Konflik merupakan hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan di dunia ini. Konflik adalah pertentangan atau perbedaan antara dua kekuatan yang disertai intimidasi dan kekerasan untuk saling menguasai. Pada artikel kali ini kita akan belajar mengenai bentuk-bentuk konflik dan contohnya beserta penjelasannya.

Baca Juga : Sebab-Sebab Konflik

Bentuk-Bentuk Konflik

Berdasarkan bentuk-bentuknya, konflik dibagi menjadi 6 bagian, diantaranya sebagai berikut.

1. Menurut Hubungannya dengan Tujuan Organisasi

a. Konflik Fungsional

Konflik fungsional adalah konflik yang mendukung tujuan organisasi. Konflik ini sendiri memiliki sifat konstruktif.

Contohnya yaitu konflik antaranggota suatu organisasi politik tentang pencalonan bupati dan wakil bupati.

b. Konflik Disfungsional

Konflik disfungsional adalah konflik yang menghambat tercapainya tujuan organisasi dan sifatnya destruktif.

Contohnya yaitu konflik antaranggota suatu organisasi politik hingga menimbulkan perpecahan dalam organisasi tersebut.

2. Menurut Hubungannya dengan Posisi Pelaku Konflik

a. Konflik Vertikal

Konflik vertikal adalah konflik antartingkatan kelas atau antaratasan dan bawahan.

Contoh : konflik antara buruh dan manajer dalam suatu perusahaan.

b. Konflik Horizontal

Konflik horizontal, adalah konflik yang terjadi antarindividu atau kelompok yang sekelas atau sederajat.

Contoh : konflik antarumat beragama yang terjadi di Poso.

c. Konflik Diagonal

Konflik diagonal, adalah konflik yang terj adi karena ketidakadilan alokasi sumber daya ke seluruh organisasi yang menimbulkan pertentangan secara ekstrim dari bagian-bagian yang membutuhkan sumber daya tersebut.

Contoh : konflik antara PT Free Port dengan segenap jajarannya dengan pemerintah daerah yang didukung rakyat.

Baca Juga : Akibat Konflik dalam Masyarakat

3. Menurut Hubungannya dengan Struktur Organisasi

a. Konflik Hierarki

Konflik hierarki, adalah konflik dari berbagai tingkatan (posisi) yang ada dalam suatu organisasi.

Misalnya: konflik antara presiden direktur dengan dewan komisaris dalam suatu perusahaan.

b. Konflik Lini Staf

Konflik lini staf adalah konflik antara lini dan staf yang ada dalam organisasi. Hal ini terjadi karena pegawai staf yang secara formal tidak lagi mempunyai kekuasaan atas pegawai lini karena tidak dalam satu garis komando, sementara pegawai staf merasa posisinya lebih baik daripada pegawai lini.

Contoh : konflik antara petugas tata usaha sekolah dengan pesuruh sekolah.

c. Konflik Formal-Informal

Konflik formal-informal, adalah konflik antara kelompok formal dalam suatu organisasi dan kelompok informal yang berkaitan dengan organisasi tersebut.

Contoh : konflik antara dewan komisaris yayasan sekolah dengan BP-3.

4. Menurut Hubungannya dengan Konsentrasi Aktivitas Manusia dalam Masyarakat

a. Konflik Ekonomi

Konflik ekonomi adalah konflik yang disebabkan oleh adanya perebutan sumber daya ekonomi dari pihak yang berkonflik.

Contoh : PT Gudang Garam dengan PT Sampuma berusaha merebut pasar dengan iklan-iklan yang gencar.

b. Konflik Politik

Konflik politik adalah konflik yang dipicu oleh adanya kepentingan politik dari pihak-pihak yang berkonflik.

Contoh : antara Parpol berebut massa dalam berkampanye.

c. Konflik Budaya

Konflik budaya adalah konflik yang disebabkan oleh adanya perbedaan kepentingan budaya dari pihak yang berkonflik.

Contoh : antara suku Batak dengan suku Minangkabau mengenai sistem kekerabatan.

d. Konflik Pertahanan

Konflik pertahanan adalah konflik yang dipicu oleh adanya perebutan hegemoni pihak-pihak yang berkonflik.

Contoh : perang antara Israel-Palestina serta perang antara Korea Utara-Korea Selatan.

e. Konflik Antarumat Beragama

Konflik antarumat beragama adalah konflik yang dipicu oleh adanya sentimen agama.

Contoh : konflik perang Salib, konflik di Ambon.

Baca Juga : Fungsi Konflik Sosial

5. Menurut Hubungannya dengan Pelaku

a. Konflik Intrapribadi

Konflik intrapribadi (konflik di dalam diri sendiri), adalah konflik yang terjadi dalam diri seseorang sebagai akibat perbedaan atau kesenjangan antara kemauan dan kemampuannya untuk melakukan keinginannya.

Konflik ini dibagi menjadi dua, yaitu: konflik afektif, yang menyangkut emosional, seperti: stres, menurunnya produktivitas, atau menurunnya rasa kepuasan dan konflik kognitif menyangkut intelektual di mana seseorang yang secara intelektual mampu namun berbenturan dengan keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga sehingga harus menerima kegagalan.

b. Konflik Antarpribadi

Konflik antarpribadi, adalah apabila terjadi pertentangan antara dua orang individu yang disebabkan perbedaan persepsi, orientasi, atau kedudukan. Konflik ini biasanya menimbulkan like and dislike (rasa suka dan tidak suka) dalam hubungan antarindividu.

c. Konflik dalam Kelompok

Konflik dalam kelompok adalah konflik yang terjadi dalam suatu kelompok karena keputusan kelompok bertentangan dengan keinginan satu atau dua individu dalam kelompok tersebut.

d. Konflik Di dalam Organisasi

Konflik di dalam organisasi adalah konflik yang dapat diindikasikan apabila suatu konflik telah mengarah ke dalam seluruh fungsi di dalam organisasi tersebut.

Contoh : konflik antara manajer dan stafnya (bersifat vertikal) atau konflik antarpegawai dalam organisasi itu (bersifat horizontal).

e. Konflik Antarorganisasi

Konflik antarorganisasi adalah konflik antarkelompok yang mempunyai badan hukum yang biasanya berhubungan dengan masalah bisnis dan politik.

Contoh : konflik-konflik antara badan usaha atau konflik antarparpol.

6. Berdasarkan Bentuk Khusus

a. Konflik Pribadi

Konflik pribadi adalah konflik antarindividu yang bisa menimbulkan perkelahian, percekcokan, penghinaan, atau pengejekan. Konflik ini biasanya bermula dari rasa benci.

b. Konflik Rasial

Konflik rasial, adalah konflik antarpribadi atau kelompok yang didasari oleh perbedaan ciri-ciri fisik, seperti: warna kulit, bentuk rambut, dan sebagainya.

Contoh : konflik antara orang kulit hitam dan orang kulit putih di Afrika.

c. Konflik Antarkelas Sosial

Konflik antarkelas sosial adalah konflik antara dua kelompok yang mempunyai status dan peran sosial yang berbeda.

Contoh : antara majikan dan buruh.

d. Konflik Politik

Konflik politik adalah konflik antara dua organisasi politik atau antamegara yang disebabkan oleh perebutan kepentingan politik.

Contoh : konflik antara partai Golkar dengan PDIP tentang pencalonan Presiden-Wakil Presiden atau antara Amerika Serikat dan Uni Soviet selama Perang Dingin.

e. Konflik Internasional

Konflik internasional adalah konflik antara negara yang disebabkan karena masalah kedaulatan.

Contoh : tentang perebutan wilayah, keinginan merdeka, dan lain-lain.

Baca Juga : Perilaku Menyimpang

Itulah penjelasan mengenai bentuk-bentuk konflik dari Synaoo.com. Semoga materi bentuk-bentuk konflik yang dibagikan dapat bermanfat untuk kalian semua.

Terimakasih.

Source : Harmanto, Gatot. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan Sosiologi. Bandung : Yrama Widya. 2009.