Faktor Pendorong Mobilitas Sosial – Pada postingan sebelumnya kita telah mempelajari bentuk-bentuk mobilitas sosial. Tentunya pada postingan kali ini, kita akan belajar tentang faktor pendorong yang sangat mempengaruhi mobilitas sosial di masyarakat.

Sebelum menginjak materi, kita coba mengingat terlebih dahulu apa pengertian mobilitas sosial.

Menurut Robert M. Z Lawang, pengertian mobilitas sosial mengacu pada pergerakan posisi dari satu level ke level lain atau dari satu dimensi ke dimensi lain.

Soerjono Soekanto mengatakan bahwa mobilitas sosial ialah gerakan dalam struktur sosial, yaitu pola yang mengatur organisasi kelompok sosial.

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, mobilitas sosial ialah mobilitas dalam struktur sosial, termasuk mengendalikan pola-pola tertentu dari organisasi kelompok.

Menurut William Kornblum, mobilitas sosial ialah gerakan individu, keluarga, dan kelompok sosial, dan itu adalah gerakan dari satu lapisan ke lapisan lainnya.

Secara umum, pengertian dari Mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan seseorang atau kelompok warga dari status sosial yang satu ke status sosial yang lain. Gerak perpindahan tersebut dapat mengakibatkan naik-turunnya kelas sosial.

Baca Juga : Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial

Faktor Pendorong Mobilitas Soosial

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mobilitas sosial adalah sebagai berikut.

1. Status Sosial

Setiap manusia sejak lahir mempunyai status yang sama seperti yang dimiliki oleh orang tuanya. Pada saat ia dilahirkan, tidak ada seorang pun yang dapat memilih statusnya sendiri. Status yang diperoleh, langsung diterima dari orang tuanya tidak peduli apakah ia senang atau tidak di kemudian hari. Seseorang tidak dapat menolak kedudukan ayahnya, misalnya sebagai petani atau tukang parkir. Setelah besar dan dapat menilai keadaan dirinya dan keluarganya, ia dapat menggunakan kemampuannya untuk menerima atau menolak nasibnya. Apabila tidak puas dengan kedudukan yang diwariskan oleh orang tuanya, ia harus berusaha mencari kedudukan sendiri di lapisan sosial yang lebih atas. Banyak orang yang berhasil meraih kedudukan sosial yang lebih tinggi daripada kedudukan sosial orang tuanya.

2. Keadaan Ekonomi

Banyak penduduk yang keadaan ekonominya lemah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kegagalan panen, kegagalan dalam melaksanakan keluarga berencana, dan bencana alam. Penduduk yang tidak mau menerima keadaan seperti itu akan berpindah tempat ke daerah lain (bermigrasi) atau ke kota-kota besar (berurbanisasi). Dalam kajian sosiologi, orang yang demikian itu disebut mengalami mobilitas.

3. Situasi Politik

Mobilitas manusia dapat terjadi. Hal ini disebabkan juga oleh masalah-masalah politik. Biarpun tanah air mereka subur dan makmur, keadaan politik tidak sejalan dengan pola pikirnya. Mereka banyak yang tidak tahan hidup di tanah airnya sendiri. Mereka memilih untuk meninggalkan tanah airnya dan pindah ke negara lain yang dianggap cocok.

4. Motif-Motif Keagamaan

Mobilitas manusia dapat juga diakibatkan oleh dorongan agama. Dua macam dorongan itu adalah sebagai berikut.

  • Tugas misioner, yaitu tugas suci untuk menyebarkan agama ke negara lain.
  • Tekanan dari agama lain. Keadaan itu dapat membuat orang terpaksa meninggalkan negaranya. Contohnya, pada abad ke-17 banyak orang Katolik Inggris, karena tidak tahan akan tekanan rajanya yang beragama Kristen Anglikan, mereka terpaksa pindah ke Amerika.

5. Faktor Kependudukan (Demografi)

Contoh dari masalah kependudukan adalah yang terjadi di Pulau Jawa dan Bali. Kedua pulau itu penduduknya yang sangat padat. Karena perkembangan jumlah penduduk sukar dikendalikan, kedua pulau itu semakin terasa sempit untuk tempat pemukiman. Bahkan, akhirnya dapat menimbulkan kemiskinan. Hal itu menyebabkan timbulnya dorongan untuk mencari tempat pemukiman yang lain. Contohnya yaitu kepadatan Pulau Jawa mendorong para penduduk mengikuti program transmigrasi ke luar Pulau Jawa.

6. Faktor Struktural

Faktor struktural ialah jumlah relatif dari kedudukan tinggi yang bisa dan harus diisi serta kemudahan untuk memperolehnya. Contohnya saja yaitu ketidakseimbangan jumlah lapangan kerja yang tersedia dibandingkan dengan jumlah pelamar kerja.

Sedangkan yang termasuk dalam cakupan faktor struktual adalah sebagai berikut:

  • Struktur Pekerjaan : Dalam suatu komunitas, beberapa orang memiliki posisi yang tinggi dan beberapa memiliki posisi yang rendah. Pembagian kerja ini sangat dipengaruhi oleh pendidikan regional, peluang, dan juga sistem ekonomi. Pekerjaan ini biasanya bergantung pada kemampuan dan keterampilan setiap orang. Individu dengan status pekerja lebih rendah akan mencoba meningkatkan status mereka sendiri. Dalam hal ini, mobilitas sosialpun terjadi.
  • Perbedaan fertilitas : Tingkat fertilitas (angka kelahiran) ialah salah satu pendorong mobilitas sosial. Hal ini dapat terjadi dikarenakan tingkat kesuburan yang tinggi biasanya terjadi di ekonomi kelas menengah dan rendah. Karena permintaan juga meningkat, kepala rumah tangga atau penanggung jawab keluarga akan berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Upaya tersebut dapat meningkatkan posisi mereka dalam pekerjaan dan ekonomi, dan pada saat inilah mobilitas sosial mengikuti.
  • Sistem Ekonomi : Negara-negara dengan ekonomi terbuka akan membuat mobilitas sosial menjadi lebih mudah. Hal ini dikarenakan setiap warga negara memiliki peluang seluas-luasnya untuk mengembangkan bisnis atau karier. Negara tidak membatasi situasi ekonomi individu atau kelompok, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mencapai tujuan bisnis yang telah mereka bangun sebelumnya. Sebaliknya, jika negara tidak memberlakukan pembatasan, ada kemungkinan terjadinya monopoli, yang akan membuat pelaku ekonomi lainnya sulit. Masalah tersebut juga akan memperburuk mobilitas sosial negatif.

7. Faktor Individu

Faktor individu ialah kualitas seseorang baik ditinjau dari segi tingkat pendidikan, penampilan, maupun ketrampilan pribadi. Berbeda dengan faktor struktural, faktor individu mengubah masyarakat dikarenakan pengaruh setiap orang atau individu. Namun, jika pengemudi ini berada dalam kondisi yang sama, maka mobilitas sosial pada akhirnya akan terjadi. Oleh karena itu, jika banyak pengemudi (pribadi dan struktural) digabungkan, mobilitas sosial dapat terjadi. Berikut ini adalah contoh faktor individu yang mendorong mobilitas sosial:

Sedangkan yang termasuk dalam cakupan faktor individu adalah sebagai berikut :

  • Perbedaan Kemampuan : Yang dapat memengaruhi mobilitas sosial ialah kemampuan setiap orang. Perlu diingat bahwa jika ada kemauan dan usaha, seseorang dapat mengalami perubahan secara positif. Salah satu upaya terbaik yaitu dengan meningkatkan kemampuan untuk mendukung pekerjaan atau bisnis yang dijual. Kapasitas yang cukup dapat membantu orang bergerak ke arah yang positif.
  • Keterbukaan Terhadap Mobilitas : Jika individu atau kelompok positif tentang perubahan dan optimis tentang peningkatan status sosial mereka, maka mungkin terdapat faktor-faktor yang mendorong mobilitas sosial. Jika seseorang pesimis atau mengundurkan diri, ataupun tidak lagi percaya bahwa kegiatan sosial positif akan terjadi dalam hidupnya, maka kegiatan sosial akan sulit terjadi.
  • Faktor Kemujuran : Bahkan jika setiap orang menjalankan bisnis yang sama, nasib mereka mungkin saja berbeda. Beberapa orang memiliki keberuntungan, sehingga mereka dapat dengan mudah mencapai mobilitas sosial positif lebih cepat, tetapi beberapa orang perlu menunggu lebih lama, bahkan pada generasi berikutnya, untuk mencapai mobilitas sosial positif.

8. Keinginan Melihat Daerah Yang Lain

Adanya keinginan melihat daerah lain mendorong individu atau masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain, contohnya berekreasi kedaerah-daerah tujuan wisata.

9. Ekspansi dan Gerak Populasi

Pada umumnya populasi akan terpusat di suatu daerah utama. Hal ini menjadi sebab padatnya populasi dan mendorong keinginan sebagian penduduk untuk melihat daerah yang lain untuk mencari kesempatan hidup yang lebih baik. Mereka kemudian berpidah dari wilayah satu ke wilayah lain yang masih rendah tingkat populasinya. Pergerakan penduduk ini tentunya dapat mempengaruhi mobilitas sosial. Mereka yang sebelumnya berada pada lapisan bawah dapat meningkat status sosialnya di tempat baru karena kondisi perekonomian yang mungkin berbeda dan kemudahan dalam mencari penghasilan. Kehidupan yang lebih sejahtera di tempat yang baru tersebut dapat mendorong terjadinya mobilitas sosial yang positif kepada sebagain masyarakat pendatang.

10. Keinginan Melihat Daerah Lain

Adanya keinginan untuk melihat daerah lain tentunya mendorong masyarakat untuk melangsungkan mobilitas geografik dari satu tempat ke tempat yang lain, contohnya saja berekreasi kedaerah-daerah tujuan wisata atau memenuhi rasa penasaran terhadap suatu daerah.

Baca Juga : Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

Itulah penjelasan tentang faktor pendorong mobilitas sosial dari Synaoo.com. Semoga materi yang dibagikan dapat bermanfaat untuk sobat semua.

Terimakasih