah setelah mengetahui pengertian dan penyebab inflasi, sekarang saatnya kita belajar jenis-jenis inflasi secara lengkap berikut ini.

Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahan

1.Inflasi Ringan

Inflasi ringan terjadi ketika kenaikan harga-harga kurang dari 10%
er tahunnya, sehingga inflasi jenis ini tidak terlalu dirasakan. Inflasi ringan tidak begitu mengganggu perekonomian nasional.

2. Inflasi Sedang

Inflasi sedang memiliki laju antara 10-30% per tahunnya. Pada tingkatan inflasi sedang harga-harga mulai mengalami kenaikan walaupun tidak terlalu signifikan. Jika keadaan inflasi ini tidak segera diatasi, besar kemungkinan akan terjadi inflasi.

3. Inflasi Berat

Kenaikan harga-harga pada inflasi berat antara 30-100% per tahunnya. Pada inflasi berat, harga-harga kebutuhan masyarakat mengalami kenaikan secara signifikan dan mulai sulit untuk dikendalikan. Menurut data BPS, Indonesia pernah mengalami inflasi berat di tahun 1998 dengan tingkat inflasinya mencapai 77,6%.

4. Inflasi Sangat Berat (Hiperinflasi)

Hiperinflasi memiliki laju lebih dari 100% pertahun. Pada tingkat inflasi ini, perekonomian menjadi sangat kacau dan tidak dapat terkendali. Hiperinflasi tidak hanya berdampak pada perekonomian saja, tetapi sudah berdampak buruk di sektor lainnya. Pada tahun 1965 Indonesia mengalami hiperinflasi hingga mencapai 650%. Kondisi pada saat itu sangat tidak terkendali. Harga-harga barang menjadi tidak terjangkau oleh masyarakat, sehingga terjadilah banyak penjarahan dan kelaparan.

Inflasi Berdasarkan Penyebab

1. Inflasi Tekanan Permintaan (Demand Pull Inflation)

Peningkatan permintaan barang dan jas dari masyarakat dapat menyebabkan inflasi tekanan permintaan.

kurva inflasi

Pada gambar di atas, permintaan digambarkan dengan bergesernya kurva AD 0 ke AD 1. Bergesernya Y 0 ke Y 1 menunjukkan tekanan permintaan menyebabkan output perekonomian bertambah, tetapi disertai dengan peningkatan harga dari P 0 ke P 1. Penawaran agregat (AS) tidak selalu tidak bertambah pada inflasi tekanan permintaan. Walaupun terjadi pertambahan penawaran, jumlahnya lebih kecil daripada peningkatan permintaan agregat (AD).

2. Inflasi Dorongan Biaya Produksi (Cost Push Inflation)

Kenaikan biaya produksi akan mendorong inflasi dorongan biaya produksi. Kenaikan biaya produksi dapat berupa kenaikan bahan baku, harga bahan bakar, dan kenaikan upah pekerja.

kurva inflasi

Perusahaan akan melakukan pengurangan penawaran karena dikarenakan kenaikan biaya produksi. Penawaran agregat akan berkurang dan tingkat harga akan meningkat dari P 0 ke P 1. Apabila hal tersebut terjadi, jumlah produksi nasional akan berkurang, sehingga inflasi diserti penurunan kegiatan ekonomi.

Inflasi Berdasarkan Asal

1. Inflasi Berasal dari Dalam Negeri (Domestic Inflastion)

Inflasi jenis ini disebabkan ole faktor-faktor yang berasal dari dalam negeri seperti defisit anggaran terus menerus, gagal panen, serta anggaran pembatasan kredit untuk produksi.

Defisit anggaran dapat diatasi dengan mencetak uang baru, tetapi pencetakan uang baru yang berlebihan dapat menyebabkan inflasi.

Gagal panen dapat menyebabkan penurunan tingkat penawaran barang di pasar sehingga permintaan lebih tinggi daripada penawaran yang pada akhirnya akan menyebabkan inflasi.

Faktor terakhir adakah kredit untuk produksi dibatasi. Kondisi ini mengakibatkan harga barang naik. Oleh karena harga barang naik, produsen cenderung akan menimbun barang agar mendapatkan harga yang tinggi. Jika permintaan barang tidak diimbangi dengan persediaan barang, harga barang akan naik dan menyebabkan inflasi.

2. Inflasi Berasal dari Luar Negeri (Imported Inflastion)

Inflasi jenis ini pada umumnya terjadi di negara berkembang yang sebagian besar bahan baku dan peralatan dalam unit produksi berasal dari luar negeri. Kenaikan harga dapat berasal dari kenaikan bahan baku di negara pengekspor, kenaikan tarif impor, atau negara pengekspor sedang mengalami inflasi. Contohnya inflasi yang terjadi karena Indonesia mengimpor bahan-bahan keperluan industri perakitan mobil, elektronik, farmasi, dan bahan lain di saat Jepang mengalami inflasi.

Sekian pembahasan materi dari Synao.com tentang Jenis-Jenis Inflasi di Indonesia. Semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu proses belajar sobat Synaoo.

Selamat Belajar !!!