Dasar manajemen pendidikan Islam secara garis besar terdapat tiga, yaitu : Al- Qur’ an, hadis dan undang- undang yang berlaku di Indonesia.

Al- Qur’ an

Al- Quran merupakan sumber ataupun dasar yang awal serta utama dalam Islam demikian pula dalam perspektif manajemen pembelajaran Islam. Banyak Ayat- ayat

Al- Qur’ an yang dapat jadi dasar tentang manajemen pembelajaran Islam. Ayatayat tersebut dapat dimengerti sehabis diadakan penelaahan secara mendalam. Di antara ayat- ayat Al- Qur’ an yang bisa dijadikan dasar manajemen pendidikan Islam merupakan selaku berikut:“ Tidak sepatutnya untuk mukminin itu berangkat seluruhnya( ke medan perang). Kenapa tidak berangkat dari masing- masing kalangan di antara mereka sebagian orang buat memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka sudah kembali kepadanya, biar mereka itu bisa melindungi dirinya” (QS. At- Taubah: 122). Serta hendaklah tiap diri memerhatikan apa yang sudah diperbuatnya buat hari besok( akhirat).( QS. Al- Hasyr: 18). Wahai orang- orang yang beriman, kenapakah kalian berkata suatu yang tidak kalian kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah kalau kalian berkata apa- apa yang tidak kalian kerjakan.( QS. Al Shaaf: 2- 3).

Ayat awal menarangkan tentang prinsip organisasi, perencanaan serta yang terakhir tentang amanah. Dengan demikian, bisa dimengerti kalau Islam menegaskan tentang berartinya manajemen, di antara lain manajemen pembelajaran Islam.

Hadits

Sebagaimana dimengerti bersama kalau hadis merupakan sumber ajaran kedua sehabis al- Qur’ an. Demikian pula dalam pembelajaran Islam secara universal, hadis jadi sumber serta dasar manajemen pembelajaran Islam sebab ialah uraian dari al- Quran itu sendiri. Nabi merupakan juru didik serta dia pula menjunjung besar terhadap pembelajaran serta memotivasi umatnya supaya berkiprah dalam pembelajaran serta pengajaran. Nabi Muhammad Saw bersabda: Benda siapa yang menyembunyikan ilmunya hingga Allah hendak mengekangnya dengan kekang berapi( HR. Ibnu Majah). Di dalam hadis yang lain nabi pula menegaskan,“ Apabila sesuatu urusan diserahkan pada bukan ahlinya, hingga tunggu dikala kehancurannya” ( H. R. Bukhari). Bersumber pada pada hadits di atas, nabi mempunyai atensi yang besar terhadap pembelajaran.

Undang- Undangan yang Berlaku di Indonesia

Dalam UU Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pembelajaran Nasional disebutkan dalam Pasal 30 ayat 1 kalau:“ Pembelajaran keagamaan diselenggarakan oleh pemerintah serta/ ataupun kelompok warga dari penganut agama, cocok dengan peraturan perundang- undangan”.

Disebutkan pula dalam Pasal 30 ayat 2 kalau“ Pembelajaran keagamaan berperan mempersiapkan partisipan didik jadi anggota warga yang menguasai serta mengamalkan nilai- nilai ajaran agamanya serta/ ataupun jadi pakar ilmu agama”.

Oleh sebab itu manajemen pembelajaran Islam merupakan sesuatu proses penyusunan/ pengelolaan lembaga pembelajaran Islam yang mengaitkan sumber energi manusia muslim serta non manusia dalam menggerakkannya buat menggapai tujuan pembelajaran Islam secara efisien serta efektif.

Ulasan manajemen pembelajaran Islam tetap mengaitkan wahyu serta budaya kalangan muslimin, ditambah kaidah- kaidah manajemen pembelajaran secara universal. Hingga ulasan ini hendak memikirkan bahan- bahan selaku berikut.

  1. Teks- teks wahyu baik Al-Qur’ an ataupun hadits yang terpaut dengan manajemen pembelajaran.
  2. Perkataan-perkataan( aqwal) para teman nabi ataupun ulama serta cendekiawan muslim yang terpaut dengan manajemen pembelajaran.
  3. Kenyataan pertumbuhan lembaga pembelajaran Islam.
  4. Kultur komunitas( pimpinan serta pegawai) lembaga pembelajaran Islam.
  5. Syarat kaidah- kaidah manajemen pembelajaran.

Teks- teks wahyu selaku sandaran teologis; perkataan- perkataan para teman Nabi, ulama, serta cendekiawan muslim selaku sandaran rasional; kenyataan pertumbuhan lembaga pembelajaran Islam dan kultur komunitas( pimpinan serta pegawai) lembaga pembelajaran Islam selaku sandaran empiris; sebaliknya syarat kaidah- kaidah manajemen pembelajaran selaku sandaran teoritis. Jadi, bangunan manajemen pembelajaran Islam ini diletakkan di atas 4 sandaran, ialah sandaran teologis, rasional, empiris, serta teoritis.

Sandaran teologis memunculkan kepercayaan terdapatnya kebenaran pesan- pesan wahyu sebab berasal dari Tuhan, sandaran rasional memunculkan kepercayaan kebenaran bersumber pada pertimbangan akal- pikiran. Sandaran empiris memunculkan kepercayaan terdapatnya kebenaran bersumber pada data- data riil serta akurat, sebaliknya sandaran teoritis memunculkan kepercayaan terdapatnya kebenaran bersumber pada ide benak serta informasi sekalian dan sudah dipraktikkan berulang kali dalam pengelolaan pembelajaran. Ekonomi orangtua siswa yang lemah lebih kokoh, misalnya donator senantiasa, pengusaha, pengembangan bisnis, serta lain- lain.

Baca Juga : Pengertian Manajemen Pendidikan Islam

Pustaka : Junaidi. 2017. PRINSIP-PRINSIP DASAR MANAJEMEN DALAM ISLAM. 1, 123-125