6 Jalur Masuknya Islam Ke Indonesia

Jalur Masuknya Islam Ke Indonesia

Jalur Masuknya Islam Ke Indonesia – Islam merupakan agama yang selalu mengajarkan perdamaian. Tidak ada paksaan bagi setiap manusia untuk memeluk agama Islam. Begitu pula yang terjadi saat islam masuk di Indonesia.

Sikap masyarakat Indonesia yang memiliki corak kehidupan yang ramah danterbuka terhadap bangsa asing juga menjadi penyebab Islam dengan mudah masuk dan berkembang di Indonesia.

Pada awalnya Islam berkembang di wilayah pesisir. Setelah Islam dianut oleh penduduk pesisir Indonesia agama dan kebudayaan Islam berkembang pesat di hampir seluruh wilayah Indonesia. Perkembangan Islam di Indonesia tidaklah terjadi secara spontan, tetapi melalui proses secara damai, responsif, dan proaktif. Oleh karena itu, masyarakat Indonesia mudah tertarik dengan agama dari kebudayaan Islam.

Islam adalah agama yang cinta damai. Oleh karena itu, dalam penyebran Islampun dilakukan secara damai dan menghindari cara kekerasan. Oleh karena itu, pandangan bahwa Islam disebarkan melalui pedang dan perang bukanlah hal yang benar.

Baca Juga : Sejarah Masuknya Islam di Indonesia Lengkap

Berikut ini adalah jalur masuknya Islam ke Indonesia.

1. Jalur Perdagangan

Pedagang Arab, Gujarat dan Persia berperan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Para pedagang berdagang di Indonesia sambil menyebarkan agama dan kebudayaan Islam di tempat-tempat yang mereka singgahi. Proses ini dilakukan untuk mempererat hubungan dagang yang dijalin dengan bangsa lain.

Interaksi yang terjadi antara pedagang Islam dan masyarakat menjadikan masyarakat Indonesia memeluk Islam. Setelah pedagang dan masyarakat memeluk Islam mereka kemudian menyebarkan Islam kepada orang-orang disekitarnya.

Secara bertahap agama dan kebudayaan Islam disebarakan dari muslim Arab, gujarat, serta India kepada pedagang dan masyarakat Indonesia. Proses Islamisasi melalui pedagangan sangat menguntungkan dan efektif daripada cara lain. Evektivitas ini karena tidak hanya golongan bawah yang terlibat perdagangan, tetapi juga masyarakat golongan atas seperti bangsawan dan raja. Keadaan ini di dukung dengan semakin ramainya jalur perdagangan antara Selat Malaka, Jawa, dan Maluku. Jalur ini menjadi pusat-pusat perdagnagan di sepanjang pantai Pulau Sumatra dan Malaka.

2. Jalur Perkawinan

Pedagang Islam menetap di suatu masalah dengan waktu yang cukup lama. Para pedagang Islam biasanya singgah dalam waktu berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun. Tujuannya yaitu untuk berdagang, mengambil bekal, atau menunggu angin timur untuk melanjutkan perjalanan.

Jalinan hubungan baik terkadang diteruskan dengan perkawinan antara wanita pribumi dan pedagang Islam. Wanita Indonesia yang dinikahi pedagang Islam biasanya berasal dari golongan bangsawan. Melalui perkawinan ini lahir generasi muslim baru. Sedikit demi sedikit, mulai terbentuk masyarakat muslim dengan adat Islam.

3. Jalur Politik

Raja memiliki paranan yang besar dalam proses peneyebaran Islam di Indonesia. Ketika raja memeluk Islam, secara otomatis rakyatnya akan mengikutinya karena rakyat memiliki kepatuhan yang tinggi terhadap raja. Seorang raja selalu menjadi panutan, bahkan juga teladan bagi rakyatnya. Apapun yang diperintah rajanya, rakyat pasti mematuhinya.

Setelah agama Islam diterima oleh kerajaan, kepentingan politik selanjutnya dilaksanakan melalui perluasan wilayah. Beberapa kerajaan Islam selanjutnya melakukan perluasan wilayah terhadap kerajaan lain.

Meskipun penaklukan suatu wilayah oleh kerajaan Islam dilakukan melalui jalan perang, penguasa Islam tetap bertoleransi kepada pemeluk agama lain dan tidak memaksakan Islam sebagai agama kerajaan yang ditaklukan. Inilah salah satu faktor yang memperlancar perluasan kekuasaan Islam.

4. Jalur Pendidikan

Pendidikan untuk menyebarkan agama Islam dilakukan melalui pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan tradisional Islam yang mendidik santrinya belajar agama Islam. Materi pembelajaran dalam pesantren bersumber pada kitab kuning dari Timur Tengah yang ditulis pada abad 7-8 masehi.

Materi yang diajarkan dilengkapi dengan fikih dan tauhid. Siswa dalam pesantren disebut santri, sedangkan pengasuh dalam pesantren disebut sebagai kyai.

Saat belajar di pesantren santri belajar dengan disiplin sehingga mampu menguasai ilmu dan ketrampilan yang diajarkan, terutama ilmu agama. Kedisiplinan yang diterapkan dalam segala hal, termasuk belajar, dapat mengantarkan seseorang meraih kesuksesan pada masa depan.

5. Jalur Kesenian

Saat agama Islam masuk, kebudayaan masyarakat Indonesia masih dipengaruhi kepercayaan sebelumnya. Kebudayaan tersebut telah mengkar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selanjutnya kebudayaan menjadi media ampuh untuk menyebarkan Islam. Para penyiar agama Islam menggunakan media kebudayaan atau kesenian yang sunah ada sebagai sarana penyebaran Islam.

Kebudayaan periode sebelum Islam tidak diubah oleh para penyiar Islam. Kesenian tersebut dilanjutkan dan digunakan untuk menyebarluaskan ajaran Islam.

Misalnya, dengan mengadakan pertunjukkan seni gamelan, para ulama mengundang masyarakat berkumpul sehingga para ulama dapat berdakwah di tengah masyarakat tersebut.

Selain gamelan, kesenian yang efektif digunakan dalam proses Islamisasi adalah wayang. Sunan Kalijaga merupakan tokoh yang mahir mementaskan wayang. Sunan Kalijaga tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi meminta penonton mengikuti mengucapkan kalimat syahadat.

6. Jalur Tasawuf

Kata tasawuf berasal dari kata suf yang artinya wol (bulu kambing). Istilah ini muncul karena ahli tasawuf biasanya mengenakan baju (jubah) dari bulu domba. Pakaian yang terbuat dari bulu domba merupakan simbol orang-orang yang sederhana, tulus, dan taat beribadah kepada Allah. Orang-orang yang menjalankan kehidupan tasawuf disebut sufi.

Unsur-unsur mistis dalam tasawuf bukan asli ajaran Islam, melainkan bentuk perpaduan dengan budaya lokal. Perpaduan dua kebudayaan tanpa menghilangkan unsur asli dari kebudayaan tersebut disebut akulturasi budaya.

Akulturasi budaya perlu dilakukan untuk menghadapi keragaman budaya dalam masyarakat. Masyarakat saling berinteraksi untuk memadukan nilai-nilai kebudayaan yang dianggap penting untuk dijaga dan dikembangkan. Akulturasi budaya ini menjadikan tasawuf mudah diterima oleh masyarakat Indonesia. Dengan demikian, tasawuf menjadi salah satu cara menarik masyarakat agar masuk Islam.

Dengan jalur-jalur masuknya Islam ke Indonesia tersebut, Islam mudah diterima dan berkembang pesat di Indonesia sejak abad ke-8 masehi. Penyebaran Islam didukung oleh berbagai faktor berikut.

  • Dalam Islam tidak mengenal sistem kasta.
  • Penyebaran Islam dilakukan secara damai.
  • Islam bersifat terbuku karena setiap muslim merupakan pendakwah bagi agamanya.
  • Upacara atau ibadah dalam Islam dilakukan dengan cara mudah dan sederhana.
  • Cara penyebaran Islam disesuaikan dengan cara mudah dan sederhana.
  • Cara penyebaran Islam disesuaikan cukup mudah, yaitu dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
  • Kemunduran Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sebagai kerajaan Hindu besar di Indonesia.
  • Islam demokratis.

Baca Juga : Teori masuknya Islam ke Indonesia

Sekian pembahasan tentang jalur masuknya Islam ke Indonesia. Semoga artikel yang diberikan mudah dipahami dan dapat bermanfaat.

Terimakasih.

Seorang penulis yang ingin berbagi ilmu dan bermanfaat bagi khalayak luas