Terdapat beberapa ahli yang mengungkapkan tentang fungsi konflik sosial yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Berikut ini adalah beberapa fungsi konflik sosial murut para ahli. Lewis Coser dan Joseph Himes melakukan studi lebih lanjut mengenai fungsi positif konflik bagi kelangsungan masyarakat.

Fungsi Konflik Menurut Lewis Coser

Menurut Coser (1915), konflik memiliki fungsi positif antara lain sebagai berikut.

  • Konflik akan meningkatkan solidaritas sebuah kelompok yang kurang kompak. Dalam sebuah masyarakat yang mengalami disintegrasi, konflik dengan masyarakat lain akan mengembalikan tingkat integrasi masyarakat tersebut. Itulah sebabnya, ahli propaganda akan berusaha menciptakan musuh bersama untuk menyatukan masyarakat/para pengikutnya yang terpecah-pecah.
  • Konflik dengan kelompok tertentu akan melahirkan kohesi dengan kelompok lainnya dalam bentuk aliansi. Misalnya, konflik antara Perancis dengan Amerika Serikat tentang serangan ke Irak memunculkan kohesi yang lebih solid antara Perancis dan Jerman.
  • Konflik di dalam masyarakat biasanya akan menggugah warga yang semula pasif untuk kemudian memainkan peran tertentu secara lebih aktif Misalnya, serangan Amerika Serikat ke Irak mendorong banyak warga dunia yang semula pasif untuk aktif melakukan protes menentang serangan tersebut.
  • Konflik juga memiliki fungsi komunikasi. Melalui konflik, masing-masing pihak menjadi semakin yakin akan posisi lawannya. Mereka semakin memahami posisi dan batas di antara mereka.

Fungsi Konflik Menurut Jospeh Himes

Sementara itu menurut Himes (Schaefer & Lamm: 1998), konflik memiliki fungsi sebagai berikut.

  • Secara struktural, konflik dapat mengubah keseimbangan kekuasaan antara kelompok dominan dan kelompok minoritas. Meningkatnya kekuasaan kelompok minoritas mendorong kelompok dominan untuk mendiskusikan berbagai hal berkenaan dengan kepentingan bersama.
  • Dari sisi komunikasi, konflik meningkatkan perhatian masyarakat terhadap hal yang dipersengketakan dalam konflik, meningkatkan kesediaan media massa untuk memberitakannya, memungkinkan masyarakat memperoleh informasi baru, dan mengubah pola komunikasi berkenaan dengan hal tersebut.
  • Dari sisi solidaritas, konflik akan meningkatkan dan memantapkan solidaritas di antara kelompok minoritas.
  • Dari sisi identitas, konflik akan menumbuhkan kesadaran mengenai siapa mereka dan mempertegas batas-batas kelompok.

Fungsi Konflik Menurut Achmad Fedyani Saifudin

Menurut Achmad Fedyani Saifudin (1986) dari Indonesia, menyebutkan fungsi konflik sebagai berikut.

  • Konflik berfungsi mencegah dan mempertahankan identitas dan batas-batas kelompok sosial dan masyarakat.
  • Konflik dapat melenyapkan unsur-unsur yang memecah belah dan menegakkan kembali persatuan. Konflik dapat meredakan ketegangan antara pihak-pihak yang bertentangan sehingga dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa konflik berfungsi sebagai stabilisator sistem sosial.
  • Konflik suatu kelompok dengan kelompok lain menghasilkan mobilisasi energi para anggota kelompok yang bersangkutan sehingga kohesi setiap kelompok ditingkatkan.
  • Konflik dapat menciptakan jenis-jenis interaksi yang baru diantara pihak-pihak bertentangan yang sebelumnya tidak ada. Konflik berlaku sebagai rangsangan untuk menciptakan aturan-aturan dan sistem norma yang baru, yang mampu mengatur pihak-pihak yang bertentangan sehingga keteraturan sosial kembali terwujud.
  • Konflik dapat mempersatukan orang-orang atau kelompok-kelompok yang tadinya tidak saling berhubungan. Koalisi dan organisasi dapat timbul dimana kepentingan pragmatik utama dan pelakunya terlibat.

Baca Juga : Akibat Konflik Sosial

Itulah beberapa fungsi konflik sosial yang sering terjadi di dalam masyarakat. Semoga pembahasan yang diberikan dapat bermanfaat untuk sobat Synaoo.

Terimakasih.