5 Fungsi Manajemen dan Penjelasannya

fungsi manajemen

Apa saja fungsi manajemen menurut para ahli? Eits,, sebelum dijawab sobat synaoo harus mengetahui pengertian manajemen terlebih dahulu. Manajemen adalah proses atau kemampuan dalam mencapai suatu tujuan melalui sumber daya.

Tujuan utama dari manajemen ialah untuk mencapai tujuan organisasi, menjaga keseimbangan antara tujuan yang saling bertentangan, dan juga mencapai efisiensi dan efektivitas.

Tujuan manajemen tersebut dapat tercapai apabila memperhatikan fungsi-fungsi dalam manajemen. Dalam sebuah organisasi, untuk memperoleh hasil manajemen secara maksimal, para manajer pada sebuah organisasi haruslah mampu menguasai seluruh fungsi manajemen yang ada.

Baca Juga : 14 Prinsip Manjemen

5 Fungsi Manajemen

  1. Perencanaan (Planning)
  2. Pengorganisasian (Organizing)
  3. Pengarahan (Leading)
  4. Pengoordinasian (Coordinating)
  5. Pengendalian (Controlling)

Berikut ini adalah 5 fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Henry Fayol, ahli manajemen dari Prancis.

1. Perencanaan (Planning)

Planning merupakan suatu aktivitas menyusun tujuan perusahaan, kemudian dilanjutkan dengan menyusun berbagai rencana-rencana guna mencapai tujuan perusahaan yang sudah ditentukan. Perencanaan dilaksanakan dalam penentuan tujuan organisasi secara keseluruhan dan merupakan langkah yang terbaik untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pihak akan manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum pengambilan tindakan, kemudian menelaah rencana yang terpilih apakah sesuai dan bisa dipergunakan untuk mencapai tujuan.

Perencanaan merupakan proses awal yang paling penting dari seluruh fungsi manajemen, karena fungsi yang lain tidak bisa bejalan tanpa perencanaan.

Aktivitas Perencanaan

  • Menetapkan arah dan tujuan serta target bisnis.
  • Menyusun strategi dalam pencapaian tujuan dan target organisasi.
  • Menentukan sumber daya yang dibutuhkan organisasi.
  • Menetapkan standar kesuksesan dalam pencapaian suatu tujuan dan target organisasi.

Tujuan Perencanaan

  • Mengetahui waktu pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan.
  • Mengetahui pihak-pihak yang terlibat, baik kualitas maupun kuantitas.
  • Memperoleh kegiatan yang sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
  • Memberikan deskripsi secara menyeluruh tentang wewenang dan tugas pekerjaan.
  • Meminimalkan kegiatan tidak produktif serta penghematan biaya, tenaga, dan waktu.
  • Memudahkan dan menyerasikan koordinasi.
  • Memonitoring dan mendeteksi hambatan.
  • Mendelegasikan wewenang dengan memperhatikan kompetensi.
  • Mengarahkan prosedur dan kebijakan untuk mencapai tujuan.

Pembagian Perencanaan

  • Perencanaan Jenjang Atas (Top Level Planning), perencanaan jenjang atas bersifat strategis. Memberikan petunjuk umum, rumusan tujuan, dan pengambilan keputusan serta memberikan pentunjuk pola penyelesaian dan sifatnya menyeluruh. Perencanaan ini penekanannya pada tujuan jangka panjang organisasi dan tentu saja menjadi tangung-jawab manajemen puncak.
  • Perencanaan Jenjang Menengah (Middle Level Planning), perencanaan ini bersifat administratif meliputi berbagai cara menempuh tujuan dari sebuah perencanaan dijalankan. dan tanggung jawab. Perencanaan jenis ini berada pada manajemen menengah.
  • Perencanaan Jenjang Bawah (Low Level Planning), perencanaan ini berfokus pada menghasilkan sehingga planing ini mengarah kepada aktivitas operasional. Perencanaan ini menjadi tanggung jawab dari manajemen lini pertama.

Syarat Perencanaan

  • Memiliki tujuan yang jelas.
  • Sederhana dan tidak terlalu sulit dalam menjalankannya.
  • Memuat analisa pada pekerjaan yang akan dikerjakan.
  • Fleksibel dan bisa berubah mengikuti perkembangan yang terjadi.
  • Memiliki keseimbangan, tanggung jawab dan tujuan yang selaras ditiap bagiannya.
  • Memiliki kesan sesuatu yang dimliki tersedia dan bisa dipergunakan dengan efektif serta berdaya guna.

Manfaat Perencanaan

  • Dapat membuat pelaksanan tugas jadi tepat serta aktivitas tiap unit akan terorrganisasi ke arah tujuan yang sama.
  • Dapat menghindari kesalahan yang mungkin bisa terjadi.
  • Memudahkan dalam pengawasan.
  • Dipergunakan sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas.

Baca Juga : Tingkatan Manajemen

2. Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah suatu aktivitas pengaturan dalam sumber daya manusia dan sumber daya fisik lainnya yang dimiliki oleh perusahaan untuk bisa melaksanakan rencana yang sudah ditetapkan dan mencapai tujuan utama perusahaan.

Dalam bahasa yang lebih sederhana Pengorganisasian adalah seluruh proses dalam mengelompokkan semua orang, alat, tugas tanggung-jawab dan wewenang yang dimiliki sedemikian rupa hingga memunculkan kesatuan yang bisa digerakkan dalam mencapai tujuan.

Pengorganisasian dapat mempermudah manajer dalam melaksanakan pengawasan serta penentuan personil yang diperlukan untuk menjalankan tugas yang sudah dibagi-bagi. Pengorganisasian dapat dijalankan dengan menetukan tugas apa yg harus dikerjakan, siapa personil yang menjalankannya, bagaimana tugasnya dikelompokkan, siapa yang harus bertanggung jawab terhadap tugas tersebut.

Aktivitas Pengorganisasian

  • Mengalokasikann sumber daya, menyusun, menetapkan tugas-tugas dan menetepkan prosedur yang dibutuhkan organisasi.
  • Menetapkan strukutur perusahaan yang menujukan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab
  • Perekrutan, menyeleksi orang, pelatihan, dan pengembangan tenaga kerja.
  • Penempatan tenaga kerja dalam posisi yang sesuai dan paling tepat.

Unsur Pengorganisasian

  • Seklompok orang yang diarahkan untuk bekerja sama.
  • Melakukan aktivitas yang sudah ditetapkan organisasi.
  • Aktivitas diarahkan untuk mecapai tujuan yang ditetapkan.

Manfaat Pengorganisasian

  • Memungkinkan untuk pembagian tugas sesuai dengan kondisi organisasi.
  • Menciptakan spesialisasi ketika menjalankan tugas.
  • Personil dalam perusahaan mengetahui tugas yang akan dijalankan.

Fungsi Pengorganisasian

  • Pendelegasian wewenang dari manajemen atas (puncak) kepada manajemen lini pertama.
  • Terdapat pembagian tugas yang jelas.
  • Memiliki manajer puncak yang profesional untuk mengkoordinasikan semua aktivitas.

3. Fungsi Pengarahan (Leading)

Fungsi pengarahan biasa disebut dengan directing, actuating, commanding, dan motivating. Pengarahan adalah proses mengarahkan orang-orang untuk bekerja dengan sadar dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan.

Fungsi manajemen pengarahan berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah, atau instruksi seorang pemmpin kepada bawahan dalam melaksanakan tugas.

Fungsi pengarahan menuntut seorang pemimpin untuk menjalin komunikasi, memotivasi, dan menerapkan disiplin kepada bawahan. Berhasil tidaknya tujuan bersama tergantung pada efektivitas kepemimpinan, pemberian motivasi, dan jalinan komunikasi antara atasan dan bawahan.

Aktivitas Pengarahan

  • Mengimplementasikan suatu proses kepemimpinan, pembimbingan, dan memberikan motivasi kepada pekerja agar bekerja dengan efektif dan efisien.
  • Memberi tugas serta penjelasan secara rutin tentang pekerjaan yang dihadapi.
  • Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan organisasi.

4. Pengendalian (Controlling)

Pengendalian atau pengawasan adalah kegiatan dalam menilai suatu kinerja yang berdasarkan pada standar yang sudah dibuat perubahan atau suatu perbaikan apabila dibutuhkan.

Aktivitas Pengendalian

  • Mengevaluasi keberhasilan dalam proses mencapai tujuan dan target mengikuti indikator yang telah ditetapkan.
  • Melakukan klarifikasi serta koreksi atas terjadinya penyimpangan yang ditemukan.
  • Memberi solusi atas masalah yang terjadi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan organisasi.

Tujuan Pengendalian

  • Mencegah atau memperbaiki kesalahan, penyimpangan, penyelewengan, atau kegiatan lain yang tidak sesuai rencana.

Syarat Pengendalian

  • Jalur (Routing), manajer harus dapat menetapkan cara atau jalur guna bisa mengetahui letak diaman sesuatu sering terjadi suatu kesalahan.
  • Penjadwalan (Scheduling), dalam penetapan waktu manajer harus bisa menetapkan dengan tugas kapan semestinya pengawasan itu dijalankan. Terkadang, pengawasan yang dijadwal tidak efisien dalam menemukan suatu kesalahan dan sebaliknya dilakukan secara mendadak terkadang malah lebih berguna.
  • Perintah Pelaksanaan (Dispatching), suatu perintah pelaksanaan pada pekerjaan yang bertujuan agar pekerjaan bisa selesai tepat waktu. Dengan perintah seperti ini pelaksanaan suatu pekerjaan dapat terhindar dari kondisi yang terkatung-katung, sehingga bisa diidentifikasikan siapa yang telah berbuat kesalahan.
  • Tindak Lanjut (Follow Up), apabila pemimpin menemukan kesalahan maka seharusnya pemimpin tersebut mancari solusi atas permasalahan tersebut. Dengan memberi peringatan kepada pekerja yang dengan sengaja ataupun tidak sengaja berbuat kesalahan dan memberikan petunjuk agar kesalahan yang sama tak terulang lagi.
  • Suatu bentuk pengendalian yang bagus seharusnya susai dengan kebutuhan dan sifat dari perusahaan. Jadi faktor-faktor serta tata perusahaan dimana sebuah pengawasan dilakukan perlu untuk diperhatikan. Suatu pengawasan yang bagus harus dilakukan dengan ekonomis jika dilihat dari biaya, bisa menjamin adanya aktivitas perbaikan. Oleh karena itu, perlu disiapkan suatu langkah sebelum pengawasan dilaksanakan seperti tata pola dan rencana perusahaan.

Baca Juga : Unsur-Unsur Manajemen

5. Pengoordinasian (Coordinating)

Pengorganisasian merupakan penyatuan dan penyelarasan, baik dari pimpinan kepada bawahan maupun antaranggota organisasi untuk menciptakan kesatuan tindakan sehingga lebih terarah dalam mencapai tujuan.

Suatu organisasi memerlukan koordinasi agar tujuan organisasi dapat disatukan. Apabila tiap-tiap bagian dalam organisasi tidak ada koordinasi, tujuan organisasi tidak akan bisa tercapai.

Aktivitas Pengoordinasian

  • Memberikan instruksi untuk memberikan penjelasan.
  • Memberikan bimbingan.
  • Memberikan nasihat.
  • Mengadakan pelatihan.
  • Memberikan teguran.

Syarat-Syarat Pengoordinasian

  • Melakukan pembagian kerja dengan jelas.
  • Membangun kerasama antaranggota baik formal maupun informal secara sehat.
  • Menyediakan fasilitas kerja dan menciptakan komunikasi yang baik bagi semua pihak.
  • Memulai tahapan dengan benar.
  • Mempertahankan kualitas kerja sebagai proses berkelanjutan.

Tokoh lain yang mengemukakan fungsi manajemen adalah George R. Terry. Fungsi manajemen menurut George R. Terry dimuat dalam bukunya Principles of Management, yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengawasan (controlling). Fungsi manajemen ini dikenal dengan istilah POAC.

Baca Juga : Materi Manajemen Lengkap

Sekian pembahasan materi mengenai fungsi manajemen dari Synaoo.com.

Semoga materi yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu proses belajar sobat.

Selamat Belajar !!

"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia"

    1 Comment

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.