Manusia merupakan makhluk sosial. Sebagaimana makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa keberadaan orang lain. Oleh karena itu, manusia selalu melakukan interaksi dengan manusia lainnya. Selain membutuhkan orang lain, manusia melakukan interaksi juga didorong faktor-faktor tertentu.

Faktor-Faktor Interaksi Sosial

  1. Sugesti : Suatu proses pemberian pandangan oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga pandangan tersebut diikuti tanpa berpikir panjang.
  2. Imitasi : Sebuah proses belajar seseorang dengan cara meniru perilaku orang lain .
  3. Identifikasi : Sebuah proses mempengaruhi interaksi sosial sebagai akibat adanya imitasi dan sugesti.
  4. Simpati : Sebuah perasaan atau sikap tertarik kepada orang lain dikarenakan sesuatu hal hingga mampu merasakan perasaan orang lain tersebut.
  5. Empati : Sebuah proses larutnya kejiwaan seseorang berupa perasaan haru dan iba manakala melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian.
  6. Motivasi : Suatu dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan yang rasionalistis.

Berikut ini adalah penjelasan selengkapnya mengenai faktor-faktor interaksi sosial yang disebutkan di atas.

1. Sugesti

Sugesti biasanya berupa pengaruh psikis yang ada pada seseorang yang berasal dari diri sendiri ataupun orang lain yang disebabkan adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Pengaruh seperti ini biasanya datang secara tiba-tiba dan tanpa melalui pemikiran terlebih dahulu. Hal ini diakibatkan oleh pengaruh tersebut yang menggugah emosi spontan sehingga membuat terhambatnya rasional seseorang. Kondisi ini umumnya terjadi ketika seseorang sedang mengalami suatu kebingungan, kesedihan, kekalutan, kekhawatiran, dan lain-lain. Akibatnya individu tersebut akan menerima masukan orang lain tanpa pikir panjang.

Sebagai contoh, karena sudah terlalu lama larut dalam kebimbangan akan penyakit ayahnya yang tidak kunjung sembuh, Rosa datang kepada Pak Bidin yang merupakan dosennya sewaktu kuliah. Pak Bidin menyarankan agar Rosyid membawa ayahnya ke pengobatan alternatif. Rosa pun menerima saran tersebut. Peristiwa tersebut dinamakan sugesti.

Lalu, apa itu sugesti? Proses sugesti diartikan sebagai suatu proses pemberian pandangan atau pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga pandangan tersebut diikuti tanpa berpikir panjang.

2. Imitasi

Imitasi pada hakikatnya adalah sebuah proses belajar seseorang dengan cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain. Dalam hal ini bukan hanya sikap yang ditiru namun penampilan (performance), tingkah laku (behaviour), dan gaya hidup (life style), bahkan apa saja yang dimiliki orang tersebut.

Contohnya seorang fans Ronaldo meniru penampilan dan juga skill dari idolanya. Ia berusaha bermain bola dengan gaya khas Ronaldo, dan juga ia meniru gaya rambut dan juga baju dari idolanya tersebut.

Seperti pada contoh di atas, pada dasarnya ketika seseorang melakukan peniruan terhadap sesuatu yang menarik dari orang yang dikagumi akan muncul suatu kebanggaan dalam jiwa orang yang meniru. Selain peniruan terhadap pola pikir dan perilaku orang lain, imitasi dapat pula berwujud peniruan terhadap benda-benda hasil karya atau juga artefak.

Tidak dapat dimungkiri, melalui proses imitasi seseorang dapat belajar nilai dan norma yang ada dalam masyarakat. Namun, dapat proses imitasi tersebut terkadang juga menyimpang dari nilai dan norma yang berlaku.

3. Identifikasi

Proses identifikasi timbul berawal dari rasa kekaguman seseorang kepada tokoh idolanya. Akan tetapi, lambat laun kekaguman tersebut mendorong seseorang untuk menjadikan dirinya sama atau identik dengan tokoh tersebut. Dalam proses ini seseorang tidak sekadar hanya meniru gaya hidup, tingkah laku ataupun perbuatan sang idolanya. Namun, juga menempatkan kepercayaan dan nilai yang dianut sang idola menjadi kepercayaan dan nilainya sendiri. Oleh karenanya, dalam identifikasi seseorang mengenal betul tokoh yang diidolakannya.

Pada dasarnya, proses identifikasi jauh lebih mendalam daripada proses imitasi. Sebagai contoh, Rizal merupakan salah satu penggemar grup band Slank. Sikap serta keyakinan setiap anggota Slank seolah-olah telah menjadi bagian hidup Rizal. Paham serta pandangan grup band Slank dijadikan sebagai falsafah hidupnya. Lirik lagunya bagaikan mantra yang selalu dibawa ke mana pun Rizal pergi. Sedapat mungkin, Rizal menyamakan diri dengan anggota grup band Slank. Proses inilah yang dinamakan identifikasi.

4. Simpati

Jika kita merenungkan keadaan bangsa Indonesia saat ini, memang inilah saatnya kita kembali ingat kepada Yang Kuasa. Bencana datang silih berganti menerjang bangsa ini. Mulai dari badai, longsor, gempa, hingga tsunami di mana menelan korban jiwa yang tidak sedikit. Pada tanggal 26 Desember 2004 bencana tsunami di Aceh, 21 Februari 2005 longsor sampah di Cimahi, 14 Mei 2006 Gunung Merapi menunjukkan aktivitasnya, 27 Mei 2006 gempa tektonik di Yogya dan Jawa Tengah, 10 Juni 2006 longsor dan banjir bandang di Sinjai, Sulawesi Selatan. Sebagian besar dari mereka kehilangan harta benda, tempat tinggal, bahkan sanak saudara mereka. Kehidupan mereka berubah drastis. Mereka harus hidup di daerah pengungsian dengan kondisi yang memprihatinkan.

Melalui peristiwa-peristiwa ini, rasa simpati kita sebagai manusia tergugah. Tidak jarang hati kita ikut merasakan kesedihan yang dirasakan oleh mereka. Oleh karena perasaan-perasaan tersebut, kita tergerak melakukan tindakan-tindakan untuk meringankan beban penderitaan para korban. Proses inilah yang dinamakan simpati. Sekilas memang simpati tampak sama dengan identifikasi karena menuntun seseorang untuk memosisikan diri pada keadaan orang lain. Hanya saja, dalam simpati perasaan yang memegang peranan. Walaupun demikian, dorongan utama adalah bekerja sama dengan pihak lain tanpa melihat status sosialnya. Selain itu, simpati dapat menjadikan dorongan yang sangat kuat pada diri seseorang untuk melakukan kontak dan komunikasi dengan orang lain.

5. Empati

Rasa empati merupakan rasa haru ketika seseorang melihat orang lain mengalami sesuatu yang menarik perhatian. Empati merupakan kelanjutan dari rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya. Sebagai contohnya, ketika melihat para korban bencana gempa di Yogyakarta, tanpa sadar air mata kita menetes, seolah-olah kita merasakan penderitaan mereka. Segala bentuk bantuan akan kita lakukan untuk menolong mereka. Tindakan ini dalam sosiologi dinamakan empati.

5. Motivasi

Motivasi dalam suatu interaksi sosial merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan yang rasionalistis. Sebagai contohnya, seseorang ayah bekerja keras siang dan malam bertujuan untuk mencukupi kebutuhan anak dan istrinya. Motivasi dalam diri seseorang bisa muncul disebabkan faktor atau pengaruh dari orang lain sehingga individu melakukan kontak dengan orang lain.

Sekian pembahasan materi dari Synaoo.com tentang faktor-faktor interaksi sosial. Semoga pembahasan yang diberikan mudah dipahami dan dapat bermanfaat bagi sobat synaoo.

Selamat Belajar!!!