Hambatan-Hambatan Perdagangan Internasional

hambatan perdagangan internasional

Hambatan Perdagangan Internasional – Perdagangan internasional ialah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud yaitu dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain.

Dalam kegiatan perdagangan internasional (perdagangan antar-negara) sering kali suatu negara mengalami beberapa hambatan. Hambatan dalam perdagangan internasional adalah regulasi atau peraturan pemerintah yang membatasi perdagangan bebas.

10 Hambatan Perdagangan Internasional

Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.

1. Perbedaan Mata Uang Antarnegara

Mata uang yang berlaku di setiap negara tentunya berbeda-beda. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepadapihak negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Untuk pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara memiliki perbedaan. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan mempermudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.

2 . Kualitas Sumber Daya yang Rendah

Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat proses perdagangan internasional, karena jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi (produk) akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain dengan kualitasnya yang lebih baik. Hal ini tentunya akan menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

3. Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar

Diwaktu melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila pembayarannya dilakukan secara tunai maka negara pengimpor akan mengalami kesulitan dan menanggung resiko yang tinggi, seperti terjadinya perampokan. Oleh karena itu, negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran secara tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau menggunakan L/C.

4 . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara

Setiap negara tentunya akan selalu melindungi hasil produksi buatannya sendiri. Mereka tidak ingin hasil produksinya tersaingi oleh hasil produksi buatan dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan perdagangan internasional untuk melindungi barang-barang yang ada dalam negeri. Salah satu kebijakan yang diterapkan yaitu dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka produk impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada peoduk dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat negara tersebut menjadi kurang tertarik untuk membeli produk impor. Hal itu tentunya akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.

5 . Terjadinya Perang

Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara dalam perdagangan internasional terputus. Disamping itu, kondisi perekonomian negara yang sedang berperang tersebut juga akan mengalami kelesuan. Hal ini dapat menyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.

6 . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional

Terkadang dalam satu wilayah regional terdapat organisasi-organisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut ialah untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negara-negara anggotanya saja. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara-negara anggotanya. Akibatnya apabila terdapat negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan.

7. Perbedaan Bahasa

Adanya perbedaan bahasa antara negara pengekspor dengan pengimpor dapat menjadi menghambat perdagangan internasional. Contoh saja antara negara Indonesia dengan negara Filipina. Baik importir maupun eksportir harus saling berkomunikasi dan saling mengetahui maksud dan keinginannya, apabila ada kendala dalam komunikasi maka transaksi perdagangan antarkedua belah pihak akan sulit terjadi.

8. Perbedaan Ketentuan dan Peraturan

Setiap negara mempunyai ketentuan dan peraturan sendiri-sendiri dalam mengatur perdagangan dengan negara lain. Tentu saja ketentuan antara negara satu dengan negara lainnya jelas berbeda. Hal inilah yang kemudian dapat menghambat perdagangan internasional, karena negara pengekspor harus mematuhi ketentuan yang berlaku di negara pengimpor, begitu juga sebaliknya. Contohnya saja Indonesia sebagai pengekspor tekstil ke Amerika, harus mematuhi ketentuan-ketentuan dalam perdagangan yang berlaku di China.

9. Tingkat Kesejahteraan Suatu Negara Menurun

Tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tinggi di suatu negara juga berdampak negatif bagi kegiatan perdagangan internasionalnya. Dengan rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat maka akan menurunkan keinginannya untuk membeli barang atau jasa karena ketidak mampuan untuk membeli barang atau jasa tersebut. Akibatnya akan membuat sebuah negara sulit untuk melakukan perdagangan internasional.

10. Nilai Tukar Mata Uang Yang Berubah-Ubah

Hambatan perdagangan internasional berikutnya berupa ketidakstabilan nilai tukar mata uang asing yang membuat para pedagang internasional kesulitan menentukan harga sebuah produk. Tidak hanya pihak importir yang merasa kesusahan, akan tetapi pihak importir juga merasa demikian. Dikarenakan hal tersebut membuat proses penawaran ataupun permintaan barang menjadi lebih rumit dan sulit.

Sekian pembahasan materi tentang hambatan perdagangan internasional dari Synaoo.com. Semoga pembahasan yang dibagikan dapat bermanfaat.

Selamat Belajar !!!

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"