Bentuk-Bentuk Kelompok Sosial – Pada umumnya manusia dilahirkan seorang diri. Namun, dalam kehidupannya, manusia memerlukan bantuan dari orang lain, misalnya jika ingin makan. Tentu saja manusia tidak dapat memenuhinya seorang diri yang mana membutuhkan padi dari petani. Begitu juga dalam memenuhi kebutuhan lainnya selalu membutuhkan orang lain. Di dalam hubungan antara satu dengan lainnya manusia cenderung membentuk kelompok-kelompok. Kelompok-kelompok manusia yang hidup di suatu masyarakat dalam sosiologi disebut kelompok sosial.

Macam-Macam Kelompok Sosial

Dalam kelompok-kelompok sosial tersebut memiliki bentuk-bentuk atau macam-macam yang beranekaragam. Berikut ini adalah bentuk-bentuk kelompok sosial beserta dengan contoh dan penjelasannya.

1. Komunitas

Komunitas sering disebut dengan community. Istilah community menunjukkan suatu susunan keluarga-keluarga dan unit-unit sosial. Jadi, yang dimaksud komunitas adalah sebuah kelompok sosial di beberapa individu yang umumnya memiliki keterkaitan yang sama.

2. Masyarakat (Society)

Masyarakat ialah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup atau semi terbuka yang mana sebagian besar terjadi interaksi antarindividu dalam kelompok tersebut.

Pada umumnya masyarakat menempati daerah yang tetap, tetapi ada pula yang berpindah-pindah yang bersifat nomadis.

Menurut Kingsley Davis, faktor yang mempengaruhi klasifikasi masyarakat yaitu:

  • jumlah dan kepadatan penduduk;
  • luas wilayah;
  • manfaat;
  • organisasi masyarakat.

Berikut ini adalah macam-macam masyarakat yang kita ketahui.

a. Masyarakat pedesaan

Ciri-ciri masyarakat desa yaitu:

  • kehidupannya tergantung pada alam;
  • pola pikirnya irasional;
  • toleransi sosial kuat;
  • kontrol sosial didasarkan pada hukum informal;
  • mata pencahariannya pada sektor agraris;
  • hubungan kekeluargaan didasarkan pada hubungan gemeinschaft.

Dilihat dari segi pemerintahan, hubungan penguasa dengan rakyat berlangsung tidak resmi. Artinya, segala sesuatu atas dasar musyawarah. Hal ini dikarenakan tidak adanya pembagian kerja seorang penguasa sekaligus mempunyai beberapa kedudukan dan peranan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Misalnya, di desa terpencil, kepala desa bertindak sebagai penasihat, pemimpin upacara adat, dan sesepuh.

Sifat-sifat yang dapat kita jumpai pada masyarakat pedesaan antara lain:

  • konservatif dan kolot;
  • curiga pada orang asing;
  • hemat dan sederhana;
  • jujur.

b. Masyarakat perkotaan

Ciri-ciri masyarakat kota, yaitu:

  • kehidupan keagamaan kurang;
  • individualis;
  • adanya pembagian kerja yang tegas;
  • adanya kelompok-kelompok sosial;
  • kemungkinan mendapatkan lapangan kerj a luas;
  • pola pikir rasional;
  • menghargai waktu.

3. Gemeinschaft (Paguyuban)

Gemeinschaft adalah bentuk kehidupan bersama di mana anggotanya diikat oleh hubungan batin yang mumi dan bersifat alamiah.

paguyuban

Ciri-ciri gemeinschaft yaitu:

  • hubungan antarindividu didasarkan oleh rasa cita dan persatuan batin;
  • bersifat nyata;
  • bentuknya dapat dijumpai dalam keluarga kelompok kekerabatan.

Jenis-jenis gemeinschaft adalah sebagai berikut.

  • Gemeinschaft yang didasarkan pada ikatan darah. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan.
  • Gemeinschaft yang didasarkan pada tempat tinggal. Contoh: lingkungan, tetangga.
  • Gemeinschaft yang didasarkan ideologi yang sama. Contoh: partai politik.

4. Gesselschaft (Patembayan)

Gesselschaft (patembayan) adalah bentuk kehidupan bersama berdasarkan ikatan lahir yang berlaku untuk jangka pendek.

Ciri-ciri Gesselschaft yaitu:

  • struktur sosial bersifat mekanis;
  • bentuk hubungan sosial berdasarkan ikatan timbal-balik.

Contoh gesselschaft adalah PT, SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia).

5. Kerumunan (Crowd)

Kerumunan adalah berkumpulnya orang-orang pada suatu tempat karena adanya pusat perhatian yang sama.

kerumunan

Ciri-ciri kerumunan antara lain:

  • tidak terorganisasi;
  • tidak memiliki sistem pembagian keija;
  • adanya interaksi sosial;
  • setiap individu memiliki kedudukan sosial yang sama;
  • biasanyaJdentitas seseorang akan tenggelam;
  • mudah melakukan aksi;
  • tidak memiliki alat pengendalian sosial.

Baca Juga : Bentuk-Bentuk Penyimpangan Sosial

Upaya-upaya untuk membubarkan suatu kerumunan antara lain:

  • mengalihkan pusat perhatian;
  • menyadarkan kembali individu-individu akan kedudukannya;
  • memecah belah pendapat umum dari kerumunan tersebut;
  • dibubarkan secara paksa, misalnya dengan gas air mata atau tembakan.

Menurut Kingsley Davis, dalam bukunya Human Society, bentuk-bentuk kerumunan adalah sebagai berikut.

a. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial

  • Formal audiencies adalah khalayak penonton/pendengar yang formal. Jenis kerumunan tersebut biasanya memiliki tujuan yang sama dan bersifat pasif. Contoh: Nonton film dan menghadiri khotbah agama.
  • Plan and expressive adalah kerumunan yang telah direncanakan. Fungsinya sebagai penyalur ketegangan-ketegangan karena pekerjaan sehari-hari. Misalnya: berpesta atau berdansa.

b. Kerumunan yang bersifat sementara

  • Inconvenient aggregation (kerumunan yang tidak menyenangkan) adalah kerumunan orang-orang yang ingin menggunakan fasilitas yang sama. Contohnya: antre karcis dan menunggu bus. Dalam kerumunan ini kehadiran orang lain merupakan halangan terhadap tercapainya maksud seseorang.
  • Panic crowd (kerumunan orang-orang yang sedang menghadapi panik) adalah kerumunan orang-orang yang bersama-sama berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya.
  • Spectator crowd (kerumunan penonton) adalah kerumunan orang-orang yang ingin melihat suatu kejadian bentuk kerumunan tersebut biasanya tidak direncanakan dan kegiatannya pada umumnya tidak terkendali.

c. Lawles crowd adalah kerumunan yang berlawanan dengan norma-norma hukum

  • Acting mobs ialah kerumunan yang bertindak emosional untuk mencapai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik dan melanggar norma-norma yang berlaku dalam masyarakat.
  • Immoral crowd adalah kerumunan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat. Contoh: mabuk-mabukan.

Di pihak lain, menurut Gustave Lebon tipe-tipe kerumunan adalah sebagai berikut.

a. Causal crowd

Contohnya, kerumunan orang di j alan yang sedang melihat sesuatu yang sedang dipertontonkan pada sebuah etalase toko.

Ciri-ciri causal crowd yaitu:

  • bersifat sementara;
  • organisasinya sangat longgar;
  • sedikit persatuan;
  • sifat anggotanya datang-pergi;
  • perhatian kepada objek sebentar.

b. Conventionalized Crowd

Cirinya sama dengan causal crowd, tetapi dinyatakan dalam cara-cara yang diatur. Contoh: penonton sepak bola.

c. Acting Crowed

Kerumunan yang terjadi pada awaktu ada revolusi. Cirinya adanya suatu sasaran di mana aktivitas kerumunan digerakkan.

d. Expressive Crowed

Tipe kerumunan yang kegembiraannya dinyatakan dalam gerakan fisik yang biasanya tidak terkontrol, sebagai bentuk pelepasan. Contoh : sekte agama.