ILMU KALAM : Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Manfaat

145
Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah salah satu bentuk ilmu keislaman. Kajian dalam ilmu kalam terfokus pasa aspek ketuhanan (devesivasinya) atau bentuk karena itu disebut teologi dialetika, dan rasional. Secara harfiah kata kalam artinya pembicaraan tetapi bukan dalam arti pembicaraan sehari-hari (omongan) melainkan pembicaraan yang bernalar dan logika (akal). Ilmu Kalam merupkaan Ilmu yang membahas soal-soal keimanan yang sering juga disebut Ilmu Aqaid atau Ilmu Ushuluddin.

Pengertian Ilmu Kalam

Ilmu Kalam adalah ilmu yang membicarakan bagaimana menetapkan kepercayaan-kepercayaan keagamaan (agama islam) dengan bukti-bukti yang yakin.

Beberapa ulama memberikan pendapat yang berbeda-beda sesuai dengan argument mereka masing-masing tentang definisi Ilmu Kalam :

1. Menurut Al-‘iji

Ilmu Kalam adalah Ilmu yang memberi kemampuan untuk menetapkan aqidah agama (Islam) dengan mengajukan argument untuk melenyapkan keraguan-keraguan.

2. Menurut Ibnu Khaldun

Ilmu Kalam adalah Ilmu yang mengandung argument-argument rasional untuk membela Aqidah-aqidah Imanya dan mengandung penolakan terhadap golongan bid’ah (perbuatan-perbuatan baru tanpa contoh) yang didalam aqidah menyimpang dari mazhab salah dan ahli sunnah.

3. Menurut Fu’at Al-Ahwani

Ilmu Kalam adalah memperkuat aqidah agama dengan ajaran-ajaran yang rasional.

Baca Juga : Ilmu Mantiq : Pengertian, Tujuan, Sejarah, dan Hukum Mempelajari

Sejarah Munculnya Ilmu Kalam

Sejarah munculnya ilmu kalam berawal sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW, timbullah persoalan-persoalan dikalangan umat islam tentang siapakah pengganti Nabi (Khalifatul Rasul) kemudian persoalan itu dapat diatasi setelah dibai’atnya / diangkatnya Abu Bakar As-Sidiq sebagai khalifah.

Setelah Abu Bakar wafat kekhalifahan dipimpin Umar Bin Khatab pada masa kepemimpinan Umar Bin Khatab umat Islam tampak tegar dan mengalami Ekspansi seperti kejazirah Arabian, palestina, syiria, sebagian wilayah Persia dan Romawi serta Mesir.

Setelah kekhalifahan Umar bin Khatab berakhir maka Utsman Bin Affan menjadi Khalifah, Utsman termasuk dalam golongan Quraisy yang kaya kaum keluarganya terdiri dari orang-orang Aristokrat Mekkah karena pengalaman dagangnya mereka mempunyai pengetahuan Administrasi. Pengetahuan mereka ini bermanfaat dalam memimpin Administrasi daerah-daerah diluar semenanjung arabiah yang bertambah masuk kebawah kekuasaaan islam. Namun karena pada masa kekhalifahan Utsman cenderung kepada nepotisme terjadilah ketidakstabilan dikalangan umat Islam dengan banyaknya penentang-penentang yang tidak setuju kepada khalifah Ustman puncaknya tewas terbunuh oleh pemberontak dari Kufah, Basroh dan Mesir.

Setelah Ustman wafat Ali bin Abi Thalib sebagai calon terkuat terpilih sebagai khalifah yang keempat tetapi ia segera mendapat tantangan dari pemuka-pemuka yang ingin pula menjadi khalifah seperti Thalah, Zubair dan Aisyah peristiwa ini dikenal dengan perang jamal. Tantangan kedua datang dari Muawiyah bin Abi Sufyan yang juga ingin menjadi khalifah dan menuntut kepada ali supaya menghukum pembunuh-pembunuh Ustman. Dari peristiwa-peristiwa tersebut munculah Teologi asal muasal (sejarah munculnya kalam).

 

Penamaan Ilmu Kalam

1. Ilmu kalam

Dinamakan ilmu kalam karena membahas tentang ketuhanan yang logika maksudnya dalil-dalil Aqliyah dari permasalahan sifat kalam bagi Allah seperti persoalan. Apakah Alquran itu Qodim (dahulu) atau Hadits (baru)

  • Persoalan Qodimiyah Kalamullah
  • Penggunaan dalil aqli yang sebegitu rupa hingga sedikit penggunaan dalil naqli
  • Penggunaan metode argumentasi yang menyerupai mantiq

2. Ilmu Ushuluddin

Sebab penamaan ilmu ushuluddin terfokus pada aqidah atau keyakinan Allah SWT, itu Esa Shifa, Esa Af’al dll. Atau yang membahas pokok-pokok Agama.

3. Ilmu Tauhid

Sebab penamaan Ilmu Tauhid karena ilmu ini membahas masalah keesaan Allah SWT, adalah salah satu bagian yaitu I’tiqodun biannallahata’ala waahidada laasyariikalah.

4. Teologi Islam

Karena teologi membicarakan zat Tuhan dari segalah aspeknya. Dan perhatian Tuhan dengan Alam semeseta karena teologi sangat luas sifatnyat. Teologi setiap agama bersifat luas maka bila di pautkan dengan islam (teologi islam) pengertiannya sama dengan Ilmu Kalam di sebut pula ilmu jaddal (debat) ilmu alqoid dll.

 

Bahasan dalam Ilmu Kalam

1. Masalah Ketuhanan

  • Wujud Allah
  • Sifat-sifat Allah
  • Perbuatan Allah

2. Al-Quran

  • Apakah Al-Quran merupakan makhluk atau bukan

3. Akhirat

  • Apakah kebangkitan itu dengan jasad apakah hanya ruh saja
  • Apakah dapat melihat Allah di akhirat nanti

4. Iman

5. Dosa Besar

6. Takdir dan keadilan Allah

7. Khilafah dan imamah

8. Filsafat

9. Ayat-ayat Mustasyabih

  • Tentang tajsim
  • Tentang tasybih
  • Tentang dimana Allah

 

Permasalahan Ilmu Kalam dalam Islam

1. Masalah Pelaku Dosa Besar

a. Mazhab Syi’ah

Dalam masalah politik yaitu terbunuhnya ke-tiga yaitu khalifah ustman bin affan oleh pemberontakkan dari Mesiar yang dipimpin oleh Abu Saudah bin Saba, Ustman tewas dan melahirkan konsep permasalahan apakah tetap beriman atau telah kafir, pelaku pembunuh Ustman itu dan pelaku dosa besar yang keluar dari barisan Ali karena tidak puas dengan hasil administrasi maka mereka keluar dari barisan Ali. Menurut mazhab Syi’ah pelaku dosa besar adalah kafir dalam arti keluar dari Islam dan murtad maka ia wajib dibumuh.

b. Mazhab Murji’ah

Murji’ah artinya menunda tentang pelaku dosa besar dia di akhirat, pendirinya Abdullah Ibnu Umar (anak Umar bin Khatab), mereka berpendapat bahwa orang yang berbuat dosa besar tetap masih mukmin dan bukan kafir adapun dosa yang dilakukannya terserah kepada Allah untuk mengampuni atau tidak mengampuni.

c. Mazhab Mu’tazilah

Pendirinya adalah Wasil bin Atok pendapatnya orang yang berdosa besar bukan kafir tetapi bukan pula mu’min orang semacam ini mengambil dua posisi diantara dua posisi atau tidak masuk surga atau tidak masuk neraka

d. Mazhab Asy’-Ariyah

Mazhab ini pendirinya adalah Hasan Al-Asy Ari (260-324 H), dia menentang pendapat mazhab mu’tazilah menurutnya tidak mungkin orang yang berbuat dosa besar itu tidak mukmin maka terdapat iman , menurutnya mu’min yang melakukan dosa besar bila wafat tanpa taubat mungkin orang itu diampuni dosanya oleh Allah sehingga diakhirat orang itu langsung masuk surga dan mungkin pula tidak di ampuni mak ia dimasukkan keneraka dulu baru surga. Seperti dalam hadits rosul.

2. Masalah Perbuatan Manusia dan Kaitannya pada Tuhan

a. Khodoriyah

Menurut Khodoriyah menusia memiliki kebebasan atau kemerdekaan dalam kehendak dan perbuatan, Khodoriyah mempunyai paham manusia mempunyai kebebasan dan kekuasaan sendiri untuk mewujudkan perbuatan-perbuatannya.

b. Jabariyah

Nama Jabariyah berasal dari “Jabarah” yang mengandung arti memaksa. Paham ini berpendapat manusia tidak mempunyai kemerdekaan dan kebebasan dalam menentukan kehendak dan perbuatannya dalam paham ini manusia mutlak terikat dalam kehendak Tuhan.

 

Fungsi Ilmu Kalam

1. Memberikan penjelasan landasan keimanan umat islam melalui pendekatan filsafat dan logis, sehingga kebenaran-kebenaran islam tidak saja dipahami secara dogmatis (diterima apa adanya) tetapi sisa juga dipaparkan.

2. Menopang dan menguatkan sistem nilai ajaran islam yang terdiri atas 3 pokok, yaitu:

  • iman sebagai landasan akidah,
  • islam sebagai manifestasi syariat, ibadah, dan muamalah,
  • ihsan sebagai aktualisasi akhlak.

3. Turut menjawab penyimpangan teologi agama lain yang dapat merusak akidah umat islam khususnya ketika islam bersinggung dengan teologi agama lain dalam masyarakat yang heterogen (berbeda-beda).

Manfaat Mempelajari Ilmu Kalam

1. Menguatkan keimanan

2. Memberikan jawaban atas penyimpangan sebuah ajaran

3. Mengamalkan ajaran Islam dengan baik

4. Memberikan arahan dan petunjuk kepada orang-orang yang membutuhkan nasihat

5. Mengarahkan menuju jalan yang benar

 

Sekian materi dari Synaoo.com mengenai Ilmu Kalam

Semoga materi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Terimakasih.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here